Podcast sang Mentalis dan Tantangan Jurnalisme di Era Digital

Kamis, 11 Juni 2020 - 04:50 WIB
loading...
A A A
Dengan kemajuan teknologi serta semakin terdigitalisasinya kehidupan masyarakat modern saat ini, ruang-ruang berekspresi untuk menyampaikan maupun mengungkapkan informasi yang kerap terselubung menjadi semakin terbuka lebar. Tak heran era digital menjadikan mata dan telinga warga sebagai kamera-kamera hidup yang siap merekam setiap peristiwa yang terjadi dalam keseharian. Teknologi informasi seakan menghilangkan sekat-sekat informasi yang selama ini tak mudah diperoleh publik.

Di era sekarang, seakan menjadi kelaziman ketika kita membaca produk-produk jurnalistik media mainstream yang justru muncul bersumber dari cuitan pubic figure di media sosial. Di sisi lain, belakangan publik pun menjadi begitu mudah percaya pada karya atau ucapan buzzer maupun influencer di media sosial ketimbang informasi yang lebih terbungkus rapi di media arus utama. Artinya, fenomena citizens journalism di era teknologi digital seperti sekarang adalah sebuah keniscayaan. Kasus podcast Deddy Corbuzier seharusnya menjadi vitamin penting bagi para pelaku industri media arus utama untuk lebih bekerja keras menghasilkan karya-karya jurnalistik terbaiknya untuk kepentingan publik.

Sebagaimana slogan yang terpampang di laman Columbia Journalism School, produk jurnalistik yang baik itu seharusnya dapat menyampaikan kebenaran sebagai pondasi kekuatan untuk menjadikan hari esok lebih baik. Tentunya, tanpa mengurangi rasa hormat atas usaha keras yang sudah dilakukan media mainstream selama ini, mungkin inilah saatnya untuk berbenah lebih memperkuat dan mengembangkan produk-produk jurnalistik berkualitasnya dengan acuan kepentingan publik, serta menjaga netralitas pemikiran tentang berbagai masalah secara objektif.

Inilah momentum bagi media untuk memberikan edukasi dan informasi yang tepat ketika publik yang mengalami banjir informasi di ruang-ruang virtualnya. Saatnya kaidah jurnalistik yang tepat kembali dikembangkan lewat karya-karya yang tak hanya have to nice atau mengejar clickbait semata, tapi lebih daripada itu mengembalikan ke khitahnya menjalankan fungsi jurnalistik sebagai pilar keempat demokrasi.

Era digital memang menghadirkan potensi disrupsi di berbagai bidang, termasuk industri media. Namun, rasanya kita masih percaya bahwa kehadiran teknologi informasi bagi jurnalistik lebih kepada mengubah cara berbagi informasi terverifikasi dan menyajikan berita berdasarkan kebenaran data fakta peristiwa, bukan sekadar menyebarkan cuitan sensasional tanpa dasar. Teknologi informasi tentu mengubah pola konsumsi informasi di masyarakat menjadi lebih cepat, namun penting juga untuk media mengawal ketepatan informasinya sehingga informasi begitu layak diterima audiensnya.

Karya jurnalistik era digital yang berkualitas dan bertanggung jawab secara perlahan akan mengedukasi masyarakat dengan sendirinya untuk dapat memilah informasi dan media yang tepat, yaitu karya yang selalu menyampaikan informasi atas dasar kebenaran. Tumbuh-kembang media dan jurnalistik di era digital ditentukan kemampuan media tersebut dalam beradaptasi dengan arus perubahan teknologi informasi dalam menghadirkan informasi akurat, tajam, dan terpercaya. Karya-karya jurnalistik terbaik akan mampu mendorong tumbuh-kembang industri media mainstream di era inovasi digital untuk selalu menjadi lebih baik, dan dapat merawat keharmonisan kehidupan antaranak bangsa di negeri ini.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Analisa Hukum Putusan...
Analisa Hukum Putusan Perkara Nadiem Makarim
HUT Bhayangkara: Mampukah...
HUT Bhayangkara: Mampukah Polri Melindungi Kritik Tanpa Mengkriminalisasi Warga?
Bumi Eropa Membara,...
Bumi Eropa Membara, Dunia Memilih Bisu: Pelajaran dari Gelombang Panas yang Tak Lagi Anomali
Histeria Ojol dan Kerentanan...
Histeria Ojol dan Kerentanan Ekstrem Pekerja 'Gig Economy'
B50: Strategi Diplomasi...
B50: Strategi Diplomasi Sawit Berkelanjutan
Narkoba, Masa Depan...
Narkoba, Masa Depan Bangsa, dan Kerja Sama Internasional
Transformasi Standar...
Transformasi Standar Nasional dan Akreditasi Pendidikan Tinggi: Kebutuhan untuk Wujudkan Merdeka Belajar
Ini Strategi Public...
Ini Strategi Public Relations Jaga Reputasi Perusahaan
Tasawuf dan Ketiadaan
Tasawuf dan Ketiadaan
Rekomendasi
Jenazah Ali Khamenei...
Jenazah Ali Khamenei Tiba di Masjid Agung Mosalla di Teheran
Lelah Terus Dihina,...
Lelah Terus Dihina, Elly Sugigi Rela Habiskan Rp100 Juta untuk Oplas Hidung dan Mata
Pemprov DKI Luncurkan...
Pemprov DKI Luncurkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Bisa Prediksi hingga 3 Hari
Berita Terkini
Bupati Langkat Syah...
Bupati Langkat Syah Afandin Tiba di KPK usai Kena OTT
Gus Ipul Dukung Usulan...
Gus Ipul Dukung Usulan Sutan Takdir Alisjahbana Jadi Pahlawan: Pejuang Bahasa Indonesia
KPK terkait OTT Bupati...
KPK terkait OTT Bupati Langkat: Suap Proyek di Dinas Pendidikan dan Dinas Perkim
3 Pejabat Bea Cukai...
3 Pejabat Bea Cukai Didakwa Terima Suap Rp63,5 Miliar Terkait Kasus Impor Barang
Petisi Ahli Tampung...
Petisi Ahli Tampung Seluruh Masukan Organisasi Hukum Terkait RUU Advokat
PAN Tak Beri Bantuan...
PAN Tak Beri Bantuan Hukum ke Bupati Langkat yang Kena OTT KPK, Viva Yoga: Tanggung Jawab Pribadi
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved