Jokowi dan Climate Super Power
Kamis, 04 November 2021 - 11:20 WIB
loading...
A
A
A
Tidak diragukan lagi bahwa Kanada, bersama dengan sejumlah negara lain, akan menyukai bahasa yang lebih kuat dan komitmen yang lebih kuat dalam memerangi perubahan iklim daripada yang lain (Reuters.com).
Memang China sebagai penghasil CO2 terbesar di dunia, telah menetapkan target tanggal 2060. Pencemar besar lainnya seperti India dan Rusia juga belum berkomitmen pada tanggal target 2050. Mereka mengulur waktu terlalu lama. Padahal Pakar PBB mengatakan bahwa bahkan jika rencana nasional saat ini sepenuhnya dilaksanakan, dunia sedang menuju pemanasan global 2,7C, dengan konsekuensi bencana yang besar.
Bagaimana dengan pemimpin COP 26 Indonesia ? tampaknya Indonesia harus menunjukkan ketegasanya dalam menjalankan agenda yang telah disepakati dan penting bagi Indonesia, seperti pemulihan hutan, pembatasan penggunaan energi kotor dan menekan polusi. Akan ada hambatan dari penghasil dan konsumen batubara serta peternakan dan perkebunan besar yang akan meminta relaksasi atau kemudahan dan tetap ingin mempertahankan energi kotor dan emisi buangan mereka demi pertumbuhan ekonomi. Mereka telah mengajukan tawaran itu lewat UU Cipta Kerja.
Pemulihan lingkungan atau perang terhadap perubahan iklim mudah bagi Indonesia, mengapa? Indonesia adalah gudangnya energi hijau, Indonesia memiliki cadangan geothermal terbesar di dunia, sumber energi surya, dan energi lainya dari sampah tumbuhan.
Dalam hal ini Indonesia dapat berbagi dengan yang lain. Selain itu Indonesia memiliki cadangan hutan tropis terluas di dunia yang akan sangat berguna bagi bagi tindakan pendanaan apapun secara global. Memang banyak yang menakut nakuti presiden, namun kita tau apa maksud mereka.
Kepemimpinan Indonesia dapat ditunjukkan oleh kecepatan menjalankan transisi energi, tanpa terperdaya oleh logika formal bahwa negara berkembang tidak bisa lebih cepat melakukan transformasi, karena ekonomi dan industrinya belum hebat, belum besar.
Mengapa harus mengambil logika bahwa kemajuan ekonomi harus ditentukan oleh seberapa hebat merusak lingkungan? Itu memalukan sekali. Indonesia dapat menggunakan logika terbalik dari itu dengan sumber daya yang ada, dengan kekuatan alam dan dukungan masyarakat Indonesia dapat menjadi contoh, memimpin dan menjadi contoh.
Peta jalan menuju zero emisi dapat lebih cepat dari komitmen dunia. Tentu saja akan menjadi prestasi bagi kepemimpinan Jokowi juga. Indonesia akan menjadi contoh bahwa perubahan itu tidak bisa datang dari ngeyel- ngeyelan antarnegara, tapi datang dari contoh dan suri tauladan yang baik dan dapat dilakukan lebih cepat.
Indonesia dapat memulainya dari membenahi hutan. Karena hutan adalah lahir batinnya bangsa Indonesia yang harus dijaga karena perintah UU dan juga karena kedekatan masyarakat dengan hutan. Dengan begitu Indonesia dapat memulihkan pembangkit tenaga air (PLTA) yang murah, mengoptimalkan pembangkit geothermal, dan mengurangi atau bahkan menghentikan ketergantungan pada batubara yang makin mahal.
Selanjutnya mempercepat electricity yang berasal dari energi hijau, mengurangi polusi perkotaan secara signifikan dengan tindakan nyata mengurangi konsumsi energi kotor. Semua usaha semacam ini di Indonesia akan dapat dimengerti dengan mudah oleh masyarakat. Karena pada dasarnya orang Indonesia dekat dengan alam dan ingin alam lestari kembali.
Indonesia dapat membawa dunia kepada yang lebih baik, tidak perlu ikut China, India dan Australia atau bahkan Amerika Serikat. Bangsa Indonesia tidak ada urusan dengan pihak pihak yang hendak melanjutkan kerusakan alam. Membangun lingkungan kehidupan yang lebih sehat dan orang datang ke Indonesia, datang ke Jakarta bisa bernapas lebih lega. To Build World a New kata Bung Karno. Bagi Presiden Jokowi ini legacy.
Memang China sebagai penghasil CO2 terbesar di dunia, telah menetapkan target tanggal 2060. Pencemar besar lainnya seperti India dan Rusia juga belum berkomitmen pada tanggal target 2050. Mereka mengulur waktu terlalu lama. Padahal Pakar PBB mengatakan bahwa bahkan jika rencana nasional saat ini sepenuhnya dilaksanakan, dunia sedang menuju pemanasan global 2,7C, dengan konsekuensi bencana yang besar.
Bagaimana dengan pemimpin COP 26 Indonesia ? tampaknya Indonesia harus menunjukkan ketegasanya dalam menjalankan agenda yang telah disepakati dan penting bagi Indonesia, seperti pemulihan hutan, pembatasan penggunaan energi kotor dan menekan polusi. Akan ada hambatan dari penghasil dan konsumen batubara serta peternakan dan perkebunan besar yang akan meminta relaksasi atau kemudahan dan tetap ingin mempertahankan energi kotor dan emisi buangan mereka demi pertumbuhan ekonomi. Mereka telah mengajukan tawaran itu lewat UU Cipta Kerja.
Pemulihan lingkungan atau perang terhadap perubahan iklim mudah bagi Indonesia, mengapa? Indonesia adalah gudangnya energi hijau, Indonesia memiliki cadangan geothermal terbesar di dunia, sumber energi surya, dan energi lainya dari sampah tumbuhan.
Dalam hal ini Indonesia dapat berbagi dengan yang lain. Selain itu Indonesia memiliki cadangan hutan tropis terluas di dunia yang akan sangat berguna bagi bagi tindakan pendanaan apapun secara global. Memang banyak yang menakut nakuti presiden, namun kita tau apa maksud mereka.
Kepemimpinan Indonesia dapat ditunjukkan oleh kecepatan menjalankan transisi energi, tanpa terperdaya oleh logika formal bahwa negara berkembang tidak bisa lebih cepat melakukan transformasi, karena ekonomi dan industrinya belum hebat, belum besar.
Mengapa harus mengambil logika bahwa kemajuan ekonomi harus ditentukan oleh seberapa hebat merusak lingkungan? Itu memalukan sekali. Indonesia dapat menggunakan logika terbalik dari itu dengan sumber daya yang ada, dengan kekuatan alam dan dukungan masyarakat Indonesia dapat menjadi contoh, memimpin dan menjadi contoh.
Peta jalan menuju zero emisi dapat lebih cepat dari komitmen dunia. Tentu saja akan menjadi prestasi bagi kepemimpinan Jokowi juga. Indonesia akan menjadi contoh bahwa perubahan itu tidak bisa datang dari ngeyel- ngeyelan antarnegara, tapi datang dari contoh dan suri tauladan yang baik dan dapat dilakukan lebih cepat.
Indonesia dapat memulainya dari membenahi hutan. Karena hutan adalah lahir batinnya bangsa Indonesia yang harus dijaga karena perintah UU dan juga karena kedekatan masyarakat dengan hutan. Dengan begitu Indonesia dapat memulihkan pembangkit tenaga air (PLTA) yang murah, mengoptimalkan pembangkit geothermal, dan mengurangi atau bahkan menghentikan ketergantungan pada batubara yang makin mahal.
Selanjutnya mempercepat electricity yang berasal dari energi hijau, mengurangi polusi perkotaan secara signifikan dengan tindakan nyata mengurangi konsumsi energi kotor. Semua usaha semacam ini di Indonesia akan dapat dimengerti dengan mudah oleh masyarakat. Karena pada dasarnya orang Indonesia dekat dengan alam dan ingin alam lestari kembali.
Indonesia dapat membawa dunia kepada yang lebih baik, tidak perlu ikut China, India dan Australia atau bahkan Amerika Serikat. Bangsa Indonesia tidak ada urusan dengan pihak pihak yang hendak melanjutkan kerusakan alam. Membangun lingkungan kehidupan yang lebih sehat dan orang datang ke Indonesia, datang ke Jakarta bisa bernapas lebih lega. To Build World a New kata Bung Karno. Bagi Presiden Jokowi ini legacy.
(poe)
Lihat Juga :