Pernyataan Boni Hargens soal Kudeta Dinilai Bentuk Deteksi Dini
Sabtu, 06 Juni 2020 - 14:47 WIB
loading...
A
A
A
Dia menjelaskan, mereka tidak hanya memanfaatkan isu soal Papua, kemiskinan dan ancaman perbatasan, bahkan wabah Covid-19 yang terjadi hampir di seluruh negara juga menjadi serangan politik bagi perancang kudeta untuk terus menjatuhkan pemerintah dengan narasi pemerintah gagal hadapi wabah dan ingin menurunkan Jokowi.
"Ini fakta dan terus mereka lalukan hingga target tercapai," tandasnya.
Menurut dia, peringatan Boni Hargens terkait perancang kudeta setidaknya menjadi pemantik bagi kelompok yang berlindung di berbagai institusi dan organisasi untuk membantah bahkan menyerang balik pernyataan tersebut.
Dia menjelaskan, di periode rezim SBY juga sempat beberapa kali akan terjadi kudeta. Pertama oleh Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI), lalu ada petisi 28 saat itu yang juga menggulirkan isu kudeta, bahkan rancangan melalui Gerakan Dewan Revolusi Islam.
"Semua pernah terjadi saat SBY berkuasa yang gerakan tersebut menginginkan perebutan kekuasaan dengan penggeraknya tokoh sipil oposisi saat itu. Hingga saat ini, kelompok tersebut tetap ada. Motifnya beragam: soal ideologi, penguasaan SDA, barisan sakit hati hingga persiapan Pilpres 2024," tuturnya.
"Ini fakta dan terus mereka lalukan hingga target tercapai," tandasnya.
Menurut dia, peringatan Boni Hargens terkait perancang kudeta setidaknya menjadi pemantik bagi kelompok yang berlindung di berbagai institusi dan organisasi untuk membantah bahkan menyerang balik pernyataan tersebut.
Dia menjelaskan, di periode rezim SBY juga sempat beberapa kali akan terjadi kudeta. Pertama oleh Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI), lalu ada petisi 28 saat itu yang juga menggulirkan isu kudeta, bahkan rancangan melalui Gerakan Dewan Revolusi Islam.
"Semua pernah terjadi saat SBY berkuasa yang gerakan tersebut menginginkan perebutan kekuasaan dengan penggeraknya tokoh sipil oposisi saat itu. Hingga saat ini, kelompok tersebut tetap ada. Motifnya beragam: soal ideologi, penguasaan SDA, barisan sakit hati hingga persiapan Pilpres 2024," tuturnya.
(dam)
Lihat Juga :