Kemenag Ajak Dai Dakwah lewat Medsos

Senin, 24 Januari 2022 - 06:45 WIB
loading...
Kemenag Ajak Dai Dakwah lewat Medsos
Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin mengajak pada dai untuk berdakwah secara aktif dan intensif di media sosial. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin mengajak pada dai untuk berdakwah bukan hanya melalui masjid dan majelis-majelis taklim, melainkan terlibat aktif dan intensif berdakwah di media sosial (medsos).

Hal ini disampaikannya dalam Multaqa Duat Nasional dan Wisuda Akbar Standarisasi Dai MUI Angkatan IV sampai X yang bertajuk: Peningkatan Kualitas Dakwah untuk Mewujudkan Khaira Ummah Komisi Dakwah MUI 2022, Minggu 23 Januari 2022 secara daring.

"Jadi, lebih dari 50% anak-anak Indonesia itu berumur di bawah 40 tahun dan semua ini menggunakan instrumen media sosial untuk berkomunikasi dan berinteraksi,"ujar Amin dikutip dalam laman resmi MUI, Senin,(24/1/2022).

Baca juga: Kejar Target Dai Kompeten, MUI Kembali Gelar Standardisasi Penceramah

Kammaruddin melihat demografi Indonesia kini dipenuhi oleh penduduk berusia 40 tahun ke bawah yang secara aktif menggunakan media sosial. Dengan rincian anak milenial yang lahir dari 1980 sampai 1996 berjumlah 25%, dan generasi Z yang lahir dari 1997 sampai 2012 berjumlah 26%.

Sehingga, menurutnya tidak ada alasan bagi para mubaligh untuk tidak terlibat dan menjangkau mereka melalui media sosial. Kammaruddin berharap, para mubaligh yang telah distandardisasi oleh MUI ini bisa memainkan peran yang sentral dan fundamental dalam melihat, memahami, dan mengawal potensi besar ini.



Baca juga: Menag Yaqut Kukuh Gelar Sertifikasi Penceramah, Gandeng NU-Muhammadiyah

"Karena kalau tidak, maka otoritas keagamaan akan direbut oleh mereka yang belum tentu memiliki paham keagamaan seluas dan semendalam seperti bapak ibu sekalian,"ujarnya.

Pada kesempatan itu, Kammaruddin juga mengatakan Kemenag turut berupaya meningkatkan kompetensi penceramah agama dengan muatan kontennya mengenai wawasan kebangsaan dan moderasi beragama yang bekerja sama dengan Lemhanas, BPIP, dan MUI.

Untuk itu, kata Kammaruddin, pemerintah dan ormas-ormas Islam khususnya MUI diharapkan bisa mendesain konten ceramah di media sosial agar bisa dirasakan oleh masyarakat. Pasalnya kini para penceramah yang diminati oleh masyarakat adalah mereka yang rajin dan intensif hadir mengisi ruang-ruang spiritualitas di media sosial.

“Jadi, materi kita tidak berisi atau berorientasi pada ibadah mahdloh atau akhirat saja yang sangat penting sekali. Tetapi bagaimana Islam, bagaimana ajaran agama ini bisa mengajak masyarakat untuk terlibat serta berkontribusi dalam kehidupan,” tuturnya.

(cip)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2978 seconds (11.252#12.26)