Rupiah Berotot Lagi, Ibarat Seberkas Cahaya

Rabu, 10 Juni 2020 - 04:48 WIB
loading...
Rupiah Berotot Lagi,...
Saat pembukaan perdagangan, indeks harga saham gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sama-sama menunjukkan taring. Foto/SINDOnews
A A A
SAAT pembukaan perdagangan, indeks harga saham gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sama-sama menunjukkan taring, namun harus melemah ketika penutupan perdagangan kemarin. Mengawali perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (9/6) IHSG bertengger di zona hijau pada level 5.131,97 atau melonjak sebesar 61,41 poin dibanding penutupan sehari sebelumnya pada level 5.070,56. Tercatat sebanyak 253 saham meluncur di zona hijau, 44 saham masih terseok di zona merah dan sebanyak 111 saham dalam kondisi stagnan.

Zona hijau berganti zona merah, IHSG pada sesi penutupan perdagangan kedua melemah sebesar 35 poin (0,7%) ke level 5.035. Begitu pula aktivitas perdagangan di pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah sebesar lima poin atau 0,04% dari Rp13.885 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya menjadi Rp13.890 per USD pada penutupan perdagangan di pasar spot kemarin.

Walau nilai kurs rupiah terhadap dolar AS sedikit kendur, namun tetap setia di level Rp13.000-an. Posisi rupiah yang menguat signifikan itu ibarat seberkas cahaya yang telah menembus dalam kegelapan. Sebelumnya Bank Indonesia (BI) hanya berani memprediksi rupiah bakal kembali di level Rp15.000 per USD. Selama sepekan terakhir, rupiah terus memperlihatkan taji, padahal sejumlah ekonom hanya memprediksi kurs rupiah akan berputar-putar pada kisaran Rp14.000 per USD hingga Rp15.000 per USD.

Namun, faktanya sejak akhir pekan lalu rupiah telah meninggalkan level Rp14.000-an. Kini timbul pertanyaan kira-kira seberapa lama rupiah yang bakal bertengger di level Rp13.000-an dan berapa nilai ideal nilai tukar rupiah yang seharusnya dalam kondisi perekonomian yang baru mulai bangkit lagi?

Lalu, apa yang membuat mata uang Garuda berotot terhadap mata uang Paman Sam? Analisis sejumlah ekonom seragam bahwa rupiah bisa "melawan" dolar AS karena dipicu pembukaan kegiatan ekonomi sejumlah negara di berbagai belahan bumi ini setelah pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) mulai mereda, aliran modal asing yang meninggalkan India dan memilih parkir di Indonesia, dan situasi perekonomian AS yang juga sedang redup menyusul muncul puluhan juta penganggur sebagai faktor eksternal. Penguatan nilai tukar rupiah juga tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang secara bertahap melonggarkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menuju tatanan kehidupan normal baru alias new normal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
Rupiah Semringah Sambut...
Rupiah Semringah Sambut Akhir Pekan, Menjauh dari Level Rp18 Ribu per Dolar AS
Bukan Cuma Harga Minyak,...
Bukan Cuma Harga Minyak, Tata Kelola APBN yang Buruk Jadi Biang Kerok Lemahnya Rupiah
Rupiah Ditutup Menguat...
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.986 per Dolar AS, Apa Saja Penyebabnya?
Rekomendasi
Terinspirasi Rafathar,...
Terinspirasi Rafathar, Nagita Slavina Gelar Kompetisi Basket SMA
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
Hukum Menikah di Bulan...
Hukum Menikah di Bulan Safar, Benarkah Membawa Sial? Ini Dalil dan Penjelasan Ulama
Berita Terkini
Hotman Paris Ungkap...
Hotman Paris Ungkap Alasan Bersedia Menjadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Pimpin Panen Raya di...
Pimpin Panen Raya di Malang, Prabowo: Bukti TNI Hadir Perkuat Kemandirian Pangan
Don Ritto Gunakan Rumah...
Don Ritto Gunakan Rumah Febrie Adriansyah di Sentul untuk Operasional Yayasan
Febrie Adriansyah Tidak...
Febrie Adriansyah Tidak Ditahan, Kuasa Hukum: Sudah Mengundurkan Diri, Artinya Kooperatif
Komisi IX DPR Cecar...
Komisi IX DPR Cecar BGN usai Pamer Dapat WTP dari BPK: Jangan-jangan Dibikin-bikin
ICW Soroti Mutasi ASN...
ICW Soroti Mutasi ASN Kementerian PU, Diduga Hanya Jadi Alat Balas Dendam
Infografis
82.000 Warga Pilih Hengkang,...
82.000 Warga Pilih Hengkang, Israel Bukan Lagi Negara Istimewa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved