Dapur Mulai Tak Ngebul, Mayoritas Warga Setuju Relaksasi PSBB
Selasa, 09 Juni 2020 - 07:22 WIB
loading...
A
A
A
Selain persoalan PSBB, lanjut Burhan, jajak pendapat Indikator juga menemukan beberapa temuan menarik. Di antaranya kurang lebih setelah tiga bulan berada dalam situasi pandemi warga menilai bahwa kondisi ekonomi nasional secara umum buruk (57,6%) dan sangat buruk (23,4%). Persepsi terhadap kondisi ekonomi nasional itu adalah yang terburuk sejak 2004. Di tingkat rumah tangga, mayoritas warga merasakan dampak ekonomi secara langsung.
“Mayoritas warga saat ini menilai kondisi ekonomi rumah tangga saat ini lebih buruk atau jauh lebih buruk (83,7%) dibandingkan tahun lalu. Penilaian ini jauh meningkat dibandingkan survei pada Februari lalu ketika hanya sekitar 22% yang menilai demikian,” katanya. (Baca juga: Era New Normal, Pendidikan Jarak Jauh Tetap Prioritas)
Burhan juga menyampaikan jika mayoritas warga saat ini juga menjawab bahwa pendapatan kotor rumah tangga saat ini menurun (86%). Dalam tiga bulan terakhir, jawaban “menurun” ini mengalami tren peningkatan yang tajam. Penurunan ini dirasakan cukup merata di semua kategori sosio-demografis. “Akan tetapi, berdasar pendidikan tampak pola yang menunjukkan bahwa warga berpendidikan SLTA ke bawah lebih banyak yang merasakan penurunan, sementara warga berpendidikan tinggi lebih sedikit merasakan penurunan,” ujarnya.
Terkait penanganan Covid-19, kata Burhan, kepuasan publik dengan langkah-langkah pemerintah dalam pencegahan penyebaran Covid-19 masih mayoritas, tapi menurun signifikan dibanding tiga bulan sebelumnya. Dibandingkan dengan warga berpendidikan menengah dan rendah, kelompok warga berpendidikan tinggi cenderung kurang puas dengan langkah pemerintah mencegah penyebaran Covid-19. Sementara warga di Jawa Barat cenderung kurang puas dibandingkan warga di wilayah lain. “Mayoritas publik cukup atau sangat puas atas kinerja Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di bawah pimpinan Doni Monardo, 63,7%,” ujarnya.
Terkait kinerja Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden, kepuasan publik berada di angka 66,5%. Angka ini sedikit menurun jika dibanding temuan sebelumnya, 69.5%. Kepuasan pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin lebih dominan dibandingkan pendukung Prabowo-Sandi. “Warga di Jabar cenderung lebih dominan yang tidak puas,” kata Burhan.
“Mayoritas warga saat ini menilai kondisi ekonomi rumah tangga saat ini lebih buruk atau jauh lebih buruk (83,7%) dibandingkan tahun lalu. Penilaian ini jauh meningkat dibandingkan survei pada Februari lalu ketika hanya sekitar 22% yang menilai demikian,” katanya. (Baca juga: Era New Normal, Pendidikan Jarak Jauh Tetap Prioritas)
Burhan juga menyampaikan jika mayoritas warga saat ini juga menjawab bahwa pendapatan kotor rumah tangga saat ini menurun (86%). Dalam tiga bulan terakhir, jawaban “menurun” ini mengalami tren peningkatan yang tajam. Penurunan ini dirasakan cukup merata di semua kategori sosio-demografis. “Akan tetapi, berdasar pendidikan tampak pola yang menunjukkan bahwa warga berpendidikan SLTA ke bawah lebih banyak yang merasakan penurunan, sementara warga berpendidikan tinggi lebih sedikit merasakan penurunan,” ujarnya.
Terkait penanganan Covid-19, kata Burhan, kepuasan publik dengan langkah-langkah pemerintah dalam pencegahan penyebaran Covid-19 masih mayoritas, tapi menurun signifikan dibanding tiga bulan sebelumnya. Dibandingkan dengan warga berpendidikan menengah dan rendah, kelompok warga berpendidikan tinggi cenderung kurang puas dengan langkah pemerintah mencegah penyebaran Covid-19. Sementara warga di Jawa Barat cenderung kurang puas dibandingkan warga di wilayah lain. “Mayoritas publik cukup atau sangat puas atas kinerja Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di bawah pimpinan Doni Monardo, 63,7%,” ujarnya.
Terkait kinerja Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden, kepuasan publik berada di angka 66,5%. Angka ini sedikit menurun jika dibanding temuan sebelumnya, 69.5%. Kepuasan pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin lebih dominan dibandingkan pendukung Prabowo-Sandi. “Warga di Jabar cenderung lebih dominan yang tidak puas,” kata Burhan.
Lihat Juga :