Pandemi vs Endemi

Kamis, 10 Maret 2022 - 13:54 WIB
loading...
A A A
Bila jumlah kasus sudah stabil, seperti pada endemi, apakah itu artinya kehidupan manusia sudah akan aman? Jawabannya, tidak mesti iya. Stabilnya jumlah kasus bukan berarti kasus dan kematian sudah tidak ada atau sudah sangat minim. Influenza, tuberkulosis, dan malaria adalah contoh tiga penyakit endemi. Ketiga penyakit ini telah bersirkulasi lama dalam kehidupan manusia, tetapi tetap tidak hilang-hilang. Mereka telah menjadi bagian kehidupan manusia. Dilematisnya, bahkan belum ada tanda-tanda penyakit-penyakit ini “melunak”. Mereka bahkan menjadi beban kronis sistem kesehatan. Tuberkulosis, misalnya, walaupun sifatnya endemi, tetap membunuh 1,5 juta orang pada 2018. Angka ini lebih tinggi daripada kematian kecelakaan lalu lintas global yang berkisar 1,3 juta per tahun. Penyakit endemi lain, yaitu malaria, pada tahun yang sama menginfeksi 228 juta orang dan menyebabkan 405.000 kematian. Influenza sendiri pada tingkat global menyebabkan 250-500.000 kematian per tahun. Pesan yang disampaikan jelas bahwa berubahnya status pandemi menjadi endemi bukan jaminan kasus dan kematian akan menjadi sangat minim atau bahkan tidak ada.

Bila Covid-19 menjadi endemi, bagaimana magnitude kasus dan kematiannya? Jujur, sulit memprediksinya karena virus Covid-19 bersifat novel dan terlalu banyak determinannya. Sebagian ahli memprediksi dan berharap magnitude-nya paling tinggi menyerupai influenza; jangan melebihi influenza. Saat ini, influenza menyebabkan 3-5 juta kasus berat dan 300-600.000 kematian setiap tahun. Di Amerika saja, 9-41 juta orang terserang influenza dan 12-52.000 orang meninggal setiap tahun. Secara kasar, angka kejadian influenza 3-11% dan angka kefatalannya 0,04%-0,09%. Dibandingkan dengan influenza, angka kefatalan Covid-19 saat ini masih lebih tinggi, yaitu 0,4%. Namun, dari hari ke hari, angka kefatalan ini terus menurun dan diprediksi akan menyamai angka kefatalan influenza, paling tidak 0,04%. Artinya, dari 10.000 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19, yang meninggal empat orang. Penurunan ke level ini hanya bisa terjadi kalau penanganan efektif terus dilakukan, termasuk vaksinasi. Ini juga menjadi salah satu alasan kenapa booster vaksin diperlukan. Angka kefatalan ingin terus diperendah, meski status Covid-19 telah menjadi endemi.

Kapankah status endemi akan terjadi? Salah satu patokannya adalah jumlah kasus yang sudah merendah dan stabil. Saat ini, laju kasus global adalah 187 per 1 juta penduduk, jauh lebih rendah dari laju puncak Omicron, yaitu 435 per 1 juta penduduk. Namun, ini bukan berarti kita telah memasuki endemi. Apalagi, profil saat ini masih jauh lebih tinggi dari gelombang-gelombang sebelumnya, yaitu saat laju kasus bervariasi 83-104 per 1 juta penduduk. Untuk disebut endemi, laju kasus harus lebih rendah dari profil ini dan bertahan stabil. Makanya, cukup mengherankan apabila ada pemimpin negara yang dengan confident menyatakan negaranya telah memasuki endemi hanya karena kasus Covid-19 negaranya menurun pasca-Omicron. Hingga saat ini, belum ada satu negara dan belahan dunia mana pun yang status Covid-19-nya telah menjadi endemi. Pandemi jelas bergerak menuju pandemi; tetapi kapan point of endemic terjadi, kita belum tahu. WHO punya kriteria objektif dan merupakan otoritas yang layak mengumumkan perubahan status pandemi menjadi endemi. Kita tunggu saja keputusan WHO sambil terus berselancar dengan protokol kesehatan dan vaksinasi.



(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sikapi Penyakit Super...
Sikapi Penyakit Super Flu di Indonesia, Menkes: Tak Mematikan seperti Covid-19
Covid-19 Jadi Endemi,...
Covid-19 Jadi Endemi, Kemenkes Imbau Masyarakat Berperilaku Hidup Sehat
Berikut Sejumlah Peran...
Berikut Sejumlah Peran Pemerintah Usai Pandemi Covid-19
Jokowi Terbitkan Keppres...
Jokowi Terbitkan Keppres Cabut Status Pandemi Covid-19
Status Pandemi Dicabut,...
Status Pandemi Dicabut, Menko PMK: Satgas Covid-19 Otomatis Bubar
Status Pandemi Dicabut,...
Status Pandemi Dicabut, Pemerintah Tetap Jamin Vaksinasi dan Pengobatan Pasien Covid-19
Jangan Anggap Sepele!...
Jangan Anggap Sepele! Flu Singapura pada Anak Bisa Picu Radang Otak dan Kelumpuhan
Kasus Influenza Masih...
Kasus Influenza Masih Jadi Tantangan, Akses Vaksinasi Harus Diperluas
Waspada Musim Hujan,...
Waspada Musim Hujan, Ini 5 Penyakit yang Kerap Mengintai Masyarakat
Rekomendasi
Erin Wartia Ungkap Alasan...
Erin Wartia Ungkap Alasan Ganti Sunan Kalijaga, Kecewa Kasusnya Dialihkan
ARMY Siap-Siap! Tiket...
ARMY Siap-Siap! Tiket Konser Comeback BTS di Jakarta Mulai Dijual Juni Ini
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
Berita Terkini
Tutup P3N 27, Gubernur...
Tutup P3N 27, Gubernur Lemhannas Tegaskan Pemimpin Nasional Harus Berintegritas, Adaptif, dan Visioner
Jejak Uang Rp366,7 Miliar...
Jejak Uang Rp366,7 Miliar ke Pegawai Imipas Bongkar Dugaan Pemerasan oleh Silmy Karim
Kejagung Tak Sita Motor...
Kejagung Tak Sita Motor Listrik Kasus Dugaan Korupsi di Badan Gizi Nasional, Ini Alasannya
Dadan Hindayana Cs Korupsi...
Dadan Hindayana Cs Korupsi Tata Kelola MBG, Noel: Memprihatinkan
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan 112 DIM RUU Polri ke Komisi III DPR
Dharma Pongrekun Minta...
Dharma Pongrekun Minta MK Kaji Ulang UU Kesehatan Demi Jaga Kedaulatan Bangsa
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved