Hasto: Ada yang Ingin Membelah PDIP, Tidak Sabar Usung Capres di Pilpres 2024
Rabu, 27 Oktober 2021 - 20:05 WIB
loading...
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa pihaknya menyadari ada yang berusaha memanfaatkan isu pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa pihaknya menyadari ada yang berusaha memanfaatkan isu pemilihan presiden (Pilpres) 2024 . Khususnya menyangkut isu calon presiden-calon wakil presiden (capres-cawapres).
Hasto memantau ada pihak-pihak yang ingin merusak tatanan di internal partai dan pihak yang tak sabar memastikan kandidat yang akan diusung di Pilpres 2024. Padahal, kata dia, PDIP melihat pihak-pihak demikian sama saja berarti tidak memiliki etika dan ingin melangkahi kewenangan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Baca juga: PDIP Sebut Ideologi Pancasila Jadi Dasar Hadapi Turbulensi Peradaban
Hasto mengingatkan bahwa adalah kebiasaan dan budaya di PDIP telah dibangun oleh Megawati Soekarnoputri. Presiden ke-5 RI itu disebutnya selalu memikirkan kepentingan bangsa dan negara. Sehingga selalu berusaha bertangan dingin. Hasilnya, cara PDIP yang dibangun Megawati telah menciptakan pemimpin-pemimpin yang andal melalui proses kaderisasi.
"Lalu, sepertinya ada yang ingin membelah partai, tidak sabar berkaitan dengan capres-cawapres," ujar Hasto saat membuka acara pelatihan kebencanaan dengan tema La Nina, Fenomena, dan Dampaknya di Kantor Pusat PDIP, Jakarta Pusat, Rabu (27/10/2021).
Selain itu, Hasto mengatakan pihaknya memantau ada juga upaya untuk mengangkat-angkat kampanye negatif dan terkadang bahkan fitnah terhadap partainya. "Ada berbagai bentuk untuk men-downgrade hanya karena elektoral PDI Perjuangan setiap survei itu selalu tertinggi. Padahal itu kan adalah hasil, melalui sesuatu kerja organisasi, termasuk melalui kerja Baguna," jelasnya.
Hasto memantau ada pihak-pihak yang ingin merusak tatanan di internal partai dan pihak yang tak sabar memastikan kandidat yang akan diusung di Pilpres 2024. Padahal, kata dia, PDIP melihat pihak-pihak demikian sama saja berarti tidak memiliki etika dan ingin melangkahi kewenangan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Baca juga: PDIP Sebut Ideologi Pancasila Jadi Dasar Hadapi Turbulensi Peradaban
Hasto mengingatkan bahwa adalah kebiasaan dan budaya di PDIP telah dibangun oleh Megawati Soekarnoputri. Presiden ke-5 RI itu disebutnya selalu memikirkan kepentingan bangsa dan negara. Sehingga selalu berusaha bertangan dingin. Hasilnya, cara PDIP yang dibangun Megawati telah menciptakan pemimpin-pemimpin yang andal melalui proses kaderisasi.
"Lalu, sepertinya ada yang ingin membelah partai, tidak sabar berkaitan dengan capres-cawapres," ujar Hasto saat membuka acara pelatihan kebencanaan dengan tema La Nina, Fenomena, dan Dampaknya di Kantor Pusat PDIP, Jakarta Pusat, Rabu (27/10/2021).
Selain itu, Hasto mengatakan pihaknya memantau ada juga upaya untuk mengangkat-angkat kampanye negatif dan terkadang bahkan fitnah terhadap partainya. "Ada berbagai bentuk untuk men-downgrade hanya karena elektoral PDI Perjuangan setiap survei itu selalu tertinggi. Padahal itu kan adalah hasil, melalui sesuatu kerja organisasi, termasuk melalui kerja Baguna," jelasnya.
Lihat Juga :