Bepergian ala New Normal, Tes Covid-19 Lebih Mahal dari Harga Tiket

Senin, 08 Juni 2020 - 18:06 WIB
loading...
Bepergian ala New Normal,...
Sejumlah pengendara mobil dan motor melintas di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (8/6/2020). Pemprov DKI Jakarta mengeluarkan Pergub 51/2020 yang didalamnya mengatur pembatasan kendaraan dengan rekayasa ganjil-genap untuk sepeda motor dan mobil. Foto/SIN
A A A
JAKARTA - Perjalanan ke luar kota di masa pandemi atau kenormalan baru (new normal) akan membutuhkan biaya tambahan. Calon penumpang, baik transportasi udara, laut, dan darat, diwajibkan melampirkan hasil negatif tes rapid atau polymerase chain reaction (PCR).

Seorang yang suka berwisata, Onne Nourmalita Anwar mengatakan aturan itu wajar karena saat ini pandemi Covid-19 belum berakhir. Apalagi bagi yang tinggal di zona merah, seperti wilayah Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi (Jabodetabek).

Tes PCR atau rapid test, menurut dia, penting untuk mendeteksi orang-orang tanpa gejala (OTG). Dengan tes Covid-19, ini dapat meminimalisasi penyebaran virus di daerah yang dikunjungi.

“Jadi ya sudah sepantasnya untuk mengikuti rangkaian tes dan melengkapi segala dokumen yang memang dibutuhkan saat bepergian,” terangnya saat dihubungi SINDOnews, Senin (8/6/2020).

Biaya untuk tes rapid atau PCR bisa jadi akan melebihi harga tiket yang dibeli calon penumpang. Aturan tes Covid-19 itu tertera dalam Surat Edaran (SE) Nomor 5 Tahun 2020 Tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19. (Baca juga: Mulai Hari Ini, Bus AKAP Beroperasi di 7 Terminal Bus Jabodetabek)

Dalam SE tersebut, persyaratan bagi yang ingin melakukan perjalanan harus menunjukan surat PC dengan hasil negatif dan rapid dengan hasil nonreaktif. Bedanya, PCR berlaku tujuh hari. Sedangkan, rapid tes hanya berlaku tiga hari.

Biaya rapid rata-rata dipatok Rp300 ribu per sekali tes. Calon penumpang akan mengeluarkan biaya lebih mahal lagi jika mengambil tes PCR. Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) mematok tarif sebesar Rp1.675.000. Pada awal pandemi Covid-19 merebak, beredar biaya tes PCR yang mencapai Rp2,5 juta.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PPKM Level 1, Pemerintah...
PPKM Level 1, Pemerintah Uji Coba New Normal di Kota Blitar
Rutan KPK Terapkan New...
Rutan KPK Terapkan New Normal, Kunjungan Tatap Muka Harus Patuhi Ketentuan Ini
Ari Fahrial Syam: Masyarakat...
Ari Fahrial Syam: Masyarakat Harus Memiliki Pemahaman Tepat Mengenai Covid-19
iNews Siang Live di...
iNews Siang Live di iNews dan RCTI+ Senin Pukul 11.00: Rapid Tes Antibodi, Rapid Tes Antigen, dan Tes SWAB PCR, Apa Bedanya?
PNS Ramping Birokrasi...
PNS Ramping Birokrasi Efisien
Lebih Terkendali, Kasus...
Lebih Terkendali, Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Turun
Perajin Batik New Normal...
Perajin Batik New Normal Bogor Dibekali Pengolahan Limbah
Tim Unpak Gelar Sosialisasi...
Tim Unpak Gelar Sosialisasi Batik New Bogor melalui Game Edukasi
3 Perlengkapan Wajib...
3 Perlengkapan Wajib Driver Ojol, Nomor 2 Penting di Era New Normal
Rekomendasi
Begini Respons Ruben...
Begini Respons Ruben Onsu Usai Permintaan Maaf Sarwendah Viral
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
Kaesang Nobar Timnas...
Kaesang Nobar Timnas Indonesia Bareng Gubernur Sumsel
Berita Terkini
Sangkal Menkeu dan Gubernur...
Sangkal Menkeu dan Gubernur BI Diganti, Mensesneg: Justru Harus Kita Perkuat
Usai Silmy Karim Ditahan...
Usai Silmy Karim Ditahan KPK, Kursi Wamen Imipas Dibiarkan Kosong
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Penahanan Sudewo Dipindah...
Penahanan Sudewo Dipindah ke Semarang Jelang Sidang Perdana Kasusnya
Mensos Gus Ipul Tegaskan...
Mensos Gus Ipul Tegaskan Tak Ada Zona Aman untuk Korupsi di Kemensos
Infografis
WHO Waspadai Omicron,...
WHO Waspadai Omicron, Varian Baru Covid-19 yang Lebih Menular
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved