Fadli Zon Minta Densus 88 Dibubarkan, Habib Syakur: Jangan Berlebihan Mengkritik
Kamis, 07 Oktober 2021 - 20:30 WIB
loading...
Pernyataaan anggota DPR RI Fadli Zon yang meminta agar Densus 88 Antiteror Polri dibubarkan memicu polemik. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pernyataaan anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Fadli Zon yang meminta agar Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri dibubarkan karena menebar narasi Islamofobia menjadi polemik.
Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid, mempertanyakan Islamofobia yang dimaksud Fadli Zon itu seperti apa. "Islamofobia itu Islam yang mana? kalau di kita, itu kan Islam Muhammadi. Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad dengan ajaran lembut penuh cinta kasih," kata Habib Syakur, Kamis (7/10/2021).
Habib Syakur menyebut, Fadli tidak seharusnya mengkritisi Densus 88 Antiteror secara berlebihan melainkan harus berterima kasih atas kinerja Densus 88 dalam memberantas terorisme, radikalisme dan intoleransi. ”Dampaknya membuat masyarakat nyaman hidup berdampingan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika,” katanya. Baca juga: Usul Densus 88 Dibubarkan, Fadli Zon Diminta Tabayun
Persoalan euforia atau kemenangan Taliban memang harus diantisipasi di Indonesia. Kendati tidak perlu berlebihan dalam menyikapinya. ”Densus 88 dalam diskusinya itu ya benar, euforia atau kemenangan Taliban itu harus diantisipasi di Indonesia. Cuma perlu digaribawahi situasi di Indonesia itu sangat harmonis dan humanis antara TNI-Polri dan rakyat sangat bergandengan tangan," ucapnya.
Sebagai wakil rakyat, lanjut Habib Syakur, Fadli Zon harusnya tidak perlu mengeluarkan pernyataan seperti itu. Fadli Zon harus mengeluarkan pernyataan sebagai seorang negarawan. Namun demikian, dia memahami permintaan Fadli Zon agar Densus 88 dibubarkan hanya faktor emosi. Baca juga: Minta Densus 88 Dibubarkan, Lemkapi Sebut Fadli Zon Pentingkan Politik
"Komentar Fadli Zon itu hanya faktor emosi saja. Kalau kata saya secara logika Densus 88 sebagian besar penganut agama islam. Otomatis mereka berjuang membela agama mengayomi rakyat, otomatis pahalanya lebih dihadapan Allah. Mereka berjuang tanpa kenal waktu. Meskipun ada wakil rakyat yang baik, masih banyak. Kita harus mendukung perjuangan Densus 88, bergandengan tangan membasmi radikalisme sampai ke akar-akarnya," tukasnya.
Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid, mempertanyakan Islamofobia yang dimaksud Fadli Zon itu seperti apa. "Islamofobia itu Islam yang mana? kalau di kita, itu kan Islam Muhammadi. Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad dengan ajaran lembut penuh cinta kasih," kata Habib Syakur, Kamis (7/10/2021).
Habib Syakur menyebut, Fadli tidak seharusnya mengkritisi Densus 88 Antiteror secara berlebihan melainkan harus berterima kasih atas kinerja Densus 88 dalam memberantas terorisme, radikalisme dan intoleransi. ”Dampaknya membuat masyarakat nyaman hidup berdampingan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika,” katanya. Baca juga: Usul Densus 88 Dibubarkan, Fadli Zon Diminta Tabayun
Persoalan euforia atau kemenangan Taliban memang harus diantisipasi di Indonesia. Kendati tidak perlu berlebihan dalam menyikapinya. ”Densus 88 dalam diskusinya itu ya benar, euforia atau kemenangan Taliban itu harus diantisipasi di Indonesia. Cuma perlu digaribawahi situasi di Indonesia itu sangat harmonis dan humanis antara TNI-Polri dan rakyat sangat bergandengan tangan," ucapnya.
Sebagai wakil rakyat, lanjut Habib Syakur, Fadli Zon harusnya tidak perlu mengeluarkan pernyataan seperti itu. Fadli Zon harus mengeluarkan pernyataan sebagai seorang negarawan. Namun demikian, dia memahami permintaan Fadli Zon agar Densus 88 dibubarkan hanya faktor emosi. Baca juga: Minta Densus 88 Dibubarkan, Lemkapi Sebut Fadli Zon Pentingkan Politik
"Komentar Fadli Zon itu hanya faktor emosi saja. Kalau kata saya secara logika Densus 88 sebagian besar penganut agama islam. Otomatis mereka berjuang membela agama mengayomi rakyat, otomatis pahalanya lebih dihadapan Allah. Mereka berjuang tanpa kenal waktu. Meskipun ada wakil rakyat yang baik, masih banyak. Kita harus mendukung perjuangan Densus 88, bergandengan tangan membasmi radikalisme sampai ke akar-akarnya," tukasnya.
Lihat Juga :