Kenapa Video Anggota DPR Terima Amplop Cokelat saat Rapat Bareng Pertamina Bikin Heboh Publik?
Kamis, 13 Maret 2025 - 13:55 WIB
loading...
Video anggota Komisi VI DPR Herman Khaeron menerima sebuah amplop cokelat saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama jajaran Direksi PT Pertamina (Persero) pada Selasa (11/3/2025) viral di media sosial. Foto/TV Parlemen
A
A
A
JAKARTA - Video anggota Komisi VI DPR Herman Khaeron menerima sebuah amplop cokelat saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama jajaran Direksi PT Pertamina (Persero) pada Selasa (11/3/2025) viral di media sosial. Potongan video tersebut bikin heboh publik meski Herman maupun sejumlah anggota DPR lainnya sudah buka suara.
Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus memahami video tersebut bikin heboh publik. “Lagian sedang rapat kok malah tanda tangan amplop. Saya kira sih akarnya itu pada sensitivitas publik terhadap persoalan korupsi,” ujar Lucius kepada SindoNews, Kamis (13/3/2025).
Sebab, kata Lucius, DPR menjadi satu dari sekian lembaga yang dianggap dekat dengan praktik korupsi. “Nah, sensitivitas itu lalu begitu cepat merespons ketika menonton cuplikan video tadi. Aksi memberikan tanda tangan lalu mengambil amplop dari map bisa dimaknai macam-macam,” tuturnya.
Baca juga: Viral Anggota DPR Terima Amplop Cokelat saat Rapat Bareng Direksi Pertamina, Ini Faktanya
Apalagi, lanjut Lucius, aksi itu terjadi ketika DPR melakukan rapat dengan Pertamina yang isu utamanya juga soal korupsi di Pertamina. “Mudah sekali menghubungkan amplop itu dengan rapat yang sedang berlangsung,” jelasnya.
Menurut Lucius, klarifikasi Komisi VI DPR yang mengatakan bahwa amplop dan tanda tangan itu terkait surat perintah perjalanan dinas atau SPPD tak menghilangkan kecurigaan publik. Karena publik tak disuguhkan dengan bukti surat apa yang ditandatangani anggota saat itu.
Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus memahami video tersebut bikin heboh publik. “Lagian sedang rapat kok malah tanda tangan amplop. Saya kira sih akarnya itu pada sensitivitas publik terhadap persoalan korupsi,” ujar Lucius kepada SindoNews, Kamis (13/3/2025).
Sebab, kata Lucius, DPR menjadi satu dari sekian lembaga yang dianggap dekat dengan praktik korupsi. “Nah, sensitivitas itu lalu begitu cepat merespons ketika menonton cuplikan video tadi. Aksi memberikan tanda tangan lalu mengambil amplop dari map bisa dimaknai macam-macam,” tuturnya.
Baca juga: Viral Anggota DPR Terima Amplop Cokelat saat Rapat Bareng Direksi Pertamina, Ini Faktanya
Apalagi, lanjut Lucius, aksi itu terjadi ketika DPR melakukan rapat dengan Pertamina yang isu utamanya juga soal korupsi di Pertamina. “Mudah sekali menghubungkan amplop itu dengan rapat yang sedang berlangsung,” jelasnya.
Menurut Lucius, klarifikasi Komisi VI DPR yang mengatakan bahwa amplop dan tanda tangan itu terkait surat perintah perjalanan dinas atau SPPD tak menghilangkan kecurigaan publik. Karena publik tak disuguhkan dengan bukti surat apa yang ditandatangani anggota saat itu.
Lihat Juga :