Dapur Mulai Tak Ngebul, Mayoritas Warga Setuju Relaksasi PSBB
Selasa, 09 Juni 2020 - 07:22 WIB
loading...
Sejumlah karyawan melintasi zebra cross menuju kantor tempat mereka bekerja di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, kemarin. Pekan kedua Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi, Pemprov DKI Jakarta memperbolehkan karyawan bekerja di perkantoran deng
A
A
A
JAKARTA - Sebagian besar masyarakat menyetujui jika ada relaksasi terhadap pembatasan sosial skala besar (PSBB) di sejumlah wilayah di Tanah Air. Relaksasi tersebut berguna bagi upaya menggerakkan kembali roda perekonomian.
Pandangan masyarakat tersebut tergambar dalam jajak pendapat yang dilaksanakan Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia (Indikator). Dari hasil tersebut sebanyak 46,9% responden menyatakan setuju terhadap relaksasi PSBB, 35,4% tidak setuju, 7,1% sangat setuju, 1,4% sangat tidak setuju. Ada 9,3% responden yang menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.
“Kalau kita tanyakan warga terhadap rencana pemerintah untuk melakukan relaksasi pembatasan sosial seperti masyarakat berusia di bawah 45 tahun boleh beraktivitas kembali sebagian besar menyatakan setuju,” ujar Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi dalam jumpa pers secara virtual, Minggu (7/6/2020).
Kendati setuju dengan pelonggaran PSBB, sebagian besar masyarakat tidak setuju jika PSBB dihentikan. Hampir 50% responden memilih untuk melanjutkan PSBB agar penyebaran virus corona (Covid-19) bisa diatasi. "Kalau kita tanyakan warga yang terpilih sebagai responden 50,6% mengatakan PSBB sebaiknya dilanjutkan, tetapi angka 50,6% tadi meskipun sedikit di angka mayoritas jangan lupa margin of error 2,9% itu tidak terlalu berbeda jauh dengan warga yang mengatakan PSBB sudah cukup dan harus segera dihentikan agar ekonomi segera berjalan," ujarnya. (Baca: Sukses Kalahkan Covid-19, Selandia Baru Kembali ke Kehidupan Normal)
Dari data yang disajikan sebanyak 50,6% responden memilih PSBB untuk tetap dilanjutkan. Adapun 43,1% memilih untuk menyudahi PSBB agar ekonomi bisa berjalan. "Publik terbelah besar menyikapi apakah PSBB sebaiknya dilanjutkan atau sudah cukup sehingga bisa dihentikan saja," ucapnya.
Pandangan masyarakat tersebut tergambar dalam jajak pendapat yang dilaksanakan Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia (Indikator). Dari hasil tersebut sebanyak 46,9% responden menyatakan setuju terhadap relaksasi PSBB, 35,4% tidak setuju, 7,1% sangat setuju, 1,4% sangat tidak setuju. Ada 9,3% responden yang menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.
“Kalau kita tanyakan warga terhadap rencana pemerintah untuk melakukan relaksasi pembatasan sosial seperti masyarakat berusia di bawah 45 tahun boleh beraktivitas kembali sebagian besar menyatakan setuju,” ujar Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi dalam jumpa pers secara virtual, Minggu (7/6/2020).
Kendati setuju dengan pelonggaran PSBB, sebagian besar masyarakat tidak setuju jika PSBB dihentikan. Hampir 50% responden memilih untuk melanjutkan PSBB agar penyebaran virus corona (Covid-19) bisa diatasi. "Kalau kita tanyakan warga yang terpilih sebagai responden 50,6% mengatakan PSBB sebaiknya dilanjutkan, tetapi angka 50,6% tadi meskipun sedikit di angka mayoritas jangan lupa margin of error 2,9% itu tidak terlalu berbeda jauh dengan warga yang mengatakan PSBB sudah cukup dan harus segera dihentikan agar ekonomi segera berjalan," ujarnya. (Baca: Sukses Kalahkan Covid-19, Selandia Baru Kembali ke Kehidupan Normal)
Dari data yang disajikan sebanyak 50,6% responden memilih PSBB untuk tetap dilanjutkan. Adapun 43,1% memilih untuk menyudahi PSBB agar ekonomi bisa berjalan. "Publik terbelah besar menyikapi apakah PSBB sebaiknya dilanjutkan atau sudah cukup sehingga bisa dihentikan saja," ucapnya.
Lihat Juga :