KPK Harus Berani Bongkar Jejak Pelarian Nurhadi
Jum'at, 05 Juni 2020 - 18:19 WIB
loading...
Tertangkapnya mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono oleh KPK, Senin (1/6/2020) lalu, terus menyita perhatian publik. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Tertangkapnya mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (1/6/2020) lalu, terus menyita perhatian publik. Nurhadi dan Rezky adalah tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait penanganan perkara di MA yang sempat berstatus buron.
(Baca juga: Menunggu Gebrakan KPK Era Firli Tangkap Harun Masiku)
Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Haris Azhar meminta KPK untuk mengusut jejak pelarian Nurhadi dan Rezky. Termasuk mencari tahu lokasi dan orang-orang yang pernah dikunjungi keduanya selama menjadi buron.
"KPK harus bongkar rute pelariannya Nurhadi, ke mana saja atau saya menyebutnya fasilitas persembunyian. Paling enggak ya tempatnya tinggal selama kabur," kata Haris dalam diskusi secara daring, Jumat (5/6/2020).
(Baca juga: Lokataru Desak KPK Sita Aset Nurhadi)
Pengungkapan itu menurut Haris sebagai bentuk tanggung jawab KPK atas kaburnya kedua tersangka itu. Ia menilai lembaga antirasuah telah abai terhadap kasus tersebut sehingga Nurhadi dan Rezky hilang selama hampir beberapa bulan.
Haris meyakini Nurhadi selama menjadi buron berada di sekitar Pulau Jawa. Dia menduga adanya keterlibatan sejumlah pihak yang ikut membantu Nurhadi dan menantunya dalam pelarian itu. Termasuk memberikan tempat persembunyian, kebutuhan harian, dan menjadi penghubung atau komunikator.
(Baca juga: Menunggu Gebrakan KPK Era Firli Tangkap Harun Masiku)
Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Haris Azhar meminta KPK untuk mengusut jejak pelarian Nurhadi dan Rezky. Termasuk mencari tahu lokasi dan orang-orang yang pernah dikunjungi keduanya selama menjadi buron.
"KPK harus bongkar rute pelariannya Nurhadi, ke mana saja atau saya menyebutnya fasilitas persembunyian. Paling enggak ya tempatnya tinggal selama kabur," kata Haris dalam diskusi secara daring, Jumat (5/6/2020).
(Baca juga: Lokataru Desak KPK Sita Aset Nurhadi)
Pengungkapan itu menurut Haris sebagai bentuk tanggung jawab KPK atas kaburnya kedua tersangka itu. Ia menilai lembaga antirasuah telah abai terhadap kasus tersebut sehingga Nurhadi dan Rezky hilang selama hampir beberapa bulan.
Haris meyakini Nurhadi selama menjadi buron berada di sekitar Pulau Jawa. Dia menduga adanya keterlibatan sejumlah pihak yang ikut membantu Nurhadi dan menantunya dalam pelarian itu. Termasuk memberikan tempat persembunyian, kebutuhan harian, dan menjadi penghubung atau komunikator.
Lihat Juga :