Ibu Kota Negara Pindah, Politikus Gerindra Minta Jakarta Jadi Pusat Keuangan dan Bisnis
Rabu, 19 Januari 2022 - 15:12 WIB
loading...
Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad (kiri) saat penyerahan DIM RUU Ibu Kota Negara ke pimpinan Pansus DPR. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Ibu Kota Negara Republik Indonesia resmi pindah dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Kepastian ini setelah DPR RI menetapkan RUU IKN menjadi undang-undang.
Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad mengatakan, setelah ibu kota resmi pindah, maka status Jakarta tidak lagi berstatus daerah khusus ibu kota. Itu berarti, Provinsi Jakarta akan merujuk kepada Undang-Undang Pemerintah Daerah (Pemda).
Politikus Partai Gerindra ini mengingatkan pemerintah, Jakarta memiliki sejarah panjang sejak terbentuknya Republik Indonesia.
Baca juga: Pembahasan UU IKN Super Cepat, Walhi Sebut Konsultasi Publik Tidak Inklusif
"Jakarta merupakan sejarah terbentuknya republik ini, Sang Proklamator Soekarno-Hatta memproklamirkan republik ini di tanah Jakarta. Serta 7 Presiden kita dilantik dan disumpah di atas tanah Jakarta," kata legislator dari Dapil DKI Jakarta III ini dalam keterangan tertulisnya dikutip, Rabu (19/1/2022).
Menurutnya, Jakarta sudah memiliki infrastruktur ekonomi dan keuangan dengan jumlah penduduk 10,96 juta jiwa. Banyak orang menggantungkan hidup di kota ini.
Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad mengatakan, setelah ibu kota resmi pindah, maka status Jakarta tidak lagi berstatus daerah khusus ibu kota. Itu berarti, Provinsi Jakarta akan merujuk kepada Undang-Undang Pemerintah Daerah (Pemda).
Politikus Partai Gerindra ini mengingatkan pemerintah, Jakarta memiliki sejarah panjang sejak terbentuknya Republik Indonesia.
Baca juga: Pembahasan UU IKN Super Cepat, Walhi Sebut Konsultasi Publik Tidak Inklusif
"Jakarta merupakan sejarah terbentuknya republik ini, Sang Proklamator Soekarno-Hatta memproklamirkan republik ini di tanah Jakarta. Serta 7 Presiden kita dilantik dan disumpah di atas tanah Jakarta," kata legislator dari Dapil DKI Jakarta III ini dalam keterangan tertulisnya dikutip, Rabu (19/1/2022).
Menurutnya, Jakarta sudah memiliki infrastruktur ekonomi dan keuangan dengan jumlah penduduk 10,96 juta jiwa. Banyak orang menggantungkan hidup di kota ini.
Lihat Juga :