Menapaki Setapak Perubahan dengan Literasi

Selasa, 26 April 2022 - 07:01 WIB
loading...
A A A
Akibat itu, kegaduhan tak dapat dihindari. Dengan demikian, kegaduhan yang terjadi itu sebenarnya bersumber dari berita hoaks yang penuh manipulasi dan intrik. Itu semua terjadi tak lain dan tak bukan karena disebabkan tingkat kemampuan literasi kita sangat lemah dan rendah.

Oleh karena itu, jika dicerna dan diamati betul kalimat bijak Jenderal Listyo Sigit Prabowo adalah merupakan bentuk ajakan dan imbauan kepada kita untuk membiasakan dan membudayakan tradisi membaca sehingga memiliki wawasan yang luas dan cara pandang moderat sehingga tidak gampang menyalahkan pihak lain dan selalu menghargai perbedaan sebagai sebuah keniscayaan (sunnatullah) terutama di Indonesia sebagai negara majemuk yang plural. Sikap demikian merupakan bentuk ekspresi penegasan tentang pentingnya literasi dan kekayaan wawasan serta khazanah pemikiran yang moderat.

Perkuat Budaya Literasi
Di era disrupsi dan berkuasanya jagat digital, semua orang dituntut cakap dan responsif dengan perkembangan tekhnologi digital. Pun juga disertai kemampuan literasi yang mumpuni. Salah satu cara meningkatkan literasi adalah dengan memperkuat dan meningkatkan minat baca dan minat menulis. Budaya literasi harus diperkuat untuk membuka wawasan dan cakrawala pemikiran yang moderat.

Ikhwal, sudah jadi rahasia umum bahwa di era disrupsi di mana dalam era ini ditandai dengan sebuah gejala yang cukup masif, yaitu berjubelnya informasi yang diterima manusia, namun tidak diimbangi dengan kemampuan literasi yang cukup. Akibatnya, percekcokan, perkelahian, provokasi, dan kegaduhan tak dapat dihindari sebagai sebuah konsekuensi.

Pada titik inilah, sesungguhnya hidup di era disrupsi seyogyanya harus disertai dengan kemampuan membaca yang baik agar memiliki refleksi yang mendalam. Tujuannya agar masyarakat memiliki kemampuan atau kecerdasan dalam memilah informasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
PP 20/2026: Menambah...
PP 20/2026: Menambah Penerimaan Negara atau Menambah Beban UMKM?
Ujian Kapasitas Negara,...
Ujian Kapasitas Negara, Bukan Sekadar Kasus Korupsi
Menata Demokrasi Produktif...
Menata Demokrasi Produktif untuk Kesejahteraan Lintas Generasi
Transformasi Standar...
Transformasi Standar Nasional dan Akreditasi Pendidikan Tinggi: Kebutuhan untuk Wujudkan Merdeka Belajar
Ini Strategi Public...
Ini Strategi Public Relations Jaga Reputasi Perusahaan
Tasawuf dan Ketiadaan
Tasawuf dan Ketiadaan
Rekomendasi
Hasil Indonesia Open...
Hasil Indonesia Open 2026: Kalahkan Ana/Trias, Rachel/Febi ke Semifinal
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Hasil Indonesia Open...
Hasil Indonesia Open 2026: Tiwi/Fadia Gugur di Perempat Final
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved