Seksualitas Sekarang Ini

Sabtu, 16 Oktober 2021 - 08:52 WIB
loading...
A A A
baca juga: Seperti Ini Gejala dan Penyebab Seseorang Hiperseksualitas

Hendri Yulius mendaras pembabagan ini dengan lugas. Bahwa film porno, jelas mempertimbangkan manajemen industrial berikut pangsa pasar. Adegan seks bahkan sempat merajai dan menjadi menu utama perfilman nasional. Film telah merasuk ke dalam pikiran dan sukma. Kita rupanya tidak bisa jauh-jauh dari tatapan “gambar hidup”. Permainan gaya, tanda, citra, kode, simbol dalam layar itu sangat kuat memberi pengaruh dalam hidup kita.

Goyang Dangdut

Perbincangan seputar nuansa “panas” kurang rasanya bila tak menyinggung musik dangdut. Dangdut sudah mendarah daging dalam budaya Indonesia, termasuk biduanitanya. Sedang Inul Daratista dan Jupe¾sapaan Julia perez, Hendri sebut sebagai ikon dangdut pasca reformasi. Kita tahu, kebebasan publik dalam berekspresi di masa rezim Orde Baru benar-benar minim dan dikontrol ketat. Kemunculan Inul dan Jupe dalam dunia hiburan, jelas mengembuskan angin segar, lewat lirik-lirik lagu dan goyangan.

baca juga: Pornografi Virtual Reality Booming di 2026 dan Punya Fitur Edan


Pada medio 2000an, dunia perdangdutan dikejutkan oleh kehadiran seorang penyanyi perempuan dan mengekspresikan hasrat dan sensualitasnya secara terbuka di atas panggung. Nama aslinya Ainul Rokhimah dan ia berasal dari Pasuruan, Jawa Timur. Dengan nama Inul Daratista, ia membawa imaji sebagai perempuan yang kuat, asertif, dan penuh nuansa seksual, yang menggoda siapapun dengan goyang ngebornya. (hlm. 111)

Dangdut dan goyangan adalah dua sisi dalam keping koin. Dangdut tanpa goyangan mungkin mirip sayur tanpa garam: kurang lengkap, hingga rasanya hambar! Meniadakan goyangan di atas kemegahan panggung rasa-rasanya membuat pentas dangdut kurang afdal.

baca juga: Dustin Tiffani Telanjangi Diri Sendiri di Podcast Porno Eps. 15

Goyangan demi goyangan pun menjamur. Kita bisa menderet beberapa goyangan yang heboh dan sempat ngetren di Indonesia. Selain goyang ngebornya Inul Daratista, ada goyang itik milik Zaskia Gotik, goyang gergaji persembahan Dewi Persik. Ada pula goyang dribble milik Duo Serigala¾yang tak kalah panasnya. Goyangan membersamai dendang dangdut tetap ada, mengalami pasang-surut dari masa ke masa.

Dangdut bukan sekadar hiburan belaka. Dendang dangdut memperlihatkan imaji perubahan sosial yang sedang terjadi, dan bergerak menuju ke titik negosiasi, penawaran, juga kreativitas yang baru atas nilai bahkan konstruksi masyarakat. Andreuw N Weintraub, seperti yang dikutip Hendri, berseloroh “Dangdut is the Rakyat”. Musababnya, musik dangdut memiliki kedekatan intim yang menghubungkannya dengan nestapa dan derita “rakyat Indonesia” dan juga lapisan kelas bawah.

baca juga: Situs Video Porno Pornhub Ketiban Rejeki Saat Facebook Down

Dangdut itu mengambil ceruk inspirasi dan representasi lokal. Yang jelas, dangdut sangat merakyat. Lebih jauh, seperti yang dilontarkan Andreuw N Weintraub, dangdut adalah rakyat itu sendiri.

Mereguk Kebebasan

Kebebasan berekspresi, terutama pasca Orde Baru runtuh, rupanya tidak bertahan lama. Sebaran musik, semaian buku-buku kiri, dan pilihan busana menjadi medium pelampiasan kebebasan. Ayu Utami di majalah Basis nomor 03-04 tahun 2020 sempat mengenang eforia masa-masa awal reformasi, “Seks menjadi tema laku di dunia sastra. Isu LGBT naik daun. Indonesia punya Q Film Festival yang dikelola dengan bagus. Ini festival yang membawakan isu queer.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengelola Sawit untuk...
Mengelola Sawit untuk Indonesia yang Kuat
Mengenal System Shift,...
Mengenal System Shift, Kerangka Baru Membaca Perubahan Dunia
Mudiruna, Kisah Ulama...
Mudiruna, Kisah Ulama Cahaya dari Rumah Sederhana
Rustini Muhaimin Tekankan...
Rustini Muhaimin Tekankan Budaya Literasi dengan Gerakan Membaca
Prosumenesia: Era Baru...
Prosumenesia: Era Baru Konsumen Jadi Produsen Digital
Marak Dokter Cabul,...
Marak Dokter Cabul, Penyalahgunaan Kekuasaaan hingga Krisis Etika Jadi Faktor
Cukup Baca 4 Buku Setahun,...
Cukup Baca 4 Buku Setahun, Risiko Stres dan Depresi Bisa Turun Signifikan
Polisi Buru Pendiri...
Polisi Buru Pendiri Ponpes Pati yang Diduga Cabuli Santriwati
Buntut Pendiri Ponpes...
Buntut Pendiri Ponpes Cabul, Kemenag Pindahkan Santri ke Sejumlah Sekolah di Pati
Rekomendasi
Pendiri BSB Temukan...
Pendiri BSB Temukan Inovasi Teknologi Pirolisis, Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar
Istri Lionel Messi Pasang...
Istri Lionel Messi Pasang Badan Bela Timnas Argentina di Tengah Badai Kritik
Ribuan Warga Padati...
Ribuan Warga Padati Alun-alun Klaten, Joget dan Nyanyi Bareng di Road to Kilau Raya MNCTV
Berita Terkini
Jaksa Agung Minta Maaf...
Jaksa Agung Minta Maaf ke Publik, Sebut Kasus Eks Jampidus Jadi Momentum Berbenah
DPR Usul Kemenhaj Bentuk...
DPR Usul Kemenhaj Bentuk BLU untuk Kelola Asrama Haji
Diduga Langgar Etik,...
Diduga Langgar Etik, Ketua KPU RI Dilaporkan ke DKPP Terkait Pembiaran Dokumen Ijazah Jokowi
Ketua Harian DPP Partai...
Ketua Harian DPP Partai Ummat: Harlah PKB Momentum Rekonsiliasi Politik Nasional
Penyidikan Kasus Bupati...
Penyidikan Kasus Bupati Rejang Lebong Meluas ke Bengkulu, Ini Alasan KPK
Menlu Sugiono Bertemu...
Menlu Sugiono Bertemu Menteri Palestina, Tegaskan Dukungan Kemerdekaan dan Rekonstruksi Gaza
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved