Opsi Maju-Mundur Muktamar NU, Pengamat: Yang Siap Duluan Ingin Dipercepat

Minggu, 21 November 2021 - 17:43 WIB
loading...
Opsi Maju-Mundur Muktamar...
Pengamat politik dari Universitas Brawijaya Anang Sujoko mengatakan kubu yang lebih siap logikanya ingin muktamar dipercepat. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Dua opsi yang mengemuka soal Muktamar Ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) adalah menunda atau memajukan pelaksanaannya dari jadwal yang telah ditetapkan pada 23-25 Desember 2021. Opsi untuk menunda muktamar disampaikan Sekjen PBNU Helmy Faishal, mengacu kebijakan PPKM level 3 yang diterapkan pemerintah selama libur Natal dan Tahun Baru. Karena itu, menurut dia opsi logis adalah menunda muktamar pada 31 Januari 2021.

Tetapi usulan itu ditolak mentah-mentah Ketua PBNU Saifullah Yusuf. Dia sebaliknya meminta agar muktamar dimajukan sepekan dari jadwal semula. Sebab dia melihat banyak implikasi bila muktamar ditunda, termasuk situasi di PBNU yang dianggap sudah tidak kondusif. Hari ini, Gus Ipul kembali menegaskan keinginan banyak PWNU untuk memajukan pelaksanaan muktamar sebagaimana disampaikan Rois Aam PBNU KH Miftachul Ahyar.

"Ada 27 pengurus Wilayah, 25 merupakan Ketua Tanfidziyah PWNU, dan 2 Rois Syuriah PWNU semalam bertemu dan mendukung keinginan Rois Aam agar Muktamar dipercepat," kata Ketua PBNU Saifullah Yusuf alias Gus Ipul dalam keterangan tertulisnya, Minggu (21/11/2021).

Baca juga: Gus Ipul Sebut Mayoritas Menghendaki Muktamar NU Dipercepat

Pengamat politik dari Universitas Brawijaya Anang Sujoko berpendapat bahwa tarik ulur soal waktu pelaksanaan muktamar NU berkaitan dengan persiapan dan kesiapan, baik panitia maupun kontestan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengamat: Seskab Teddy...
Pengamat: Seskab Teddy Punya Kapasitas untuk Dipercaya Presiden Prabowo
Pembentukan DSI Dinilai...
Pembentukan DSI Dinilai Langkah Revolusioner Prabowo
Jelang Muktamar, Kiai...
Jelang Muktamar, Kiai Muda NU Konsolidasikan Gerakan Moral dari Solo Raya
Keresahan Warga NU Menguat,...
Keresahan Warga NU Menguat, Mubes DIY Desak PBNU Kembali ke Khittah
Usulan KPK soal Capres-Cawapres...
Usulan KPK soal Capres-Cawapres dari Kader Partai Dinilai Keliru
Kritik Tajam KH Abdul...
Kritik Tajam KH Abdul Muhaimin: Struktur PBNU Sekarang Seperti One Man Show
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
Calon Ketum PBNU Gus...
Calon Ketum PBNU Gus Salam Sowan ke Rais Syuriyah dan Ketua PWNU Sulsel
PCNU Cirebon Ajukan...
PCNU Cirebon Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU
Rekomendasi
Dirut Himbara Dikumpulin...
Dirut Himbara Dikumpulin Dasco Bersama Mensesneg, Bahas Apa?
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
Nama Raffi Ahmad Terseret...
Nama Raffi Ahmad Terseret Isu Suap Bea Cukai, Hotman Paris: Bawa Buktimu!
Berita Terkini
2 Jam Diperiksa Polda...
2 Jam Diperiksa Polda Metro Jaya, Ketum YLBHI Ditanya soal Pembentukan Tim Investigasi Kasus Andrie Yunus
Mengubah Ledakan Populasi...
Mengubah Ledakan Populasi Lansia Indonesia Menjadi Kekuatan Emas: Menjemput Bonus Demografi Kedua
Jenderal Sigit Tegaskan...
Jenderal Sigit Tegaskan Polri Tidak Sembarangan Tempatkan Personel di Luar Struktur
Tak Ada Batasan Anggota...
Tak Ada Batasan Anggota Polri Duduki Jabatan Sipil, Wamenkum Persilakan Gugat ke MK
Tokoh Nasional Ajukan...
Tokoh Nasional Ajukan Amicus Curiae, Nadiem: Dukungan Tegakkan Keadilan dan Kebenaran
Barang Bukti OTT Bupati...
Barang Bukti OTT Bupati Muara Enim, Uang Tunai hingga Rekening Senilai Rp2 M
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved