Jokowi: Pemerintah Cari Ekuilibrium Kesehatan dan Ekonomi dalam Atasi Pandemi

Sabtu, 28 Agustus 2021 - 16:19 WIB
loading...
Jokowi: Pemerintah Cari...
Presiden Jokowi menyebut pemerintah terus mengupayakan mencari titik keseimbangan atau ekuilibrium antara kesehatan dan ekonomi rakyat dalam menghadapi pandemi Covid-19. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut pemerintah terus mengupayakan mencari titik keseimbangan atau ekuilibrium antara kesehatan dan ekonomi rakyat dalam menghadapi pandemi Covid-19.

"Berkaitan dengan ekonomi ini memang memainkan gas dan rem, kalau kasusnya turun maka ekonomi naik, kalau kasus naik maka ekonomi pasti turun. Rumus nya seperti itu ," ujar Jokowi, dalam pertemuan dengan pimpinan partai politik koalisi yang diunggah YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (28/8/2021).

Menurut Jokowi, untuk mencari titik keseimbangan tersebut bukanlah hal mudah untuk mecapai titik keseimbangan antara ekonomi dan kesehatan rakyat. Apalagi di tengah distribusi vaksinasi yang memiliki tantangan karena Indonesia merupakan negara dengan pulau terbanyak. Baca juga: Jokowi: Indonesia Peringkat ke 4 dari 220 Negara Penyelenggara Vaksinasi

"Di kuartal pertama 2021 dari minus 0,7, di kuartal kedua kita bisa sudah meloncat ke 7,07 ( 7,1)%. Kemudian inflasi juga relatif terkendali kalau kalau kita bandingkan dengan negara-negara lain inflasi kita masih relatif terjaga di 1,5%. Ekspor kita naik 3,8% didominasi sektor pertanian," ungkap Jokowi.

Konsumsi masyarakat di kuartal kedua di 5,9%, investasi di 7,5% Indeks kepercayaan pemerintah itu juga naik dari 97,6% kemudian menjadi 115,6%. Kepercayaan publik kepada pemerintah kata Jokowi merupakan semangat optimisme. "Namun harus tetap hati-hati karena tidak bisa di kalkulasi. Strategi ekonomi negara kita hendak kita transformasi dari sektor konsumsi melainkan produksi. Oleh sebab itu semua komoditas didorong untuk hilirisasi," kata Joko Widodo. Baca juga: Megawati: Rakyat Harus Tahu Vaksinasi Bukan Obat Jadi Masih Bisa Terpapar

Beberapa nilai tambah industri dalam proses hilirisasi kata Jokowi yakni nikel, lithium baterai mobil listrik, bauksit. Selain itu adapula sektor perkebunan kelapa sawit, pertanian porang yang merupakan makanan sehat masa depan karena rendah kalori karbohidrat dan bebas gula.

"Sistem pemerintahan kita hal yang sangat darurat harus direspon dengan cepat dari disrupsi. Negara sekaya apapun akan kalah dengan negara yang cepat dalam memutuskan pandemi Covid-19," tandas Joko Widodo. [Carlos Roy Fajarta]

Presiden RI, Joko Widodo mengadakan pertemuan dengan pimpinan partai politik koalisi yang diunggah YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (28/8/2021) [istimewa]
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Riwayat Kepangkatan...
Riwayat Kepangkatan Tito Karnavian, Mantan Kapolri yang Jadi Mendagri di Era Jokowi dan Prabowo
Respons Mahfud MD soal...
Respons Mahfud MD soal Isu Ijazah Palsu Jokowi, Jadi Presidennya Tetap Sah
Wamen Christina Ungkap...
Wamen Christina Ungkap Banyak Peluang Kerja Sektor Kesehatan di Luar Negeri
Jokowi Bersedia Jadi...
Jokowi Bersedia Jadi Dewan Pembina Rampai Nusantara
Prabowo Bangga Indonesia...
Prabowo Bangga Indonesia Pernah Dipimpin SBY dan Jokowi
Ubedilah Badrun Sebut...
Ubedilah Badrun Sebut Efisiensi Anggaran Era Prabowo Akibat Buruknya Pemerintahan Jokowi
Warga Karo Bangun Patung...
Warga Karo Bangun Patung Jokowi Senilai Rp2,5 Miliar, Simbol Terima Kasih
Ini Riwayat Pendidikan...
Ini Riwayat Pendidikan Seluruh Presiden Indonesia, Sudah Tahu?
Tingkatkan Pelayanan...
Tingkatkan Pelayanan Pasien Indonesia, Mahkota Medical Centre Luncurkan Kartu Health and Leisure
Rekomendasi
Namanya Terseret Kasus...
Namanya Terseret Kasus Dugaan Suap Impor Bea Cukai, Raffi Ahmad Buka Suara
Selain Resmikan RSUD,...
Selain Resmikan RSUD, Prabowo Diagendakan Menghadiri Munas Hipmi di Lampung
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Berita Terkini
Masa Penahanan Gus Yaqut...
Masa Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang selama 30 Hari
Prabowo Minta Menkes...
Prabowo Minta Menkes Perluas CKG-Perkuat Penanggulangan TBC
Konflik PPP Banten Dinilai...
Konflik PPP Banten Dinilai Lebih dari Sekadar Pergantian Ketua
4 Oknum Prajurit TNI...
4 Oknum Prajurit TNI Terdakwa Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Hari Ini Divonis
3 Guru Besar Kedokteran...
3 Guru Besar Kedokteran Bakal Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa
Kasus Mega Korupsi BGN...
Kasus Mega Korupsi BGN dan Kitas-Kitap
Infografis
12 Terlapor dalam Kasus...
12 Terlapor dalam Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved