Jokowi Instruksikan Infrastruktur Kesehatan Harus Dibenahi Total

Sabtu, 16 Oktober 2021 - 11:34 WIB
loading...
Jokowi Instruksikan...
Presiden Jokowi menginstruksikan infrastruktur kesehatan harus dibenahi total. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui infrastruktur kesehatan di Indonesia masih kurang baik. Hal itu terlihat saat pandemi Covid-19 menghantam Tanah Air. Karena itulah perlu ada pembenahan total agar bisa melayani masyarakat lebih baik lagi.

Demikian disampaikan Jokowi saat memberikan arahan kepada para Direktur Utama BUMN di Hotel Meruorah Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagaimana dilihat dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (16/10/2021).

"Ketahanan kesehatan ke depan juga sangat penting sekali dengan pandemi yang kita hadapi sekarang. Mau tidak mau infrastruktur kesehatan kita, fasilitas kesehatan kita harus kita benahi total. Kelihatan sekarang kekurangannya di sebelah mana, kelihatan sekali kurang semuanya," tandas Jokowi. Baca juga: 76 Tahun Indonesia Merdeka, Jokowi: Industri Kesehatan RI Masih Lemah

Jokowi ingin perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang kesehatan segera melakukan reformasi besar-besaran dalam rangka perbaikan. BUMN juga diminta sigap merespons kerja sama dengan negara lainnya. Jangan sampai kinerjanya membuat kecewa. Baca juga: Jokowi: Pemerintah Cari Ekuilibrium Kesehatan dan Ekonomi dalam Atasi Pandemi

"Yang paling cepat harus me-reform itu BUMN yang menurut saya urusannya dengan kesehatan. Bukain ke Bangladesh, bukain ke India, datapun sendiri Perdana Menteri Narendra Modi, di sini nggak merespons gimana. Sampai nanyain dua kali ke saya nggak ngirim tim ke sini, nggak ada tindak lanjut," tukas Jokowi.

Di sisi lain, Jokowi ingin perusahaan pelat merah melakukan transformasi bisnis dengan beradaptasi pada kemajuan teknologi. Adaptasi di tengah kemajuan teknologi adalah sebuah keharusan. "Karena sekali lagi transformasi bisnis, adaptasi teknologi, sudah jadi keharusan. Hitungan kita, kita ini balapan punya waktu dua tahun bukan karena 2024, nggak. Memang waktu ini hanya diberi waktu kalau negara mau melompat hanya dua tahun," pungkas dia. Fahreza Rizky
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MA-Kemenkum: Kepastian...
MA-Kemenkum: Kepastian Hukum dan Pemahaman BJR Penting dalam Pengambilan Keputusan di BUMN
Prabowo Sebut BUMN Sumber...
Prabowo Sebut BUMN Sumber Korupsi: Kembalikan Kekayaan Rakyat
Prabowo Resmikan 5 Bendungan...
Prabowo Resmikan 5 Bendungan Serentak di Lombok, Aceh, Jateng dan Bali
Pengamat: BUMN Bukan...
Pengamat: BUMN Bukan Tempat Bagi-bagi Jabatan
MK Tolak Gugatan Dharma...
MK Tolak Gugatan Dharma Pongrekun Atas UU Kesehatan: Kepatuhan Warga adalah Konsekuensi Logis
Indonesia Butuh Koalisi...
Indonesia Butuh Koalisi Advokasi untuk Percepat Adopsi Inovasi Kesehatan
BRI Life Hadirkan Solusi...
BRI Life Hadirkan Solusi Perlindungan Kesehatan dan Finansial
Inovasi Advanced Formulation...
Inovasi Advanced Formulation dan Teknologi EEG Pertama Hadir untuk Dukung Perkembangan Otak Si Kecil
Transformasi IFG Tak...
Transformasi IFG Tak Hanya Streamlining, Tapi Perkuat Tata Kelola Investasi
Rekomendasi
Rodri Bungkam Mulut...
Rodri Bungkam Mulut Ronaldo dengan Trofi Piala Dunia 2026 dan Golden Ball
Masalah Klasik Lagi,...
Masalah Klasik Lagi, Justin Hubner Terancam Absen Bela Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
32 Negara Siap Meriahkan...
32 Negara Siap Meriahkan 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026
Berita Terkini
Pakar: Penetapan Tersangka...
Pakar: Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah Bukti Profesionalisme Kejagung
Febrie Adriansyah Ditahan,...
Febrie Adriansyah Ditahan, Eks Penyidik KPK: Kejagung Tunjukkan Keseriusan
Anis Matta soal Politik...
Anis Matta soal Politik Luar Negeri Bebas Aktif: Jangan Datang kepada Orang Hanya Waktu Kita Punya Masalah
Mohon Perlindungan Presiden,...
Mohon Perlindungan Presiden, Asosiasi Petani Tembakau Tolak Rancangan Pembatasan Kadar Nikotin
Ketua MUI Harap KUII...
Ketua MUI Harap KUII VIII Keluarkan Rekomendasi Tegas Penolakan Praktik LGBT
Pakar: Penggeledahan...
Pakar: Penggeledahan dalam Kasus Febrie Dapat Dibenarkan Asal Sesuai Prosedur
Infografis
Jadi Buah Terbaik di...
Jadi Buah Terbaik di Asia Tenggara, Ini 7 Manfaat Manggis untuk Kesehatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved