Pelabelan Korban Kekerasan Seksual Ditinjau dari Psikologi Sosial

Kamis, 24 Februari 2022 - 14:33 WIB
loading...
A A A
Selain itu, Agusno (2011) (Purnama dkk, 2016: 30-31) menyatakan akar permasalahan pada kesehatan mental berasal dari tiga inti pokok yakni pemahaman masyarakat tentang gangguan jiwa, stigma mengenai gangguan jiwa yang berkembang di masyarakat, serta tidak meratanya pelayanan kesehatan mental. Dalam arti, selama akar permasalahan belum selesai maka isu kesehatan mental akan selalu menjadi isu utama global. Kemudian di sisi lain terciptanya penilaian sosial dari lingkaran ruang lingkup membuat mereka yang ingin memeriksakan dirinya timbul rasa cemas dan takut akan labelisasi 'gila' yang
diberikan oleh lingkaran tersebut yakni significant others, peer group-nya. Ini juga yang membuat kekerasan seksual menjadi sangat sulit untuk diungkap dan ditangani, karena salah satu alasannya adalah sering dikaitkan dengan konsep moralitas masyarakat yang telah terbentuk.

Pengaruh faktor lingkungan dapat mengubah perilakunya sehingga, fenomena ini disebut sebagai psikologi sosial yang dijelaskan oleh Nurrachman (2008) (Soeparno, 2011: 18) bahwa pengakuan terhadap perilaku individu secara kritis dipengaruhi oleh apa yang terjadi di luar diri dalam lingkungannya. Psikologi sosial berfokus pada individu dan bagaimana kontribusi lingkungan, serta bagaimana hal tersebut merupakan hasil bentukan lingkungannya. Di sini juga, saat proses seseorang ingin melakukan pemulihan dirinya maka faktor lingkungan menjadi supporting system-nya. Apabila lingkungannya tidak mendukung maka sifat dasar diri kita yang melakukan komparasi sosial ketika melakukan interaksi komunikasi antara diri kita dengan orang di luar diri akan memengaruhi dalam proses pemulihan tersebut yang nantinya memengaruhi juga proses pembentukan konsep diri yang cenderung negatif.

Oleh karena itu, tindakan kekerasan seksual yang dialami para korban sangat berakibat buruk tidak hanya pada organ reproduksinya secara fisik namun juga dapat menimbulkan gangguan baik kondisi psikis dan mental dari korban. Adanya labelisasi yang terbentuk dari penilaian sosial masyarakat terhadap diri korban inilah yang juga mengakibatkan mereka enggan untuk membuka diri terhadap apa yang dialaminya. Dengan arti, labelisasi menyebabkan tekanan sosial yang tinggi, sehingga korban menghadapi banyak tekanan dari berbagai aspek. Perspektif orang terdekat serta masyarakat melalui reflected appraisal memengaruhi self-disclosure yang dimiliki korban. Sedangkan pelaku yang melakukannya dari perspektif psikoanalisis Freud yakni dalam konsepnya manusia memiliki dorongan seksual dalam Id, merupakan hal yang bergerak berdasarkan prinsip kesenangan. Jika, dorongan Id yang lebih dominan maka Ego dan Superego cenderung mengikuti yang diinginkan oleh Id-nya. Condongnya hal tersebut karena faktor personal yakni pola asuh dan bagaimana lingkungan memperlakukannya, sehingga akan mengganggu internal diri si pelaku untuk melakukannya tanpa berpikir apa dampak yang akan dialami oleh si korban.

Berikut ringkasan mind mapping terkait dengan labelisasi terhadap penyintas kekerasan dan pelecehan seksual (Putri & Dyah, 2021: 23):

Pelabelan Korban Kekerasan Seksual Ditinjau dari Psikologi Sosial

Tangkapan layar/Istimewa
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Analisa Hukum Putusan...
Analisa Hukum Putusan Perkara Nadiem Makarim
HUT Bhayangkara: Mampukah...
HUT Bhayangkara: Mampukah Polri Melindungi Kritik Tanpa Mengkriminalisasi Warga?
Bumi Eropa Membara,...
Bumi Eropa Membara, Dunia Memilih Bisu: Pelajaran dari Gelombang Panas yang Tak Lagi Anomali
Histeria Ojol dan Kerentanan...
Histeria Ojol dan Kerentanan Ekstrem Pekerja 'Gig Economy'
B50: Strategi Diplomasi...
B50: Strategi Diplomasi Sawit Berkelanjutan
Narkoba, Masa Depan...
Narkoba, Masa Depan Bangsa, dan Kerja Sama Internasional
Kasus Penyekapan di...
Kasus Penyekapan di Bandung, Pakar IPB Jelaskan Coercive Control dan Dampaknya pada Korban
KOPRI PB PMII Desak...
KOPRI PB PMII Desak Polisi Tuntaskan Kasus Dugaan Pemerkosaan di Maluku Utara
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
Rekomendasi
BMKG Operasikan Radar...
BMKG Operasikan Radar Laut Canggih di Sumatera, Percepat Peringatan Dini Tsunami
Akankah Pemimpin Tertinggi...
Akankah Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Hadiri Pemakaman Ayahnya?
Warga Pertanyakan Perubahan...
Warga Pertanyakan Perubahan Aliran Kali Cikokol dan Luas Taman Potret
Berita Terkini
Menyambut Modi, Mengingat...
Menyambut Modi, Mengingat Janji Pluralisme India
Pengadaan Gembok Lapas...
Pengadaan Gembok Lapas Rp92,5 M, Ditjenpas: Bukan Gembok Biasa dan Dirancang Khusus
PM India Akan ke Indonesia...
PM India Akan ke Indonesia Bertemu Prabowo, Bahas Ketahanan Pangan hingga Pertahanan
FSP BUMN Bersatu Sebut...
FSP BUMN Bersatu Sebut Gelombang PHK Cerminkan Persoalan Struktural Ekonomi Nasional
BMKG: 48,9% Wilayah...
BMKG: 48,9% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, Puncaknya Juli-September 2026
Retorika Visual Diplomasi...
Retorika Visual Diplomasi Prabowo dan Lukashenko
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved