Gelar Diskusi Bersama Para Tokoh, GMNI Bahas Kepemimpinan Bung Karno
Kamis, 04 Juni 2020 - 01:20 WIB
loading...
DPP GMNI era Arjuna Putra Aldino dan M Ageng Dendy Setiawan menyelenggarakan diskusi daring bertema Bung Karno, Kepemimpinan Politik dan Demokrasi. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) dibawah kepemimpinan Arjuna Putra Aldino dan M Ageng Dendy Setiawan menyelenggarakan diskusi daring dengan tema Bung Karno, Kepemimpinan Politik dan Demokrasi yang diselenggarakan pada 3 Juni 2020 pukul 19.00 WIB via aplikasi Zoom Meetings.
(Baca juga: Sebanyak 333.415 Spesimen Diperiksa untuk Temukan Kasus Positif Covid-19)
Diskusi yang dihadiri 340 peserta ini menghadirkan tiga tokoh nasional, yaini Anak Agung Gede Ngurah (AAGN) Ari Dwipayana yang saat ini menjabat sebagai Koordinator Staf Khusus Presiden Republik Indonesia, Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah dan Djarot Saiful Hidayat mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2014-2017.
(Baca juga: New Normal di Daerah Disesuaikan Hasil Kajian Epidemiologi Covid-19)
Diskusi diawali dengan pemaparan Djarot Saiful Hidayat yang membahas tentang manifestasi kepemimpinan Bung Karno melalui kebijakan-kebijakan publik yang menyelamatkan kehidupan rakyat. Menurutnya, inti dari kepemimpinan Bung Karno adalah berpihak pada kepentingan rakyat.
"Kepemimpinan Bung Karno itu berpihak pada kepentingan rakyat. Menyelamatkan rakyat dari kemiskinan dan papa sengsara. Tanpa itu, kepemimpinan hanya permainan kata-kata tidak mencerminkan pemikiran bung Karno", ungkap mantan Walikota Blitar yang sukses memimpin Blitar selama 10 tahun dan masuk sebagai 10 Kepala Daerah Terbaik 2008 versi majalah Tempo bersama Presiden Joko Widodo, Rabu (3/5/2020).
Senada dengan itu, Kordinator Staf Khusus Presiden, A. A. G. N. Ari Dwipayana juga memaparkan bahwa ide-ide Bung Karno memuat keberpihakannya pada kemandirian dan kedaulatan Indonesia sebagai bangsa. Bung Karno, tuturnya bersama-sama negara-negara New Emerging Force mencoba membangun dunia baru yang adil dan manusiawi.
(Baca juga: Sebanyak 333.415 Spesimen Diperiksa untuk Temukan Kasus Positif Covid-19)
Diskusi yang dihadiri 340 peserta ini menghadirkan tiga tokoh nasional, yaini Anak Agung Gede Ngurah (AAGN) Ari Dwipayana yang saat ini menjabat sebagai Koordinator Staf Khusus Presiden Republik Indonesia, Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah dan Djarot Saiful Hidayat mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2014-2017.
(Baca juga: New Normal di Daerah Disesuaikan Hasil Kajian Epidemiologi Covid-19)
Diskusi diawali dengan pemaparan Djarot Saiful Hidayat yang membahas tentang manifestasi kepemimpinan Bung Karno melalui kebijakan-kebijakan publik yang menyelamatkan kehidupan rakyat. Menurutnya, inti dari kepemimpinan Bung Karno adalah berpihak pada kepentingan rakyat.
"Kepemimpinan Bung Karno itu berpihak pada kepentingan rakyat. Menyelamatkan rakyat dari kemiskinan dan papa sengsara. Tanpa itu, kepemimpinan hanya permainan kata-kata tidak mencerminkan pemikiran bung Karno", ungkap mantan Walikota Blitar yang sukses memimpin Blitar selama 10 tahun dan masuk sebagai 10 Kepala Daerah Terbaik 2008 versi majalah Tempo bersama Presiden Joko Widodo, Rabu (3/5/2020).
Senada dengan itu, Kordinator Staf Khusus Presiden, A. A. G. N. Ari Dwipayana juga memaparkan bahwa ide-ide Bung Karno memuat keberpihakannya pada kemandirian dan kedaulatan Indonesia sebagai bangsa. Bung Karno, tuturnya bersama-sama negara-negara New Emerging Force mencoba membangun dunia baru yang adil dan manusiawi.
Lihat Juga :