Pengaruh Asing Dinilai Menguat, Komunitas Tionghoa Imbau Kedepankan Keindonesiaan

Senin, 02 Maret 2026 - 21:27 WIB
loading...
Pengaruh Asing Dinilai...
Ketua FSI Johanes Herlijanto, Sekretaris Aspertina Budiman Tanah Djaya, Direktur Komunikasi dan Kajian Strategis Gentala Institute Christine Susanna Tjhin, Dosen President University M Farid, dan Peneliti Utama BRIN Thung Julan di Jakarta. Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Meski merupakan keturunan dari para pendatang yang berasal dari daratan Tiongkok , orang-orang Tionghoa di Indonesia telah mengalami proses adaptasi dan akulturasi dengan masyarakat yang berlatar belakang etnik lain di Nusantara selama ratusan tahun.

Karenanya, kebudayaan yang berkembang dalam masyarakat Tionghoa di Indonesia memiliki khas keindonesiaan, sehingga tidak bisa dianggap sama dengan budaya yang berkembang di daratan Tiongkok. Identitas entik dari orang Tionghoa Indonesia pun berbeda bukan hanya dari orang-orang di daratan Tiongkok, tetapi bahkan dari kelompok Tionghoa yang berasal dari negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Dari segi politik, orang-orang Tionghoa telah memilih menjadi Indonesia dan oleh karenanya memiliki identitas nasional Indonesia. Pilihan ini merupakan sebuah keputusan politik yang disertai komitmen kuat mewujudkan pilihan menjadi bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Tionghoa Indonesia Tak Sama dengan Migran Baru Asal Tiongkok

Karenanya, di tengah derasnya pengaruh asing dari berbagai penjuru, termasuk dari Barat dan Tiongkok, Tionghoa diimbau tetap mengedepankan keindonesiaan baik sebagai wujud nasionalisme maupun dalam aspek budaya.

Pandangan di atas menjadi kesimpulan dalam acara menyambut Imlek yang diselenggarakan secara bersama oleh Asosiasi Peranakan Tionghoa Indonesia (Aspertina), Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia (IPTI), serta kelompok lintas etnis yang melakukan kajian mengenai hubungan Indonesia Tiongkok dan masyarakat Tionghoa Indonesia, Forum Sinologi Indonesia (FSI).

Acara berjudul “Imlek 2026: Ketionghoaan dalam Bingkai Budaya Indonesia” itu menghadirkan beberapa tokoh Tionghoa, peneliti, dan akademisi terkemuka yakni Dr Thung Julan, alumni jurusan Sinologi Universitas Indonesia yang kini bertugas sebagai peneliti senior di Badan Riset dan Inovasi Negara (BRIN); Christine Susanna Tjhin, pendiri dan direktur komunikasi strategis dan penelitian Gentala Institute; serta Budiman Tanah Djaya, sekretaris Aspertina.

Bertindak sebagai moderator dalam acara tersebut adalah Muhammad Farid, dosen Hubungan Internasional President University yang juga Sekretaris FSI.

Pemerhati Tiongkok dan masyarakat Tionghoa di Indonesia yang juga Ketua Forum Sinologi Indonesia (FSI) Johanes Herlijanto mengutip tulisan akademisi kenamaan asal Singapura Profesor Wang Gungwu yang menyatakan Tionghoa di luar Tiongkok memiliki kemampuan untuk selalu beradaptasi dengan masyarakat setempat.

Dosen Magister Ilmu Komunikasi (MIKOM) Universitas Pelita Harapan (UPH) itu juga menggarisbawahi pandangan bahwa Tionghoa Indonesia perlu memosisikan diri sebagai Indonesia dalam hubungan dengan pihak-pihak luar. “Sepanjang sejarah, Tionghoa sudah mengambil posisi tersebut, dan telah mengedepankan keindonesiaan baik dalam aspek budaya maupun identitas politik mereka,” ujar Johanes, Senin (2/3/2026).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
UMB Perkuat Diplomasi...
UMB Perkuat Diplomasi Kreatif Indonesia-Tiongkok, Pamerkan 100 Karya Desain Merek Inovatif
Ray Rangkuti Singgung...
Ray Rangkuti Singgung Indonesia Masih di Level Ikut-ikutan dalam Politik Luar Negeri
Macron Puji Prabowo...
Macron Puji Prabowo Punya Sikap Tegas dan Berani Dukung Kemerdekaan Palestina
Hadapi Dominasi China...
Hadapi Dominasi China Dalam Ranah Digital, Indonesia Diimbau Waspadai Risiko Ketergantungan
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Rekomendasi
Atletik Indonesia Bersinar...
Atletik Indonesia Bersinar di Filipina, Emilia Nova Sumbang Emas dan 2 Perak untuk Merah Putih
10 Pertandingan Terbaik...
10 Pertandingan Terbaik dalam Sejarah Piala Dunia: Ada Tangan Tuhan Maradona hingga Magis Messi
Piala Dunia 2026, Spanyol...
Piala Dunia 2026, Spanyol Ditahan Imbang Tim Gurem Cape Verde di Babak Pertama
Berita Terkini
Akui Program Pemerintah...
Akui Program Pemerintah Banyak Kekurangan, Wapres Gibran: Kita Perbaiki Bersama
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
BGN Evaluasi Insentif...
BGN Evaluasi Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari
Istana Wapres Sebut...
Istana Wapres Sebut Tidak Ada Kesepakatan soal Tenggat Waktu Realisasikan Tuntutan Mahasiswa
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
BGN Pastikan Anggaran...
BGN Pastikan Anggaran MBG Dikurangi, Ini Alasannya
Infografis
Ratusan Mahasiswa Asing...
Ratusan Mahasiswa Asing Berbakat Terancam Kehilangan Masa Depan di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved