Indonesia Masuk 5 Besar Negara G20 Terendah Penyumbang Kasus Covid-19
loading...
A
A
A
JAKARTA - Situasi pandemi Covid-19 di Tanah Air kini melandai. Bahkan, di antara negara-negara anggota G20, Indonesia masuk lima besar negara penyumbang Covid-19 terendah.
“Di antara negara anggota G20, Indonesia saat ini berada di lima negara dengan kasus harian Covid-19 terendah,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Reisa Broto Asmoro dalam konferensi pers secara daring, Jumat (29/10/2021)
Dia mengungkapkan lima besar negara tersebut adalah Arab Saudi, Afrika Selatan, China, Indonesia, dan Jepang. “Indonesia mencatatkan kasus harian di bawah 1.000 kasus pada hari kemarin tepatnya tanggal 28 Oktober 2021,” katanya.
Bahkan, kata dia, dalam sepekan terakhir atau sejak 15 Oktober, Indonesia mencatatkan kasus harian di bawah 1.000 kasus. Dia menjelaskan fakta tersebut memberikan prestasi sendiri terhadap Indonesia di tingkat global.
“Prestasi kita bukan hanya di tingkat nasional, tapi juga di tingkat global. Kita, Indonesia berhasil mengurangi tekanan korban pandemi dunia yang saat ini sedang terjadi gelombang kenaikan kasus baru,” pungkasnya.
“Di antara negara anggota G20, Indonesia saat ini berada di lima negara dengan kasus harian Covid-19 terendah,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Reisa Broto Asmoro dalam konferensi pers secara daring, Jumat (29/10/2021)
Dia mengungkapkan lima besar negara tersebut adalah Arab Saudi, Afrika Selatan, China, Indonesia, dan Jepang. “Indonesia mencatatkan kasus harian di bawah 1.000 kasus pada hari kemarin tepatnya tanggal 28 Oktober 2021,” katanya.
Bahkan, kata dia, dalam sepekan terakhir atau sejak 15 Oktober, Indonesia mencatatkan kasus harian di bawah 1.000 kasus. Dia menjelaskan fakta tersebut memberikan prestasi sendiri terhadap Indonesia di tingkat global.
“Prestasi kita bukan hanya di tingkat nasional, tapi juga di tingkat global. Kita, Indonesia berhasil mengurangi tekanan korban pandemi dunia yang saat ini sedang terjadi gelombang kenaikan kasus baru,” pungkasnya.
(rca)