Sidang ke-144 IPU, Indonesia Capai Target soal Draft Resolusi Perang Rusia-Ukraina
Senin, 21 Maret 2022 - 23:32 WIB
loading...
Ketua BKSAP DPR RI Fadli Zon mengatakan Indonesia mencapai targetnya dalam memberikan jawaban atas perang Rusia dan Ukraina di sesi debat umum dalam Sidang IPU. Foto: MPI/Jonathan Simanjuntak
A
A
A
BALI - Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon mengatakan Indonesia mencapai targetnya dalam memberikan jawaban atas perang Rusia dan Ukraina di sesi debat umum dalam Sidang Inter-Parliamentary Union (IPU). Hal ini berkaitan dengan emergency item yang diajukan untuk penyelesaian konflik perang antara kedua negara tersebut.
Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Masuk Babak Baru, Fase Paling Berbahaya
Untuk diketahui, dalam Sidang IPU terdapat tiga negara, yakni Indonesia, New Zealand, dan Ukraina yang memberikan draft resolusi konflik tersebut. Namun, resolusi dari New Zealand yang akhirnya maju untuk diajukan sebagai penyelesaian konflik Rusia dan Ukraina di Sidang Majelis ke-144 IPU.
“Misi kami tercapai, karena kami ingin memoderasi (membuat moderat). Kami sebagai tuan rumah tidak mau ini (sidang IPU) untuk mengutuk salah satu pihak,” kata Fadli Zon seusai menghadiri general debate di Bali, Senin (21/3/2022).
Rancangan resolusi New Zealand, kata Fadli Zon, mempunyai kemiripan dengan draft yang diajukan Indonesia. Pada intinya, isi draft mengajukan resolusi yang lebih lunak ketimbang draft resolusi Ukraina yang berisi mengecam perbuatan invasi.
Baca juga: Lewat Sidang IPU ke 144, Indonesia Dorong Kemerdekaan Palestina
“Jadi yang ingin kita lakukan adalah sebetulnya adalah memediasi peran parlemen untuk menjadi jembatan bagi perdamaian dan harus ada semacam dua belah pihak yang diajak bicara,” tuturnya.
Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Masuk Babak Baru, Fase Paling Berbahaya
Untuk diketahui, dalam Sidang IPU terdapat tiga negara, yakni Indonesia, New Zealand, dan Ukraina yang memberikan draft resolusi konflik tersebut. Namun, resolusi dari New Zealand yang akhirnya maju untuk diajukan sebagai penyelesaian konflik Rusia dan Ukraina di Sidang Majelis ke-144 IPU.
“Misi kami tercapai, karena kami ingin memoderasi (membuat moderat). Kami sebagai tuan rumah tidak mau ini (sidang IPU) untuk mengutuk salah satu pihak,” kata Fadli Zon seusai menghadiri general debate di Bali, Senin (21/3/2022).
Rancangan resolusi New Zealand, kata Fadli Zon, mempunyai kemiripan dengan draft yang diajukan Indonesia. Pada intinya, isi draft mengajukan resolusi yang lebih lunak ketimbang draft resolusi Ukraina yang berisi mengecam perbuatan invasi.
Baca juga: Lewat Sidang IPU ke 144, Indonesia Dorong Kemerdekaan Palestina
“Jadi yang ingin kita lakukan adalah sebetulnya adalah memediasi peran parlemen untuk menjadi jembatan bagi perdamaian dan harus ada semacam dua belah pihak yang diajak bicara,” tuturnya.
Lihat Juga :