Mengenang Tokoh dan Buku

Sabtu, 30 Oktober 2021 - 06:47 WIB
loading...
Mengenang Tokoh dan...
Mengenang Tokoh dan Buku
A A A
Adib Baroya Al Fahmi
Mahasiswa UIN Raden Mas Said Solo, Jamaah Sinau Sabtu Siang

Bandung Mawardi (BM) mengenang buku dan tokoh berusia seabad. Sekian tokoh dan buku tak diinginkan berlalu. Penghormatan dengan esai-esai yang secara informatif mengenalkan ulang, memberi apresiasi, juga ralat-ralat. Kita tahu, BM rajin membikin peringatan-peringatan. Kerja dilakukan bermisi memuliakan sejarah dan persembahan masa silam.

baca juga: Resensi Buku Lagi Probation: Menikmati Susahnya Mencari Kerja

Pembuktian berupa buku berjudul Titik Membara: Kumpulan Esai Seabad Tokoh dan Buku. Melalui buku ini, BM menghadirkan tokoh-tokoh yang menderas di arus seni, pers, budaya, pendidikan-pengajaran, sampai politik. Pusparagam tema membuat kita beranjak dari tokoh ke tokoh, demikian latar biografis yang membentuk masa kanak dan perspektif hidupnya, juga warisan agung yang pantas kita kenang-rawat. Kita pun diajak berkelana.

Untuk tokoh, BM mengisahkan kritikus sastra HB Jassin, komikus RA Kosasih, penggubah naskah drama Utuy Tatang Sontani, sosiolog Selo Soemardjan, komponis Ismail Marzuki, sampai leksikograf Hassan Shadily. Sekian tokoh kembali terkabarkan dan terkenang di abad 21. Mereka bergerak membentuk sejarah Indonesia, dari bergam sisi dan dimensi. Kita masih layak memberi pemuliaan meski jarak lebar terbentang, dan tinggalan-tinggalan mungkin telah mendekam di album sejarah atau malah berserakan tak terekam.

Penghormatan atas sosok-sosok turut membentuk sejarah Indonesia itu, sedikit-banyak membantu mengembalikan ingatan kita dan memercikan renungan atas pengabdian, pengorbanan, dan kesungguhan. Ini mencandrakan masih ada yang bisa dipetik dari suatu waktu yang, jauh di belakang. Anutan berpekerti dan etos hidup pun lamat-lamat tersurat. Khazanah dari masa lalu yang kaya itu masih perlu didaratkan-diobrolkan. Anggap saja BM membawa nampan berisi secangkir sejarah yang siap diteguk-disantap sidang pembaca.

baca juga: Apresiasi Sastra, PBSI UIN Jakarta Gelar Ziarah dan Persembahan untuk WS Rendra

Meski berisi esai-esai berkiblat masa lalu, dan seakan BM sendiri memanggul misi kronik, ia tak lupa menyenggol isu-isu mutakhir yang layak disimak. Kisah bersejarah bisa jadi acuan membenahi sengkarut masa sekarang. Tentu, bila tekun menilik dan mau. Nada-nada seperti ini akan terasa di beberapa esai BM.

Sekian esai dalam buku ini memiliki panjang-pendek yang tak menentu. Ada yang panjang, demikian pula ada yang pendek. BM berusaha mengajukan pelbagai referensi, dari buku atau terbitan berkala umpama majalah. “Dua ciri yang gampang diingat dari esai-esainya ialah pandangannya yang terkesan sinis dan referensinya yang melimpah,” begitu pengantar penerbit.

baca juga: Mengenang Amir Hamzah, Tokoh Pujangga Baru yang Ditangkap dan Dihabisi Pasukan Pesindo

Sinisme yang ditawarkan BM kadang membuat kita mengernyitkan dahi, berhenti untuk berpikir, atau meringis-meringis sendiri. Setidaknya, kita tak lekas menerima apa saja yang ada di depan kita dan melewatkannya begitu saja, seolah tak ada apapun yang perlu dipertanyakan-dicermati. Yang jelas, BM menarik pembaca untuk menautkan diri di hadapan biografi tokoh, (sejarah) buku, beragam peristiwa di masa lalu, dan keluasan semesta tafsir. Kita dipertemukan dengan tokoh dan buku dari masa lalu.

Kita beranjak sejenak menengok pengisahan tokoh bernama Soerjono, atau lebih dikenal dengan Pak Kasur. Nama penting sebagai juru kisah berbekal senandung nyanyian edukatif dan ekspresif. Lagu dipersembahan bagi para bocah dan Indonesia. Kita masih mengingat lagu semacam Kebunku, Dua Mata Saya, Naik Delman, dan Bangun Tidur. Lagu-lagu itu mengisahkan lakon bocah Indonesia melaju di rel pendidikan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengelola Sawit untuk...
Mengelola Sawit untuk Indonesia yang Kuat
Mengenal System Shift,...
Mengenal System Shift, Kerangka Baru Membaca Perubahan Dunia
Mudiruna, Kisah Ulama...
Mudiruna, Kisah Ulama Cahaya dari Rumah Sederhana
Bukan Motivasi Kosong,...
Bukan Motivasi Kosong, Positivo Theory Jadi Panduan Nyata Anak Muda Bangun Masa Depan
Rustini Muhaimin Tekankan...
Rustini Muhaimin Tekankan Budaya Literasi dengan Gerakan Membaca
Prosumenesia: Era Baru...
Prosumenesia: Era Baru Konsumen Jadi Produsen Digital
Cukup Baca 4 Buku Setahun,...
Cukup Baca 4 Buku Setahun, Risiko Stres dan Depresi Bisa Turun Signifikan
Buku “Misi untuk Raka”...
Buku Misi untuk Raka Diluncurkan, Edukasi Anak Usia Dini agar Seru Tanpa Gawai
Berani Sehat, Tak Perlu...
Berani Sehat, Tak Perlu Takut Kuman
Rekomendasi
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
Paraguay vs Prancis:...
Paraguay vs Prancis: Les Bleus Target Berikutnya La Albirroja?
Piala Dunia 2026 Ternoda,...
Piala Dunia 2026 Ternoda, Tim Mesir Keluhkan Aksi Polisi Dallas
Berita Terkini
Kemlu: Dubes RI untuk...
Kemlu: Dubes RI untuk Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Bambang Saputra: Musyawarah...
Bambang Saputra: Musyawarah Harus Jadi Dasar Pembentukan UU
KPK: Kenaikan Gaji Kepala...
KPK: Kenaikan Gaji Kepala Daerah Tak Menjamin Bakal Bebas Korupsi
Pengembalian Amplop...
Pengembalian Amplop Raja Juli Tak Hapus Unsur Pidana, KPK Terus Dalami Kasus HPT
Menhut: Presiden Minta...
Menhut: Presiden Minta Kemenhut Bangun Tata Kelola Kehutanan Antikorupsi
Pertajam DIM RUU Pemilu,...
Pertajam DIM RUU Pemilu, DPR Buka Peluang Kunjungi NU, Muhammadiyah, hingga Walubi
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved