Pembisuan yang Membius

Jum'at, 19 Juni 2020 - 07:53 WIB
loading...
A A A
Di ruang-ruang media sosial, dapat dengan mudah disaksikan adanya kelompok-kelompok yang punya tujuan tertentu maupun beda pendapat, berwacana memanfaatkan medium gratis ini. Interaksi yang sesungguhnya wajar dan sehat. Yang disayangkan, ketika adu wacana berujung pada pembisuan. Muncul kelompok yang terpaksa harus bungkam, karena pendapatnya ditindas.

Jika diamati seksama, ada berbagai modus yang melahirkan pembisuan pendapat. Ada kelompok dengan tujuan tertentu, yang menggunakan mekanisme bahasa menyebut tujuannya mulia, sehingga harus didukung pihak lain. Sedangkan, terhadap pendapat yang berlawanan, akan disematkan tudingan dengan mekanisme bahasa pula. Sebutannya, “tak sensistif gender”, “SJW”, “pansos” dan lainnya.

Implikasinya, pihak yang beda memilih bisu ala Muted Group Theory. Ini lantaran tak nyaman dengan bahasa yang disematkan padanya. Sedangkan penggiringan opini ala Spiral of Silence, sering muncul dalam perang #tagar, tanda pagar. Mekanisme ini dipandang sehat, manakala kedua pihak mengemukakan pendapatnya secara argumentatif, dan pelakunya adalah pemilik akun organik.

Permainan jadi berubah, ketika opini mayoritas yang muncul menindas, dilakukan bots. Tampak banyak pendapat sejenis, tapi tak organik. Muncul kesan adanya dukungan mayoritas yang memaksa pemilik pendapat minoritas diam. Sedangkan upaya membangun ketaatan pada kelompok yang didasarkan kohesivitas, ala teori Groupthink, jadi bahasan akhir minggu ini. Terhadap anggota kelompok masyarakat yang beda pendapat, didisiplinkan lewat tekanan.

Entah pelaku tekanan adalah kelompok yang pendapatnya dikritisi atau pihak lain. Namun implikasinya, publik luas jadi enggan berpendapat. Harusnya diperhitungkan matang, aneka pembisuan lewat media sosial ini, mengancam terbiusnya kegairahan berpendapat. Tentu akan rugi, jika pendapat berkualitas, malah tertindas.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
Apakah Pengadilan Tengah...
Apakah Pengadilan Tengah Mengadili Metode Berpikir dr Tifa dan Roy Suryo?
Perubahan UU Pemilu:...
Perubahan UU Pemilu: Membangun Sistem Pemilu yang Demokratis, Berkeadilan, dan Berintegritas
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Dokter Tifa dan Roy...
Dokter Tifa dan Roy Suryo: Ujian bagi Kebangkitan Intelektual Publik?
Ekonomi Piala Dunia...
Ekonomi Piala Dunia dan Problem Institusi di Indonesia
Transformasi Standar...
Transformasi Standar Nasional dan Akreditasi Pendidikan Tinggi: Kebutuhan untuk Wujudkan Merdeka Belajar
Ini Strategi Public...
Ini Strategi Public Relations Jaga Reputasi Perusahaan
Tasawuf dan Ketiadaan
Tasawuf dan Ketiadaan
Rekomendasi
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
Nathalie Holscher Resmi...
Nathalie Holscher Resmi Menikah, Sule Ucapkan Selamat dan Titip Adzam
Berita Terkini
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Infografis
Profil Andi Saputra,...
Profil Andi Saputra, Hakim Ad Hoc Tipikor yang Sampaikan Dissenting Opinion Vonis Nadiem
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved