Mangkuk Merah, Rohana, dan Imlek

Rabu, 02 Februari 2022 - 15:24 WIB
loading...
A A A
Idealnya bangsa Indonesia kini beranjak pada tahap kompromi akan perbedaan, pascadisadari bahwa perbedaan akan selalu ada. Dalam kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular dijelaskan bahwa sebuah bangsa yang kuat dan beradab harus dapat menyikapi setiap perbedaan dengan kompromi guna mengoptimalkan setiap potensi.

Kesadaran Kolektif
Kesadaran kolektif yang terbentuk akan satu dalam perbedaan semakin meneguhkan masyarakat bahwa manusia bukan serigala bagi manusia lainnya. Iris Murdoch (1976), menyebutkan bahwa memanusiakan adalah menerima semua perbedaan yang ada tanpa prasangka buruk. Memanusiakan artinya menggeser paradigma keseragaman pada keragaman. Bangsa Indonesia perlu mengembalikan perspektif bermasyarakat, berbangsa dan bernegara pada paradigma membangun bangsa berdasarkan keragaman, sebagaimana semboyan Bhineka Tunggal Ika.

Guna menjaga NKRI maka seluruh bangsa, utamanya para elite perlu menggunakan politik teduh dalam mengelola bangsa ini. James Collins (1952), seorang politikus Amerika dalam bukunya The Existentialists: a Critical Study menjelaskan makna politik teduh adalah adanya kesadaran kolektif dalam menyikapi keragaman sehingga relasi antarmanusia menuju pada patron saling memanusiakan. Peradaban yang baik ditandai dengan relasi yang memanusiakan antarmanusia. Tidak ada perasaan terancam akan adanya perbedaan.

Kesadaran kolektif yang melibatkan seluruh komponen bangsa akan dapat membawa bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik. Jika kesadaran kolektif untuk dapat menerima dan mengelola perbedaan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat maka artinya, secara kontekstual, tumbuh jiwa nasionalisme berupa kesadaran bahwa di tengah perbedaan tetap ada keteguhan sikap untuk saling memanusiakan. Sehingga dengan itu dapat terwujud kehidupan bermasyarakat yang damai.

Selamat merayakan Tahun Baru Imlek 2022.
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Antara “One China...
Antara One China Policy dan Dua Realitas Politik
Pengaruh Asing Dinilai...
Pengaruh Asing Dinilai Menguat, Komunitas Tionghoa Imbau Kedepankan Keindonesiaan
Perayaan Natal Nasional...
Perayaan Natal Nasional 2025: Merawat Kebhinekaan dan Moderasi lewat Keteladanan
Aspertina: Solidaritas...
Aspertina: Solidaritas Antar Etnik Efektif Tangkal Upaya Pemecahbelahan Bangsa
Cap Go Meh Gala Feast...
Cap Go Meh Gala Feast Hidupkan Warisan Peranakan di House of Tugu Jakarta
Bangun Museum Peranakan...
Bangun Museum Peranakan Tionghoa di Glodok, Pramono: Bakal Terintegrasi dengan MRT
Unik dan Sarat Makna,...
Unik dan Sarat Makna, Masjid Tjia Kaang Hoo Hadir dengan Nuansa Tionghoa di Jakarta Timur
Rekomendasi
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
DBL Indonesia Lepas...
DBL Indonesia Lepas Tim ke Amerika Serikat, Musim 2026-2027 Digelar di 31 Kota
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
Berita Terkini
Kisah Haru Anak Kuli...
Kisah Haru Anak Kuli Bangunan Dilantik Presiden Prabowo Jadi Perwira TNI di Istana
Fiscal Dominance dan...
'Fiscal Dominance' dan Depresiasi Rupiah
Amanat Lengkap Presiden...
Amanat Lengkap Presiden Prabowo di Upacara Prasetya Perwira TNI-Polri Tahun 2026
Jenderal Agus Subiyanto...
Jenderal Agus Subiyanto Pastikan TNI Siap Dukung Swasembada Beras
PN Jakarta Selatan Tunda...
PN Jakarta Selatan Tunda Sidang Praperadilan Roy Suryo Jilid 3 Pekan Depan
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan Jilid 3 Roy Suryo Digelar di PN Jakarta Selatan Hari Ini
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved