Mengenal M Rasjidi, Menteri Agama Pertama RI
Selasa, 26 Oktober 2021 - 18:46 WIB
loading...
A
A
A
Setelah penyerahan kedaulatan, Rasjidi diangkat menjadi Duta Besar RI untuk Mesir merangkap Arab Saudi yang berkedudukan di Kairo. Dua tahun menjadi dubes di Kairo, dia dipindahkan ke Teheran sebagai Dubes Iran merangkap Afghanistan pada tahun 1953.
Kegiatan diplomasi dia tanggalkan saat menyelesaikan disertasinya di Universitas Sorbonne, Prancis. Pada 23 Mei 1956, Rasjidi lulus dengan predikat cum laude dan berhak meraih gelar doktor.
Lulus dari Sorbonne, Rasjidi diangkat pemerintah menjadi Dubes RI di Pakistan sampai terjadinya guncangan politik di Tanah Air sekitar 1958.
Lalu, Rasjidi mendapat tawaran mengajar di McGill University di Montreal, Kanada, sebagai Associate Professore bidang ilmu Agama Islam selama lima tahun, sebelum menerima tawaran untuk mengelola sebuah masjid, perpustakaan, dan lembaga pendidikan di Washington DC.
Baca juga: Tak Setuju Pernyataan Gus Yaqut, JK: Kemenag Itu adalah Keharusan
Dari Amerika Serikat, Rasjidi kembali ke Tanah Air, kemudian memulai pengabdiannya di bidang akademis, tepatnya sebagai dosen Hukum Islam di Universitas Indonesia (UI). Tahun 1968, dia dikukuhkan sebagai Guru Besar Hukum Islam dan Lembaga-lembaga Islam di universitas yang sama. Ia juga dikukuhkan menjadi Guru Besar Filsafat Barat di Fakultas Pascasarjana IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Cendekiawan muslim ini meninggal 30 Januari 2001 karena sakit, kemudian dimakamkan di pemakaman keluarga di Kotagede, Yogyakarta. Di Kantor Kemenag, Jakarta, nama M Rasjidi pun diabadikan yakni diAuditorium HM Rasjidi.
Sumber: Wikipedia, www.kemenag.go.id, dan buku Pahlawan-Pahlawan Bangsa yang Terlupakan (Penulis Johan Prasetya, Penerbit Saufa, Agustus 2014).
Kegiatan diplomasi dia tanggalkan saat menyelesaikan disertasinya di Universitas Sorbonne, Prancis. Pada 23 Mei 1956, Rasjidi lulus dengan predikat cum laude dan berhak meraih gelar doktor.
Lulus dari Sorbonne, Rasjidi diangkat pemerintah menjadi Dubes RI di Pakistan sampai terjadinya guncangan politik di Tanah Air sekitar 1958.
Lalu, Rasjidi mendapat tawaran mengajar di McGill University di Montreal, Kanada, sebagai Associate Professore bidang ilmu Agama Islam selama lima tahun, sebelum menerima tawaran untuk mengelola sebuah masjid, perpustakaan, dan lembaga pendidikan di Washington DC.
Baca juga: Tak Setuju Pernyataan Gus Yaqut, JK: Kemenag Itu adalah Keharusan
Dari Amerika Serikat, Rasjidi kembali ke Tanah Air, kemudian memulai pengabdiannya di bidang akademis, tepatnya sebagai dosen Hukum Islam di Universitas Indonesia (UI). Tahun 1968, dia dikukuhkan sebagai Guru Besar Hukum Islam dan Lembaga-lembaga Islam di universitas yang sama. Ia juga dikukuhkan menjadi Guru Besar Filsafat Barat di Fakultas Pascasarjana IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Cendekiawan muslim ini meninggal 30 Januari 2001 karena sakit, kemudian dimakamkan di pemakaman keluarga di Kotagede, Yogyakarta. Di Kantor Kemenag, Jakarta, nama M Rasjidi pun diabadikan yakni diAuditorium HM Rasjidi.
Sumber: Wikipedia, www.kemenag.go.id, dan buku Pahlawan-Pahlawan Bangsa yang Terlupakan (Penulis Johan Prasetya, Penerbit Saufa, Agustus 2014).
(zik)
Lihat Juga :