Jangan Tunggu sampai Omicron Meledak
Kamis, 20 Januari 2022 - 14:13 WIB
loading...
A
A
A
Hal yang lebih mengkhawatirkan adalah adanya sikap terlalu percaya diri akan bebas dari paparan Omicron yang kini menjangkiti mayoritas masyarakat kita. Munculnya sikap merasa lebih kuat dari paparan korona ini tak memang tak bisa dihindarkan. Sebab, narasi yang terbangun saat ini, Indonesia sudah berhasil mengendalikan virus korona. Program vaksinasi massal yang hingga hari ini berjalan juga disebut-sebut menjadi kunci keberhasilan tersebut.
Namun apakah keyakinan itu sepenuhnya benar? Bukankah berangkat dari pengalaman selama ini, Indonesia seringkali harus bongkar pasang kebijakan lantaran kegagapan menghadapi korona ini?
Sikap kesiapsiagaan inilah yang harus ditumbuhkan lagi di seluruh benak masyarakat Indonesia. Kendati menurut berbagai ahli medis, dampak varian Omicron tak seganas dengan varian Delta, nyatanya saat ini tak sepenuhnya bisa dientengkan. Pada 16 Desember 2021 lalu misalnya, Presiden Jokowi berharap tidak ada penularan lokal varian ini. Namun fakta yang terjadi, per 17 Januari 2022, tercatat sudah ada 179 kasus penularan lokal. Ini membuktikan bahwa meski awalnya diduga kuat varian ini muncul dari perjalanan luar negeri, namun hari ini situasinya sudah tidak demikian.
Meski Omicron dianggap berefek ringan, namun ketika jumlah kasus atau orang yang harus dirawat membengkak tajam, maka hal ini juga bukan masalah enteng lagi. Dan, dunia hari ini pun sedang tidak baik-baik saja, Di tengah stempel ‘keberhasilan’ yang dimiliki Indonesia, beberapa negara justru saat ini berjibaku menghadapi amukan Covid-19 yang luar biasa.
Amerika Serikat misalnya, mencatatakan rekor terbesar karena menemukan 1,13 juta kasus korona pada 10 Januari lalu sejak wabah ini muncul. Demikian juga Jerman, kemarin kasus baru hariannya tembus 120.000. Ini juga menjadi rekor tertinggi di Jerman sejak virus ini menyebar awal 2020 lalu. Rekor harian tertinggi kemarin juga pecah di India dengan 282.000 kasus. Rekor serupa juga terjadi di Arab Saudi, China, Inggris, Denmark dan banyak negara lain.
Namun apakah keyakinan itu sepenuhnya benar? Bukankah berangkat dari pengalaman selama ini, Indonesia seringkali harus bongkar pasang kebijakan lantaran kegagapan menghadapi korona ini?
Sikap kesiapsiagaan inilah yang harus ditumbuhkan lagi di seluruh benak masyarakat Indonesia. Kendati menurut berbagai ahli medis, dampak varian Omicron tak seganas dengan varian Delta, nyatanya saat ini tak sepenuhnya bisa dientengkan. Pada 16 Desember 2021 lalu misalnya, Presiden Jokowi berharap tidak ada penularan lokal varian ini. Namun fakta yang terjadi, per 17 Januari 2022, tercatat sudah ada 179 kasus penularan lokal. Ini membuktikan bahwa meski awalnya diduga kuat varian ini muncul dari perjalanan luar negeri, namun hari ini situasinya sudah tidak demikian.
Meski Omicron dianggap berefek ringan, namun ketika jumlah kasus atau orang yang harus dirawat membengkak tajam, maka hal ini juga bukan masalah enteng lagi. Dan, dunia hari ini pun sedang tidak baik-baik saja, Di tengah stempel ‘keberhasilan’ yang dimiliki Indonesia, beberapa negara justru saat ini berjibaku menghadapi amukan Covid-19 yang luar biasa.
Amerika Serikat misalnya, mencatatakan rekor terbesar karena menemukan 1,13 juta kasus korona pada 10 Januari lalu sejak wabah ini muncul. Demikian juga Jerman, kemarin kasus baru hariannya tembus 120.000. Ini juga menjadi rekor tertinggi di Jerman sejak virus ini menyebar awal 2020 lalu. Rekor harian tertinggi kemarin juga pecah di India dengan 282.000 kasus. Rekor serupa juga terjadi di Arab Saudi, China, Inggris, Denmark dan banyak negara lain.
Lihat Juga :