Pemerintah Akui Tes Massal Covid-19 di Indonesia Masih Rendah
Minggu, 14 Juni 2020 - 07:17 WIB
loading...
Tes swab yang dilakukan terhadap penumpang Commutter line di Stasiun Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Foto/ANTARA
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah mengakui tes massal virus Corona (Covid-19) di Indonesia masih rendah. Menurut catatannya, rasio pemeriksaan yang mampu dilakukan yaitu 1.752 tes per 1 juta penduduk.
“Memang secara keseluruhan kalau menghitung seluruh wilayah Tanah Air, tes kita masih rendah, yaitu 1.752 tes per 1 juta penduduk,” kataJuru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Ahmad Yurianto dalam konferensi pers di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Sabtu 13 Juni 2020. dalam konferensi pers secara daring di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Sabtu 13 Juni 2020.
Namun, Yuri menegaskan angka itu tidak bisa dijadikan kesan bahwa pemerintah tidak serius dalam menangani kasus Covid-19.
Menurut dia, hal itu berdasarkan kondisi Indonesia yang terdiri atas banyak kepulauan dan wilayah yang cukup luas. “Banyak wilayah yang cukup luas dengan kepadatan dan risiko mobilitas orang dengan faktor pembawa penyakit cukup besar yang sangat berbeda,” tuturnya.(Baca juga: Jumlah Positif Bertambah, 5 Provinsi Ini Sumbang Kasus Corona Baru Terbanyak )
Bila dibandingkan antara Jakarta dan negara lain, perbandingan tes jauh lebih tinggi karena tingkat ancaman epidemologisnya yang berbeda. Misalnya, di DKI Jakarta sebagai episentrum kasus Covid-19, jumlah tes per 1 juta penduduk adalah 17.954 orang.
“Memang secara keseluruhan kalau menghitung seluruh wilayah Tanah Air, tes kita masih rendah, yaitu 1.752 tes per 1 juta penduduk,” kataJuru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Ahmad Yurianto dalam konferensi pers di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Sabtu 13 Juni 2020. dalam konferensi pers secara daring di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Sabtu 13 Juni 2020.
Namun, Yuri menegaskan angka itu tidak bisa dijadikan kesan bahwa pemerintah tidak serius dalam menangani kasus Covid-19.
Menurut dia, hal itu berdasarkan kondisi Indonesia yang terdiri atas banyak kepulauan dan wilayah yang cukup luas. “Banyak wilayah yang cukup luas dengan kepadatan dan risiko mobilitas orang dengan faktor pembawa penyakit cukup besar yang sangat berbeda,” tuturnya.(Baca juga: Jumlah Positif Bertambah, 5 Provinsi Ini Sumbang Kasus Corona Baru Terbanyak )
Bila dibandingkan antara Jakarta dan negara lain, perbandingan tes jauh lebih tinggi karena tingkat ancaman epidemologisnya yang berbeda. Misalnya, di DKI Jakarta sebagai episentrum kasus Covid-19, jumlah tes per 1 juta penduduk adalah 17.954 orang.
Lihat Juga :