Sebanyak 139 Laboratorium Telah Aktif Lakukan Pemeriksaan Spesimen COVID-19
Selasa, 16 Juni 2020 - 13:06 WIB
loading...
Selama tiga bulan masa pandemi COVID-19, kini sebanyak 139 laboratorium telah aktif melakukan pemeriksaan spesimen untuk mencari kasus positif. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pemeriksaan spesimen untuk mencari kontak tracing kasus positif COVID-19 terus masif dilakukan. Selama tiga bulan masa pandemi COVID-19, kini sebanyak 139 laboratorium telah aktif melakukan pemeriksaan spesimen untuk mencari kasus positif.
Plt Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan, dr Abdul Kadir menceritakan awal pandemi COVID-19 pada bulan Maret lalu hanya empat laboratorium yang difungsikan. (Baca juga: Terus Bertambah, 680 WNI di Luar Negeri Sembuh COVID-19)
“Jadi memang di awal-awal kasus itu pada bulan-bulan Maret ya, awal bulan Maret itu kita cuma mengoperasionalkan empat, hanya 4 laboratorium di awal,” ujar diskusi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Graha BNPB, Jakarta, Selasa (16/6/2020).
Empat laboratorium tersebut adalah di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Laboratorium Universitas Airlangga (UNAIR), dan Laboratorium Mikrobiologi Universitas Indonesia. “Jadi salah satunya itu adalah Badan Litbangkes, kemudian Eijkman, kemudian di Surabaya UNAIR dengan ada satu, dan kalau tidak salah ada di Mikrobiologi UI. Jadi memang empat ini memang cuma untuk mendeteksi lebih awal tentang adanya virus COVID-19 seperti itu,” jelas Abdul.
Namun demikian, kata Abdul, di dalam perkembangannya ternyata terjadi eskalasi peningkatan jumlah kasus COVID-19 begitu cepat. Sehingga Menteri Kesehatan mengeluarkan lagi instruksi Permenkes baru dan pada saat itu ditunjuk sebanyak 44 laboratorium.
Plt Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan, dr Abdul Kadir menceritakan awal pandemi COVID-19 pada bulan Maret lalu hanya empat laboratorium yang difungsikan. (Baca juga: Terus Bertambah, 680 WNI di Luar Negeri Sembuh COVID-19)
“Jadi memang di awal-awal kasus itu pada bulan-bulan Maret ya, awal bulan Maret itu kita cuma mengoperasionalkan empat, hanya 4 laboratorium di awal,” ujar diskusi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Graha BNPB, Jakarta, Selasa (16/6/2020).
Empat laboratorium tersebut adalah di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Laboratorium Universitas Airlangga (UNAIR), dan Laboratorium Mikrobiologi Universitas Indonesia. “Jadi salah satunya itu adalah Badan Litbangkes, kemudian Eijkman, kemudian di Surabaya UNAIR dengan ada satu, dan kalau tidak salah ada di Mikrobiologi UI. Jadi memang empat ini memang cuma untuk mendeteksi lebih awal tentang adanya virus COVID-19 seperti itu,” jelas Abdul.
Namun demikian, kata Abdul, di dalam perkembangannya ternyata terjadi eskalasi peningkatan jumlah kasus COVID-19 begitu cepat. Sehingga Menteri Kesehatan mengeluarkan lagi instruksi Permenkes baru dan pada saat itu ditunjuk sebanyak 44 laboratorium.
Lihat Juga :