Seksualitas Sekarang Ini

Sabtu, 16 Oktober 2021 - 08:52 WIB
loading...
Seksualitas Sekarang...
Seksualitas Sekarang Ini
A A A
Adib Baroya Al Fahmi
Mahasiswa UIN Raden Mas Said Solo

Membicarakan tentang hal-hal tabu seolah tiada ujungnya. Aspek dalam hidup kita yang dilingkupi ketabuan, satu di antaranya adalah seks. Dunia ini mirip semesta dalam lorong yang tak boleh dilewati sembarang orang. Tentu saja, pembahasan seks masih berkelindan dengan pengekangan atau pelonggaran (baik hukum maupun asasi) di tiap-tiap wilayah.

baca juga: Berisi Seksualitas dan Pornografi, 81 Juta Video TikTok Dihapus


Seksualitas kita tak bisa lepas dari konstruksi sosial-kultural masyarakat. Tiap-tiap kelompok masyarakat, pada akhirnya, memiliki cara pandang masing-masing dalam menghadapi seksualitas. Dalam ranah keluarga sendiri, ada yang menganggap bahwa seks, kelak akan dimengerti oleh anak semasa remaja dengan caranya sendiri-sendiri, membersamai pencarian jati diri, hingga tak perlu repot-repot mengajari hal-hal begituan. Demikian pula sebaliknya, ada keluarga yang segera memberikan percikan pemahaman orientasi seksual. Semua turut dibentuk dalam konstruksi keluarga, sebagai institusi paling kecil.

baca juga: 4 Mata-mata Berkedok PSK, Dunia Telik Sandi dalam Balutan Seksualitas


Saat dunia kini serba digital, seksualitas memiliki ruang persemaian lebih kompleks. Dunia mulai memandang-menghasrati seks dalam jagat artifisial. Orang-orang mulai terangsang berpangkal adegan-adegan panas dari kotak layar. Libido manusia mulai digerakkan dan digembar-gemborkan dengan hebat. Intensitas yang tinggi membuat gairah manusia yang mulanya¾setidak-tidaknya bisa ditahan¾kini gampang banget terangsang. Seksualitas dalam dunia artifisial, dengan gemerlap dunia industrinya, benar-benar menggejala dan memberi pengaruh besar dalam kehidupan kita. Kebutuhan manusia akan seks nyaris diolah-ditarik ke arah tak ada batas.

Handrawan Nadesul di majalah Matra edisi pertama, Januari 1999, menulis bahwa, “perangkat multimedia tampaknya semakin membuka peluang kepada siapapun, laki-laki maupun perempuan, untuk menemukan sosok idaman seksual model apa saja. Sosok pembangkang gairah seksnya itu bisa dengan mudah diakses. Orang yang tak sanggup lagi menahan kegelisahan perkawinannya, menemukan saluran pelampiasan dalam Cybersex.”

baca juga: Episode 3 Loki Konfirmasikan Seksualitas Loki dan Sosok Sylvie


Barangkali, tebakan Handrawan Nadesul itu benar adanya, dan kini jadi realitas di selingkar kita. Adegan persetubuhan mulai menyebar lewat beragam jalan. Persebaran ini tentu terjadi akibat koneksi yang saling terhubung oleh media maya.

Hendri Yulis dalam buku C*bul: Perbincangan Seksualitas Era Kontemporer mendedahkan bagaimana dunia seksualitas kita, mulai dari sisi ekonomi-industrial, relasi kuasa dalam hubungan keluarga, budaya artifisial, sastra porno, sampai etika menghadapi film porno masa kini.

Adegan-adegan bertema seksualitas tersalurkan dalam film-film. Benar saja, film-film semacam ini laris di pasaran. Mulai lewat kaset DVD, atau macam sekarang, tinggal mengunduh di internet dan menyimpannya dalam laptop atau diskalepas¾alias flasdisk.

baca juga: Ceritakan Seksualitasnya, David Archuleta Akui Sebagai Biseksual


Pergeseran arus membikin fantasi dan kenikmatan masyarakat modern kita terhadap seks makin tak terbendung. Semburat rasa nikmat terbangun dalam imajinasi yang memendar dari film. Tatkala bicara tentang kenikmatan, itu rupanya bukan perkara biologis, tapi juga menyoal bagaimana kenikmatan dimediasi oleh piranti teknologis dan ditransfer pada, serta diambil alih oleh, tubuh kita.

Nyatanya, idealisasi dan pertarungan ideologi film porno tentu tak luput berlangsung. Ada Timur ada Barat. Ada laki-laki (maskulin) dan perempuan (feminin). Meski konstruksi gender ini juga kembali dibongkar dan dipertanyakan. Isu rasialisme dan percobaan¾untuk melampaui batas-batas kemampuan tubuh¾turut mengarus dalam genre film ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengelola Sawit untuk...
Mengelola Sawit untuk Indonesia yang Kuat
Mengenal System Shift,...
Mengenal System Shift, Kerangka Baru Membaca Perubahan Dunia
Mudiruna, Kisah Ulama...
Mudiruna, Kisah Ulama Cahaya dari Rumah Sederhana
Rustini Muhaimin Tekankan...
Rustini Muhaimin Tekankan Budaya Literasi dengan Gerakan Membaca
Prosumenesia: Era Baru...
Prosumenesia: Era Baru Konsumen Jadi Produsen Digital
Marak Dokter Cabul,...
Marak Dokter Cabul, Penyalahgunaan Kekuasaaan hingga Krisis Etika Jadi Faktor
Polisi Buru Pendiri...
Polisi Buru Pendiri Ponpes Pati yang Diduga Cabuli Santriwati
Buntut Pendiri Ponpes...
Buntut Pendiri Ponpes Cabul, Kemenag Pindahkan Santri ke Sejumlah Sekolah di Pati
Lagu Erika Viral, HMT...
Lagu Erika Viral, HMT ITB Minta Maaf Akui Tak Sesuai Moral Akademik
Rekomendasi
Latihan Kaki Tak Hanya...
Latihan Kaki Tak Hanya Bakar Kalori, Ternyata Penting untuk Keseimbangan Hormon
Rencanakan Liburan dengan...
Rencanakan Liburan dengan Lebih Fleksibel Melalui Paylater
Hasil Indonesia Open...
Hasil Indonesia Open 2026: Jonatan Sikat Alwi, Jafar/Felisha Kalah
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved