Menyoal Keterbukaan China

Rabu, 22 April 2020 - 06:14 WIB
loading...
A A A
Meskipun China telah memperbaiki data mereka, beberapa kepala negara masih bersikap skeptis. Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam wawancara dengan Financial Times Inggris mengatakan, “there are clearly things that have happened that we don’t know about” (“jelaslah ada hal-hal yang terjadi yang tidak kita ketahui”). Sikap yang lebih persuasif dan diplomatis ditunjukkan oleh Kanselir Jerman Angela Merkel yang menyerukan bahwa dunia akan belajar lebih banyak dari China apabila China lebih transparan tentang asal mula virus.

Saya melihat bahwa tekanan-tekanan kepada China ini akan semakin besar dengan menjelang menurunnya kasus-kasus baru di beberapa negara namun saya juga tidak yakin apakah tekanan itu akan membuka ruang transparansi yang lebih lebar dari pemerintah China. Alasannya, karena setelah krisis wabah Covid 19 ini berakhir, dunia akan menghadapi krisis ekonomi yang membutuhkan pemulihan yang cepat. Pemulihan ini secara sederhana adalah mengisi kembali uang negara yang sudah dihabiskan sebagian besar untuk menyelesaikan wabah ini dan juga kerugian-kerugian lain akibat terhentinya proses produksi. Beberapa negara, seperti Indonesia, mungkin juga perlu mengatur kembali jadwal pembayaran utangnya selain juga mungkin membutuhkan pinjaman baru. China sebagai salah satu negara yang memiliki likuiditas keuangan terbesar di dunia tergolong masih kuat dan menjadi tempat bagi negara-negara lain sebagai dewa penyelamat.

Ketergantungan ekonomi negara-negara terhadap China dapat mengkompromikan tekanan mereka untuk mencari kebenaran di balik wabah yang telah menyebabkan kematian lebih dari 170.000 orang lebih dan menginfeksi 2,5 juta manusia.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Satu Dekade Laut China...
Satu Dekade Laut China Selatan: Stabilitas Kawasan Ketimbang Kontestasi
UMKM Nasional Miliki...
UMKM Nasional Miliki Ketangguhan Hadapi Serbuan Produk China
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Hadapi Dominasi China...
Hadapi Dominasi China Dalam Ranah Digital, Indonesia Diimbau Waspadai Risiko Ketergantungan
Thucydides Trap: Antinomi...
Thucydides Trap: Antinomi China dan Amerika
Siapa Zhang Zhidong?...
Siapa Zhang Zhidong? Warga China yang Dituduh sebagai Raja Fentanyl Meksiko
Persaingan Memanas,...
Persaingan Memanas, China Membangun Replika Kapal Perang AS untuk Latihan Tembak Rudal
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
Rekomendasi
Pegadaian Raih Penghargaan...
Pegadaian Raih Penghargaan Top Company in Bullion Bank Industry 2026 Berkat Kontribusi Nyata pada Asta Cita
Live Streaming Premier...
Live Streaming Premier Padel Malaga 2026 di VISION+: Jadwal Tanding dari Awal Sampai Final
BRI Wellness Experience...
BRI Wellness Experience 2026, Menjelajahi Wellness Garden Pertama dan Terbesar di Jantung Jakarta
Berita Terkini
Perkuat Kolaborasi,...
Perkuat Kolaborasi, Google Siap Dukung Revisi UU Hak Cipta
Gus Yaqut Segera Disidang...
Gus Yaqut Segera Disidang terkait Kasus Korupsi Kuota Haji
Kritik Baru terhadap...
Kritik Baru terhadap Putusan Arbitrase Laut China Selatan: Perspektif Realisme
Penyidik Polri Datangi...
Penyidik Polri Datangi Gedung Pidsus Kejagung, Bawa Koper Besar
DPR Targetkan RUU Perampasan...
DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Rampung Dibahas dan Disahkan Tahun Ini
Siap Hadapi Persidangan,...
Siap Hadapi Persidangan, Gus Yaqut: Ungkap Mana yang Benar dan Salah
Infografis
4 Senjata Andalan China,...
4 Senjata Andalan China, dari Robot Serigala hingga Rudal Hipersonik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved