Jawab Cibiran Yusril, Demokrat: Cuci Muka Dulu Sebelum Bicara
Senin, 18 Oktober 2021 - 08:20 WIB
loading...
Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra meminta Yusril Ihza Mahendra untuk aktif mencari tahu sebelum berbicara mengenai sesuatu. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Partai Demokrat telah menyerahkan sejumlah dokumen pendukung ke Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) beberapa waktu lalu. Hal ini sebagai upaya kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mementahkan gugatan Judicial Review yang dilakukan Yusril Ihza Mahendra mewakili kubu Moeldoko.
"Kami itu ke Kemenkumham untuk menyerahkan berbagai bukti dan dokumen-dokumen yang menurut kami bisa membantu Kemenkumham mementahkan upaya manipulasi hukum yang dilakukan Yusril melalui uji materiil di MA," ujar Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra, Minggu (17/10/2021). Baca juga: Demokrat Sebut Yusril Ngeles Terus saat Ditantang Debat Face to Face
Dia meminta Yusril Ihza Mahendra untuk aktif mencari tahu sebelum berbicara mengenai sesuatu. "Mungkin karena Yusril sudah profesor, sampai lupa mencari tahu apa yang kami lakukan di Kemenkumham tapi sudah nafsu keburu komentar. Asal bunyi saja. Beginilah kalau memang membela yang bayar, bukan membela yang benar. Kalau bahasa anak jaman sekarang, cek dan ricek dulu," kata Herzaky.
Herzaky menjelaskan dalam Judicial Review AD/ART Partai Demokrat pihak termohonnya adalah Kemenkumham, bukan Partai Demokrat. Sehingga menurutnya dokumen-dokumen harus di Partai Demokrat ke Kemenkumham karena pihak Partai Demokrat tidak bisa langsung ke pengadilan.
"Sebaiknya Yusril cuci muka dulu sebelum bicara, daripada asal bunyi. Diresapi dulu, dipikirkan baik-baik, sebelum bicara. Malu sama usia dan gelarnya," pungkas Herzaky Mahendra Putra.
"Kami itu ke Kemenkumham untuk menyerahkan berbagai bukti dan dokumen-dokumen yang menurut kami bisa membantu Kemenkumham mementahkan upaya manipulasi hukum yang dilakukan Yusril melalui uji materiil di MA," ujar Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra, Minggu (17/10/2021). Baca juga: Demokrat Sebut Yusril Ngeles Terus saat Ditantang Debat Face to Face
Dia meminta Yusril Ihza Mahendra untuk aktif mencari tahu sebelum berbicara mengenai sesuatu. "Mungkin karena Yusril sudah profesor, sampai lupa mencari tahu apa yang kami lakukan di Kemenkumham tapi sudah nafsu keburu komentar. Asal bunyi saja. Beginilah kalau memang membela yang bayar, bukan membela yang benar. Kalau bahasa anak jaman sekarang, cek dan ricek dulu," kata Herzaky.
Herzaky menjelaskan dalam Judicial Review AD/ART Partai Demokrat pihak termohonnya adalah Kemenkumham, bukan Partai Demokrat. Sehingga menurutnya dokumen-dokumen harus di Partai Demokrat ke Kemenkumham karena pihak Partai Demokrat tidak bisa langsung ke pengadilan.
"Sebaiknya Yusril cuci muka dulu sebelum bicara, daripada asal bunyi. Diresapi dulu, dipikirkan baik-baik, sebelum bicara. Malu sama usia dan gelarnya," pungkas Herzaky Mahendra Putra.
Lihat Juga :