Upaya Mensos Gandeng Ormas Salurkan Bantuan Sosial Diapresiasi
Minggu, 07 Juni 2020 - 22:16 WIB
loading...
Menteri Sosial Juliari P. Batubara menyerahkan bantuan kepada Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Sosial Juliari P. Batubara menyatakan, kemitraan negara dengan masyarakat termasuk ormas, sangat diperlukan dalam menangani berbagai masalah bangsa. Karena tantangan yang harus diatasi negara tidaklah sederhana, termasuk dalam menghadapi pandemi Covid-19 seperti saat ini.
Menurutnya ada ruang dimana negara, dalam hal ini Kementerian Sosial (Kemensos), tidak bisa menjangkau karena keterbatasan sumber daya dan kemampuan. Oleh sebab itu, beberapa hari yang lalu, Kemensos melibatkan komunitas pekerja film, sinetron, seniman, dan berkolaborasi dengan Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) dan Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) dalam pendisribusian bansos sembako bantuan Presiden kepada masyarakat terkena dampak Covid-19. (Baca juga: Mensos Pastikan Tak Ada Perubahan Skema Bansos Sembako Menjadi Tunai)
Langkah kolaboratif dari kementerian yang dinakhodai Juliari P. Batubara ini mendapat sambutan positif dari Ketua Milenial Muslim Bersatu (MMB) Khairul Anam. “Sudah bukan menjadi rahasia umum, Mensos bekerja tanpa kenal batas waktu hari libur, tetap bekerja. Bahkan yang membuat saya tambah salut terhadap sosoknya adalah dia dapat merangkul komunitas maupun ormas dalam penyaluran bansos kepada masyarakat terkena dampak Covid-19,” ujar Khairul Anam dalam keterangan tertulis kepada SINDOnews, Minggu (7/6/2020).
Menurut Khairul Anam yang juga aktif sebagai pegiat sosial, saat ini masyarakat Indonesia merasa terbantukan dengan adanya program-program yang digagas Kemensos seperti bansos non-reguler yakni bansos sembako bantuan Presiden dan bansos tunai (BST), maupun program reguler Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako yang sudah lama berlangsung sebelum adanya pandemi Covid-19. (Baca juga: Mensos Ungkap Alasan Besaran Bansos Turun Jadi Rp300 Ribu di Bulan Juli-Desember)
Sementara Kordinator Nasional Aliansi Mahasiswa dan Milenial untuk Indonesia ( AMMI) Nurkhasanah sangat mengapresiasi ketika menyaksikan Kemensos menggandeng organisasi kepemudaan (GP Ansor dan GAMKI) untuk berkolaborasi mendistribusikan bantuan presiden (Banpres) kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
“Kolaborasi ini yang harus ada dan terus dilakukan oleh semua Kementerian dan Lembaga dengan ormas, karena ormas memiliki jaringan sampai ke simpul simpul masyarakat paling bawah, ini aksi nyata yang dilakukan pemuda demi menjembatani antara pemerintah dengan masyarakat,” ungkap Nurkhasanah. (Baca juga:Mensos Juliari Pastikan Rakyat Merasakan Manfaat PKH)
Sebagai informasi, Kemensos pada Sabtu 6 Juni 2020 telah menyerahkan bansos sembako bantuan Presiden melalui dua organisasi kemasyarakatan (ormas) yakni Gerakan Pemuda Ansor dan Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI). Masing-masing ormas mendapatkan alokasi bantuan sebanyak 1.000 paket bansos sembako. Kemitraan ini juga akan dilakukan dengan ormas lain untuk meningkatkan jangkauan penerima bansos.
Menurutnya ada ruang dimana negara, dalam hal ini Kementerian Sosial (Kemensos), tidak bisa menjangkau karena keterbatasan sumber daya dan kemampuan. Oleh sebab itu, beberapa hari yang lalu, Kemensos melibatkan komunitas pekerja film, sinetron, seniman, dan berkolaborasi dengan Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) dan Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) dalam pendisribusian bansos sembako bantuan Presiden kepada masyarakat terkena dampak Covid-19. (Baca juga: Mensos Pastikan Tak Ada Perubahan Skema Bansos Sembako Menjadi Tunai)
Langkah kolaboratif dari kementerian yang dinakhodai Juliari P. Batubara ini mendapat sambutan positif dari Ketua Milenial Muslim Bersatu (MMB) Khairul Anam. “Sudah bukan menjadi rahasia umum, Mensos bekerja tanpa kenal batas waktu hari libur, tetap bekerja. Bahkan yang membuat saya tambah salut terhadap sosoknya adalah dia dapat merangkul komunitas maupun ormas dalam penyaluran bansos kepada masyarakat terkena dampak Covid-19,” ujar Khairul Anam dalam keterangan tertulis kepada SINDOnews, Minggu (7/6/2020).
Menurut Khairul Anam yang juga aktif sebagai pegiat sosial, saat ini masyarakat Indonesia merasa terbantukan dengan adanya program-program yang digagas Kemensos seperti bansos non-reguler yakni bansos sembako bantuan Presiden dan bansos tunai (BST), maupun program reguler Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako yang sudah lama berlangsung sebelum adanya pandemi Covid-19. (Baca juga: Mensos Ungkap Alasan Besaran Bansos Turun Jadi Rp300 Ribu di Bulan Juli-Desember)
Sementara Kordinator Nasional Aliansi Mahasiswa dan Milenial untuk Indonesia ( AMMI) Nurkhasanah sangat mengapresiasi ketika menyaksikan Kemensos menggandeng organisasi kepemudaan (GP Ansor dan GAMKI) untuk berkolaborasi mendistribusikan bantuan presiden (Banpres) kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
“Kolaborasi ini yang harus ada dan terus dilakukan oleh semua Kementerian dan Lembaga dengan ormas, karena ormas memiliki jaringan sampai ke simpul simpul masyarakat paling bawah, ini aksi nyata yang dilakukan pemuda demi menjembatani antara pemerintah dengan masyarakat,” ungkap Nurkhasanah. (Baca juga:Mensos Juliari Pastikan Rakyat Merasakan Manfaat PKH)
Sebagai informasi, Kemensos pada Sabtu 6 Juni 2020 telah menyerahkan bansos sembako bantuan Presiden melalui dua organisasi kemasyarakatan (ormas) yakni Gerakan Pemuda Ansor dan Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI). Masing-masing ormas mendapatkan alokasi bantuan sebanyak 1.000 paket bansos sembako. Kemitraan ini juga akan dilakukan dengan ormas lain untuk meningkatkan jangkauan penerima bansos.
(cip)
Lihat Juga :