alexametrics

Sebanyak 333.415 Spesimen Diperiksa untuk Temukan Kasus Positif Covid-19

loading...
Sebanyak 333.415 Spesimen Diperiksa untuk Temukan Kasus Positif Covid-19
Juru Bicara Pemerintah Penanganan virus Corona (Covid-19), Achmad Yurianto mengatakan dalam rangka menemukan kasus positif Covid-19 di Tanah Air, sebanyak 333.415 spesimen telah diperiksa. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah Penanganan virus Corona (Covid-19), Achmad Yurianto mengatakan dalam rangka menemukan kasus positif Covid-19 di Tanah Air, sebanyak 333.415 spesimen telah diperiksa.

Sementara dari 31 Mei hingga 1 Juni 2020 dengan cut off data pukul 12.00 WIB, kata Yuri sebanyak 10.039 spesimen telah selesai diperiksa. “Namun masih ada 6.525 yang sekarang sedang kita verifikasi dengan laboratorium dengan rumah sakit yang mengirim dan seterusnya. Beberapa sedang dalam proses untuk pemeriksaan,” kata Yuri di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta (1/6/2020). (Baca juga: Update Corona 1 Juni 2020: 26.940 Orang Positif, 7.637 Sembuh, dan 1.641 Meninggal Dunia)

Sehingga, total yang sudah diperiksa akumulasinya adalah 333.415 spesimen. Baik menggunakan Real Time PCR maupun menggunakan tes cepat molekuler (TCM TB). Dari hasil pemeriksaan tersebut sudah terkonfirmasi penambahan kasus sebanyak 467 positif Covid-19. “Angkanya menjadi 26.940 orang. Kenaikan ini tentunya adalah gambaran keseluruhan dari negara kita,” kata Yuri. (Baca juga: Update, 973 WNI di Luar Negeri Terkonfirmasi Covid-19)



Namun kalau kemudian dirinci lebih lanjut, kata Yuri bahwa kenaikan yang masih cukup tinggi ada di DKI Jakarta. “Angka yang masih cukup tinggi kita dapatkan di DKI, di Jawa Timur, di Sulawesi Selatan, di Jawa Barat dan di Kalimantan Selatan,” jelasnya.

Selain itu, sebanyak 15 Provinsi melaporkan tidak ada atau nihil penambahan kasus positif Covid-19. “Hari ini 15 provinsi yang tidak ada laporan kasus positif,” tegas Yuri.
(cip)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak