Ketum PBNU Menangis Tersedu-sedu di Pusara KH Bisri Musthofa
Rabu, 29 Desember 2021 - 17:08 WIB
loading...
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menangis tersedu-sedu saat berziarah ke makam kakeknya, KH Bisri Musthofa. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terpilih KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menangis tersedu-sedu saat berziarah ke makam kakeknya, KH Bisri Musthofa.
Saat berziarah, Gus Yahya yang meraih 337 suara pada Muktamar ke-34 NU di Lampung ini ditemani dua orang. Mereka terlihat membaca doa secara bersama-sama.
Namun setelah beberapa saat membaca doa, tiba-tiba ketiganya terdiam. Putra dari pengasuh Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin di Rembang, Jawa Tengah KH Muhammad Cholil Bisri ini mendekat ke nisan pusara Kiai Bisri Musthofa. Dalam posisi duduk bersila, Gus Yahya berbisik seakan lirih. "Nyuwun Pangestu,” bisiknya dalam pantauan MNC Portal via video YouTube akun MataAir Cinema, Rabu (29/12/2021).
Baca juga: Gus Yahya Diminta Jadikan NU Lokomotif Kebangkitan Ekonomi Umat
Tak lama, tangis Gus Yahya memecah keheningan. Sembari sesenggukan, alumnus santri Madrasah Al Munawwir Krapyak itu berusaha membacakan doa khusus yang nampak jelas ditujukan kepada almarhum mendiang kakeknya. Secara sayup-sayup hanya terdengar "Allahumma", yang terhalang dengan suara isak tangis Gus Yahya. Kakak dari Menteri Agama RI, Gus Yaqut Cholil Qoumas ini sambil terisak terbata-bata memanjatkan doa.
Saat berziarah, Gus Yahya yang meraih 337 suara pada Muktamar ke-34 NU di Lampung ini ditemani dua orang. Mereka terlihat membaca doa secara bersama-sama.
Namun setelah beberapa saat membaca doa, tiba-tiba ketiganya terdiam. Putra dari pengasuh Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin di Rembang, Jawa Tengah KH Muhammad Cholil Bisri ini mendekat ke nisan pusara Kiai Bisri Musthofa. Dalam posisi duduk bersila, Gus Yahya berbisik seakan lirih. "Nyuwun Pangestu,” bisiknya dalam pantauan MNC Portal via video YouTube akun MataAir Cinema, Rabu (29/12/2021).
Baca juga: Gus Yahya Diminta Jadikan NU Lokomotif Kebangkitan Ekonomi Umat
Tak lama, tangis Gus Yahya memecah keheningan. Sembari sesenggukan, alumnus santri Madrasah Al Munawwir Krapyak itu berusaha membacakan doa khusus yang nampak jelas ditujukan kepada almarhum mendiang kakeknya. Secara sayup-sayup hanya terdengar "Allahumma", yang terhalang dengan suara isak tangis Gus Yahya. Kakak dari Menteri Agama RI, Gus Yaqut Cholil Qoumas ini sambil terisak terbata-bata memanjatkan doa.
Lihat Juga :