Hikmah Puasa untuk Bangsa
Sabtu, 16 April 2022 - 07:39 WIB
loading...
A
A
A
Dalam beberapa waktu terakhir, masyarakat mulai diresahkan dengan wacana penundaan pemilu atau perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode. Awalnya wacana ini dihembuskan oleh sebagian menteri atau orang-orang yang berada di lingkaran dekatnya Presiden. Padahal konstitusi sudah membatasi masa jabatan presiden hanya dua periode secara berturut-turut.
Wacana ini sangat mengganggu dan menimbulkan ketidakpastian. Mirisnya adalah, wacana ini awalnya diklaim sebagai aspirasi dari kalangan pengusaha demi kepastian usaha. Padahal wacana ini justru menimbulkan ketidakpastian, tidak hanya di dunia usaha, tapi juga dalam kehidupan masyarakat secara luas yang bisa berdampak sangat destruktif.
Adalah benar bahwa Presiden belakangan melarang menterinya untuk membicarakan tentang isu penundaan pemilu atau perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode. Bahkan presiden telah menegaskan bahwa Pemilu akan dilaksanakan pada 2024 dan tidak akan ada penambahan masa jabatan presiden atau tiga periode.
Tapi pernyataan ini bisa dibilang terlambat, mengingat kontroversi terkait masalah ini sudah dihembuskan sedemikian keras dan dilempar sedemikian jauh beserta seluruh dampaknya.
Perdamaian dan ketenteraman harus senantiasa dijaga dengan memerhatikan kepastian waktu dan aturan. Siapa pun orangnya mestinya tidak melakukan manuver apa pun terkait perpanjangan waktu atau perubahan aturan yang bisa menimbulkan ketidakpastian. Inilah semangat kebangsaan yang bisa diambil dari ibadah puasa.
Melalui kepastian waktu dan aturan yang ada, semua elemen masyarakat bisa melakukan semua aktivitas sebagaimana biasanya. Pun demikian, semua pihak juga bisa melakukan persiapan guna menyongsong hari kemenangan kebangsaan, yaitu terlaksananya pemilu 2024 yang damai sebagai upaya bersama segenap elemen bangsa untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik.
Wacana ini sangat mengganggu dan menimbulkan ketidakpastian. Mirisnya adalah, wacana ini awalnya diklaim sebagai aspirasi dari kalangan pengusaha demi kepastian usaha. Padahal wacana ini justru menimbulkan ketidakpastian, tidak hanya di dunia usaha, tapi juga dalam kehidupan masyarakat secara luas yang bisa berdampak sangat destruktif.
Adalah benar bahwa Presiden belakangan melarang menterinya untuk membicarakan tentang isu penundaan pemilu atau perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode. Bahkan presiden telah menegaskan bahwa Pemilu akan dilaksanakan pada 2024 dan tidak akan ada penambahan masa jabatan presiden atau tiga periode.
Tapi pernyataan ini bisa dibilang terlambat, mengingat kontroversi terkait masalah ini sudah dihembuskan sedemikian keras dan dilempar sedemikian jauh beserta seluruh dampaknya.
Perdamaian dan ketenteraman harus senantiasa dijaga dengan memerhatikan kepastian waktu dan aturan. Siapa pun orangnya mestinya tidak melakukan manuver apa pun terkait perpanjangan waktu atau perubahan aturan yang bisa menimbulkan ketidakpastian. Inilah semangat kebangsaan yang bisa diambil dari ibadah puasa.
Melalui kepastian waktu dan aturan yang ada, semua elemen masyarakat bisa melakukan semua aktivitas sebagaimana biasanya. Pun demikian, semua pihak juga bisa melakukan persiapan guna menyongsong hari kemenangan kebangsaan, yaitu terlaksananya pemilu 2024 yang damai sebagai upaya bersama segenap elemen bangsa untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik.
(ynt)
Lihat Juga :