Diklatpimnas II Ditutup, Kemenag Optimistis Peserta Mampu Jawab Tantangan Global
Kamis, 16 Desember 2021 - 19:11 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai pamungkas, Suyitno berpesan agar peserta Diklatpimnas dapat memanfaatkan waktu seluas-luasnya untuk belajar, membantu kepentingan umat, dan berupaya dengan sungguh-sungguh menggapai cita-cita di masa depan sebagai pemimpin yang unggul.
"Anda harus menjadi pemimpin yang baik, pemimpin yang pintar atau fathonah, pemimpin itu harus sosok excellent person, tidak boleh pas-pasan. Maka, adik-adik sekalian harus punya modal inteletual. Terakhir sebagaimana pepatah Jawa, pemimpin itu harus kober atau artinya sempat. Pemimpin harus menyempatkan waktunya demi kepentingan orang banyak, termasuk mengorbankan kepentingan individu," katanya.
Baca juga: Kepala BPIP Tekankan Pentingnya Pancasila sebagai Falsafah Negara
Sementara itu, Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Wawan Wahyuddin mengaku optimistis Diklatpimnas yang diselenggarakan Kemenag selama dua pekan ini akan memberikan dampak positif bagi generasi muda, terutama dalam menyiapkan kapasitas diri mereka menyambut Indonesia Emas 2045.
"Pendidikan yang dilakukan seperti kegiatan ini, saya yakin dampaknya di sini sangat positif, terutama menyiapkan generasi muda yang mencintai agama, negara, dan antarsesama," kata Wawan.
Ia juga mengajak seluruh peserta Diklatpimnas agar bersungguh-sungguh memberikan kontribusi pemikiran yang baik, menjaga trilogi kerukunan yakni kerukunan internal umat beragama, kerukunan antarumat beragaman, dan kerukunan antara umat beragama dengan pemerintah guna menggapai cita-cita mewujudkan baldatun thoyyibatun warabbun ghafuur.
Dalam acara penutupan ini, ada pembacaan naskah deklarasi dan pengambilan komitmen peserta Diklatpimnas II. Selanjutnya pembacaan Surat Keputusan Dirjen Pendis mengenai penetapan penghargaan kepada peserta Diklatpimnas II PTKI se Indonesia yang dikelompokkan dalam lima kategori, yakni:
"Anda harus menjadi pemimpin yang baik, pemimpin yang pintar atau fathonah, pemimpin itu harus sosok excellent person, tidak boleh pas-pasan. Maka, adik-adik sekalian harus punya modal inteletual. Terakhir sebagaimana pepatah Jawa, pemimpin itu harus kober atau artinya sempat. Pemimpin harus menyempatkan waktunya demi kepentingan orang banyak, termasuk mengorbankan kepentingan individu," katanya.
Baca juga: Kepala BPIP Tekankan Pentingnya Pancasila sebagai Falsafah Negara
Sementara itu, Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Wawan Wahyuddin mengaku optimistis Diklatpimnas yang diselenggarakan Kemenag selama dua pekan ini akan memberikan dampak positif bagi generasi muda, terutama dalam menyiapkan kapasitas diri mereka menyambut Indonesia Emas 2045.
"Pendidikan yang dilakukan seperti kegiatan ini, saya yakin dampaknya di sini sangat positif, terutama menyiapkan generasi muda yang mencintai agama, negara, dan antarsesama," kata Wawan.
Ia juga mengajak seluruh peserta Diklatpimnas agar bersungguh-sungguh memberikan kontribusi pemikiran yang baik, menjaga trilogi kerukunan yakni kerukunan internal umat beragama, kerukunan antarumat beragaman, dan kerukunan antara umat beragama dengan pemerintah guna menggapai cita-cita mewujudkan baldatun thoyyibatun warabbun ghafuur.
Dalam acara penutupan ini, ada pembacaan naskah deklarasi dan pengambilan komitmen peserta Diklatpimnas II. Selanjutnya pembacaan Surat Keputusan Dirjen Pendis mengenai penetapan penghargaan kepada peserta Diklatpimnas II PTKI se Indonesia yang dikelompokkan dalam lima kategori, yakni:
Lihat Juga :