Gerakan Srikandi Indonesia Dideklarasikan, Cita-citakan Perempuan Berdaya Guna

Minggu, 08 Februari 2026 - 11:04 WIB
loading...
Gerakan Srikandi Indonesia...
Gerakan Srikandi Indonesia (GSI) resmi dideklarasikan sebagai wadah perjuangan dan kolaborasi perempuan Indonesia lintas profesi dan generasi di Jakarta, Sabtu (7/2/2026). Foto/Dok. SindoNews
A A A
JAKARTA - Gerakan Srikandi Indonesia (GSI) resmi dideklarasikan sebagai wadah perjuangan dan kolaborasi perempuan Indonesia lintas profesi dan generasi. Deklarasi dirangkaikan dengan penandatanganan akta pendirian dan komitmen organisasi itu menandai lahirnya sebuah gerakan berorientasi pada pemberdayaan perempuan yang nyata di bidang politik, ekonomi, dan sosial.

Dalam deklarasi tersebut, Dewie Yasin Limpo tampil sebagai pencetus sekaligus pendiri dan Ketua Umum Gerakan Srikandi Indonesia. Sejumlah tokoh perempuan nasional turut tercatat sebagai pendiri dan penggerak. Mereka di antaranya peneliti sekaligus birokrat Delima Hasri Azahari, Siti Nur Azizah Ma’ruf, pengacara kondang Elza Syarief, Siti Fadillah Supari, Melani L. Suharli, serta sejumlah tokoh perempuan nasional lainnya dari berbagai latar belakang profesional. Baca juga: Menguatkan Perempuan, Mengokohkan Peradaban Bangsa

Dewie menegaskan, GSI dibentuk bukan sekadar sebagai organisasi seremonial atau ruang berkumpul tanpa arah. GSI lahir dari kegelisahan atas potensi besar perempuan Indonesia yang belum sepenuhnya terkelola secara kolektif dan berkelanjutan.

“Kita berkumpul di GSI untuk mewujudkan perempuan Indonesia yang berdaya, mandiri, dan berdaulat untuk bangsa ini. Bukan sekadar kongkow tanpa tujuan. Kita ingin era baru, perempuan yang bersatu, bahagia, tapi punya target sukses, baik di politik maupun ekonomi,” kata Dewie dalam sambutannya di Jakarta, Sabtu (7/2/2025).

Ia menekankan perempuan merupakan aset luar biasa bagi bangsa. Peran perempuan sangat dibutuhkan di seluruh sektor kehidupan, mulai dari politik, ekonomi, sosial, hingga lingkungan. Negara pun telah membuka ruang yang luas, termasuk kuota keterwakilan perempuan sebesar 30% di lembaga legislatif.

“Jalurnya sudah ada. Tinggal bagaimana kita mempersiapkan diri. Di GSI, yang ingin terjun ke politik akan kita bekali pendidikan politik. Yang ingin menjadi pengusaha, kita carikan jalannya. Kita belajar bersama, tumbuh bersama,” tegasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sidang Lengkap IV Dewan...
Sidang Lengkap IV Dewan Hisbah 2026, Ketum Persis: Fatwa Harus Jadi Solusi Umat
Dipercaya 23,3 Juta...
Dipercaya 23,3 Juta Pelaku Usaha Ultra Mikro, PNM Ungkap Pentingnya Integritas
Kongres Luar Biasa KOWANI...
Kongres Luar Biasa KOWANI Pilih Yenny Wahid sebagai Ketua Umum Baru
KOWANI Gelar KLB, Upaya...
KOWANI Gelar KLB, Upaya Selamatkan Tata Kelola dan Integritas Organisasi
PKS Tekankan Peran Perempuan...
PKS Tekankan Peran Perempuan dalam Penguatan Ekonomi Keluarga dan Nasional
Wamen PU Apresiasi Upaya...
Wamen PU Apresiasi Upaya Astra Ciptakan Lingkungan Kerja Inklusif
Sucofindo Dukung Inisiatif...
Sucofindo Dukung Inisiatif ABPEDNAS melalui Program Srikandi Jaga Desa
Riset Ungkap Pendapatan...
Riset Ungkap Pendapatan Nasabah Mekaar Meningkat, Bukti Pemberdayaan UMKM Efektif
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Rekomendasi
Bellingham Antar Inggris...
Bellingham Antar Inggris ke Semifinal, Norwegia Tersingkir Lewat Drama Extra Time
72 Tahun Menunggu, Xhaka:...
72 Tahun Menunggu, Xhaka: Saatnya Swiss Menulis Sejarah Baru
Inggris vs Norwegia:...
Inggris vs Norwegia: Cuaca Jadi Musuh Utama
Berita Terkini
30 Pati TNI AU Naik...
30 Pati TNI AU Naik Pangkat, Danlanud Sultan Hasanuddin Pecah Bintang
Kejagung Janji Profesional...
Kejagung Janji Profesional Usut Kasus Dugaan Korupsi Febrie Adriansyah
BMKG Prediksi Curah...
BMKG Prediksi Curah Hujan Tetap Rendah di Wilayah Indonesia pada Pertengahan Juli 2026
Prabowo Panggil Menhan,...
Prabowo Panggil Menhan, Kapolri, hingga Jaksa Agung di Istana Malam Ini, Ada Apa?
Kasus Febrie Adriansyah...
Kasus Febrie Adriansyah Dilimpahkan ke Kejagung, Pakar: Proses Hukum Harus Transparan
Polri Limpahkan Kasus...
Polri Limpahkan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung, KPK: Kami Yakin Ditangani Profesional
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved