Energi Bersih Jadi Pokok Bahasan di G20
Senin, 01 November 2021 - 09:23 WIB
loading...
A
A
A
Pemerintah telah menargetkan akan menurunkan emisi GRK sektor energi menjadi sebesar 314-398 juta ton CO2 pada 2030. Beberapa strategi dilakukan di antaranya dengan mengembangkan EBT, konservasi energi, dan penerapan teknologi bersih.
Dari sisi pasokan, saat ini bauran energi nasional masih didominasi oleh bahan bakar fosil yakni batu bara yang di antaranya untuk menyuplai bahan bakar pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dengan porsi 38%, kemudian minyak bumi (31,6%), EBT (11,2%), dan gas alam (19,2%).
Nah, dengan komposisi bauran energi seperti di atas, maka “bola” kini ada di pemerintah. Bagaimanapun, batu bara sampai saat ini masih menjadi andalan untuk memproduksi listrik nasional karena secara keekonomian mampu berkontribusi pada biaya pokok penyediaan (BPP) listrik yang rendah dibanding sumber listrik dari EBT.
Selain itu, pasokan batu bara yang melimpah juga bisa menjadi pertimbangan bagaimana komoditas ini bisa menjadi andalan untuk menggerakkan perekonomian. Jika dianggap sebagai sumber emisi, maka harus dicarikan teknologi yang bisa memungkinkan proses pembangkitan listrik dari batu bara dengan emisi yang seminimal mungkin.
KTT G20 tahun ini juga menjadi momentum bersejarah bagi Indonesia. Pasalnya, mulai 1 Desember tahun ini Indonesia secara resmi menjadi presidensi G20 untuk tahun depan. Dengan demikian, Indonesia sekaligus akan menjadi tuan rumah KTT berikutnya yang rencananya digelar di Bali.
Presidensi G20 ini merupakan yang pertama bagi Indonesia dan menjadi sebuah kehormatan bagi Indonesia disertai tanggung jawab yang besar yang tentunya harus dijalankan dengan baik.
Dari sisi pasokan, saat ini bauran energi nasional masih didominasi oleh bahan bakar fosil yakni batu bara yang di antaranya untuk menyuplai bahan bakar pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dengan porsi 38%, kemudian minyak bumi (31,6%), EBT (11,2%), dan gas alam (19,2%).
Nah, dengan komposisi bauran energi seperti di atas, maka “bola” kini ada di pemerintah. Bagaimanapun, batu bara sampai saat ini masih menjadi andalan untuk memproduksi listrik nasional karena secara keekonomian mampu berkontribusi pada biaya pokok penyediaan (BPP) listrik yang rendah dibanding sumber listrik dari EBT.
Selain itu, pasokan batu bara yang melimpah juga bisa menjadi pertimbangan bagaimana komoditas ini bisa menjadi andalan untuk menggerakkan perekonomian. Jika dianggap sebagai sumber emisi, maka harus dicarikan teknologi yang bisa memungkinkan proses pembangkitan listrik dari batu bara dengan emisi yang seminimal mungkin.
KTT G20 tahun ini juga menjadi momentum bersejarah bagi Indonesia. Pasalnya, mulai 1 Desember tahun ini Indonesia secara resmi menjadi presidensi G20 untuk tahun depan. Dengan demikian, Indonesia sekaligus akan menjadi tuan rumah KTT berikutnya yang rencananya digelar di Bali.
Presidensi G20 ini merupakan yang pertama bagi Indonesia dan menjadi sebuah kehormatan bagi Indonesia disertai tanggung jawab yang besar yang tentunya harus dijalankan dengan baik.
Lihat Juga :