Mengenang Tokoh dan Buku
Sabtu, 30 Oktober 2021 - 06:47 WIB
loading...
A
A
A
Kita mengerti kontribusi dan ketokohan Selo Soemardjan tak sedikit. Persembahan buku menegaskan Selo Soemardjan menjadi bab penting dalam sejarah intelektual dan perkembangan-kemajuan ilmu sosiologi di Indonesia. Selo Soemardjan tak hanya catatan kaki.
baca juga: Novelis Tanzania Abdulrazak Gurnah Sabet Nobel Sastra
Sementara untuk buku, BM berseru guna mengingat buku-buku tua. Sekian buku itu kembali terbaca dan termaknai. Seperti Serat Pathi Basa (1916), Kitab Arti Logat Melajoe (1914), Baoesastra Melayoe-Djawa (1916), “soerat tjerita” Mas Marco Kartodikromo berjudul Mata Gelap (1914), juga terjemahan novel Andre Gide bertajuk Simfoni Pastoral (1987) untuk menyebut beberapa contoh. Komposisi esai dalam Titik Membara ini, memang lebih banyak tokoh tinimbang buku.
Kita menjumpai buku-buku dari masa lalu tak langgeng dan lekas surut. Beberapa buku justru terbenam atau karam, tak lagi teringat dan tercatat. BM mengutarakan, barangkali kita terlalu gampang melupakan buku dan kamus-kamus lawas, dengan tanpa sesalan dan ratapan. Buku-buku tua yang rapuh dan kusam itu masih mendapat restu untuk tampil saat dunia gegap gempita merayakan abad digital. Pembahasan menarik kita pelesir di hadapan buku, di lembaran-lembaran sang waktu.
Judul : Titik Membara
Penulis : Bandung Mawardi
Penerbit : Beruang
Tebal : 201 halaman
Cetakan : Pertama, Juli 2021
ISBN : 978-623-95588-3-3
baca juga: Novelis Tanzania Abdulrazak Gurnah Sabet Nobel Sastra
Sementara untuk buku, BM berseru guna mengingat buku-buku tua. Sekian buku itu kembali terbaca dan termaknai. Seperti Serat Pathi Basa (1916), Kitab Arti Logat Melajoe (1914), Baoesastra Melayoe-Djawa (1916), “soerat tjerita” Mas Marco Kartodikromo berjudul Mata Gelap (1914), juga terjemahan novel Andre Gide bertajuk Simfoni Pastoral (1987) untuk menyebut beberapa contoh. Komposisi esai dalam Titik Membara ini, memang lebih banyak tokoh tinimbang buku.
Kita menjumpai buku-buku dari masa lalu tak langgeng dan lekas surut. Beberapa buku justru terbenam atau karam, tak lagi teringat dan tercatat. BM mengutarakan, barangkali kita terlalu gampang melupakan buku dan kamus-kamus lawas, dengan tanpa sesalan dan ratapan. Buku-buku tua yang rapuh dan kusam itu masih mendapat restu untuk tampil saat dunia gegap gempita merayakan abad digital. Pembahasan menarik kita pelesir di hadapan buku, di lembaran-lembaran sang waktu.
Judul : Titik Membara
Penulis : Bandung Mawardi
Penerbit : Beruang
Tebal : 201 halaman
Cetakan : Pertama, Juli 2021
ISBN : 978-623-95588-3-3
(ymn)
Lihat Juga :