Hasrat Cak Imin, NU, dan Dilema Pilpres 2024
Selasa, 22 Februari 2022 - 07:45 WIB
loading...
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Foto/Dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Nahdlatul Ulama (NU) di bawah kepemimpinan Yahya Cholil Staquf ( Gus Yahya ) membuat hubungan NU dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) nampak renggang. Hal itu nampak jelas sejak pelantikan Gus Yahya dan pengurus PBNU lainnya pada 31 Januari 2022 di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) yang tidak dihadiri oleh Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar ( Cak Imin ).
Gus Yahya pun menyampaikan kejengkelannya terhadap deklarasi dukungan NU Jawa Timur (Jatim) kepada Cak Imin sebagai calon presiden (capres) 2024, sampai yang terakhir Cak Imin mengkritik kebijakan biaya haji 2022 Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas yang merupakan adik Gus Yahya sekaligus kader PKB.
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno juga melihat bahwa kepengurusan PBNU yang baru tidak menguntungkan bagi PKB maupun Cak Imin. Karena, NU secara struktural mengharamkan untuk mendukung hal-hal yang bersifat politik elektoral, termasuk capres.
Baca juga: Cak Imin Klaim Sering Ditanya Jokowi soal Perkembangan Nyapres
“Iya, PBNU yang baru ini dalam banyak hal memang tidak menguntungkan bagi PKB dan Cak Imin, karena NU secara struktural mengharamkan dukung-mendukung urusan politik,” kata Adi saat dihubungi, Senin (21/2/2022).
Gus Yahya pun menyampaikan kejengkelannya terhadap deklarasi dukungan NU Jawa Timur (Jatim) kepada Cak Imin sebagai calon presiden (capres) 2024, sampai yang terakhir Cak Imin mengkritik kebijakan biaya haji 2022 Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas yang merupakan adik Gus Yahya sekaligus kader PKB.
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno juga melihat bahwa kepengurusan PBNU yang baru tidak menguntungkan bagi PKB maupun Cak Imin. Karena, NU secara struktural mengharamkan untuk mendukung hal-hal yang bersifat politik elektoral, termasuk capres.
Baca juga: Cak Imin Klaim Sering Ditanya Jokowi soal Perkembangan Nyapres
“Iya, PBNU yang baru ini dalam banyak hal memang tidak menguntungkan bagi PKB dan Cak Imin, karena NU secara struktural mengharamkan dukung-mendukung urusan politik,” kata Adi saat dihubungi, Senin (21/2/2022).
Lihat Juga :