Pembisuan yang Membius

Jum'at, 19 Juni 2020 - 07:53 WIB
loading...
A A A
Bisa dalam bentuk cercaan, perundungan, tekanan pada pendapat. Lewat mekanisme kerjanya ini, media membungkam opini minoritas, khawatir pada isolasi. Keanekaan pendapat, perlahan berubah jadi keheningan. Mengerucut, menyesuaikan pada opini mayoritas. Karenanya, ilmuwan komunikasi tahu persis, opini mayoritas bukanlah pendapat terbaik. Melainkan mekanisme pembisuan akibat khawatir pada isolasi.

Sedangkan penjelasan peristiwa komunikasi lain, yang pada ujungnya melahirkan kebisuan adalah Groupthink Theory. Teori ini dikembangkan berdasarkan penelitian yang dilakukan Irving Janis, 1971. Secara utuh, teori ini membicarakan tentang gejala psikologis yang dialami anggota kelompok pengambil keputusan.

Dalam kelompok, terutama yang ukurannya kecil, seringkali anggota-anggotanya berhubungan baik satu sama lain. Para anggota kelompok, saling mengenal. Berkumpulnya anggota kelompok yang saling kenal, tak jarang didorong oleh kohesivitas yang tinggi.

Kohesivitas adalah ikatan yang terbentuk akibat banyaknya kesamaan. Makin banyak kesamaan, maka makin tinggi kohesivitas. Kesamaan dapat bersumber dari latar belakang budaya, sosiodemografis, minat ataupun perhatian pada sesuatu. Ini tentu saja mempercepat pembentukan saling memahami antara satu anggota dengan anggota lain dalam kelompok. Sayangnya, dalam mekanisme pengambilan keputusan, kohesivitas justru sering jadi penyebab kegagalan dalam mempertimbangkan alternatif keputusan.

Saat ada anggota kelompok yang punya pendapat beda, akan muncul tekanan yang kuat untuk taat. Perbedaan ditekan hingga melahirkan kebisuan. Akibatnya, kelompok cenderung berpikiran sama, tidak punya pendapat berlawanan. Adanya ide-ide yang baru yang mungkin lebih baik, tidak sempat tampil. Ini lantaran ditindas oleh obsesi memelihara kekompakan.

Kegagalan invasi Amerika ke Teluk Babi Kuba tahun 1961, maupun kegagalan peluncuran pesawat ulang alik Challanger 1986 sering dijadikan sebagai contoh kasus kegagalan pemgambilan keputusan akibat adanya groupthink ini.

Hari ini, ketika interaksi antarmanusia makin beralih pada medium digital, mekanisme pembisuan ala ketiga teori di atas, masih berlaku. Malah frekuensinya lebih sering dan intensitasnya kian kerap. Media digital punya kekuatan berlipat-lipat, dibanding media konvensional, membangun pengaruh.Lagi pula, media ini dimiliki banyak kalangan, asal punya akses pada internet.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
PP 20/2026: Menambah...
PP 20/2026: Menambah Penerimaan Negara atau Menambah Beban UMKM?
Ujian Kapasitas Negara,...
Ujian Kapasitas Negara, Bukan Sekadar Kasus Korupsi
Menata Demokrasi Produktif...
Menata Demokrasi Produktif untuk Kesejahteraan Lintas Generasi
Transformasi Standar...
Transformasi Standar Nasional dan Akreditasi Pendidikan Tinggi: Kebutuhan untuk Wujudkan Merdeka Belajar
Ini Strategi Public...
Ini Strategi Public Relations Jaga Reputasi Perusahaan
Tasawuf dan Ketiadaan
Tasawuf dan Ketiadaan
Rekomendasi
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved