Memaknai Hari Jadi OKI ke-52 dan Refleksi bagi Indonesia

Senin, 27 September 2021 - 19:54 WIB
loading...
Memaknai Hari Jadi OKI...
Abdul Ghofar Ismail (Foto: Ist)
A A A
Abdul Ghofar Ismail
Peminat Hubungan Internasional, Diplomat

PADA 25 September 1969 silam para pemimpin negara-negara Islam berkumpul di Rabat, Maroko, menyusul pembakaran Masjid Al-Aqsa oleh zionis Israel pada 21 Agustus 1969. Pertemuan ini melahirkan Deklarasi Rabat yang kelak menjadi cikal bakal lahirnya OKI (Organisasi Konferensi Islam).

Pada awal berdirinya, organisasi ini mempunyai tujuan sederhana, yaitu secara politik memberikan dukungan penuh berdirinya negara Palestina dengan Yerussalem sebagai ibukotanya. Selain itu, OKI juga sepakat menyuarakan kepentingan negara-negara Islam di kancah forum internasional, mempromosikan kerja sama ekonomi, ilmu pengetahuan, budaya, keyakinan berdasarkan ajaran Islam yang abadi.

Dalam perkembangannya, anggota OKI terus bertambah dari 40 di awal pendirian menjadi 57 negara dari empat benua pada 2021 ini. Di luar itu masih terdapat lima negara observer, masing-masing yaitu Bosnia Herzegovina, Ciprus Utara, Afrika Tengah, Thailand, dan Rusia. OKI telah menjadi organisasi internasional terbesar kedua setelah PBB. Bukan hanya menyangkut kuantitas keanggotaan yang berkembang, bidang kerja sama di dalam OKI pun juga mengalami transformasi dan perkembangan ke arah positif.

Pada 2005 organisasi ini melakukan transformasi paradigma dan konseptual dari posisi sebelumnya menuju posisi baru yang sepakat membahas secara lebih mendalam aspirasi nyata dunia muslim. Proses reformasi ini menerjemahkan konsep solidaritas menjadi aksi dengan tiga tujuan utama, yaitu reformasi internal OKI, reorganisasi OKI menyesuaikan tantangan kontemporer melalui proses modernisasi, dan upaya peningkatan posisi OKI sebagai major player di kancah forum internasional. Sejalan dan seiring dengan perkembangan politik global, pada sidangnya tahun 2011 nama “Organisasi Konferensi Islam” pun diubah menjadi ”Organisasi Kerja Sama Islam” .

Tonggak transformasi yang ditandai perubahan nama ini dapat dimaknai secara beragam. Namun secara bahasa, pengubahan istilah “Konferensi” menjadi “Kerja Sama” mengandung makna pentingnya transformasi dari solidaritas yang cenderung sempit, kaku, terlalu ideologis, bahkan utopis menjadi politik yang lebih menginjak ke bumi, pragmatis, dan boleh jadi kekinian.

Selain menyuarakan solidaritas misalnya terkait isu konflik Palestina-Israel, perdamaian kawasan, OKI dalam wajah baru mulai membahas mengenai kerja sama lebih luas antara lain perdagangan, pariwisata, investasi, pengentasan kemiskinan, kesehatan, dan seterusnya. Lebih jauh lagi layaknya organisasi internasional yang berbasis regional seperti ASEAN atau Uni Eropa, atau bahkan PBB, OKI pun mencanangkan target-target kerja sama strategis lima tahunan dan sepuluh tahunan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
UMB Perkuat Diplomasi...
UMB Perkuat Diplomasi Kreatif Indonesia-Tiongkok, Pamerkan 100 Karya Desain Merek Inovatif
Melembagakan ‘Otot’...
Melembagakan ‘Otot’ Diplomasi Prabowo
Memajukan Peran Korsel...
Memajukan Peran Korsel sebagai Kekuatan Diplomatik melalui Diplomasi Pertahanan
Mobil Maung Dibawa ke...
Mobil Maung Dibawa ke KTT ASEAN di Filipina, Seskab: Jadi Simbol Diplomasi Indonesia
Utut Adianto Sebut Diplomasi...
Utut Adianto Sebut Diplomasi Prabowo Cerminkan Strategi Mendayung di Antara Dua Karang
Ravindra Dinobatkan...
Ravindra Dinobatkan sebagai Legislator Tokoh Diplomasi Antar-Parlemen di KWP Award 2026
Kunjungi Indonesia,...
Kunjungi Indonesia, Menlu Malaysia Fokus Kerja Sama Atasi Guncangan Eksternal
Presiden Xi Jinping:...
Presiden Xi Jinping: Beijing dan Moskow Harus Saling Membantu
Kemitraan Indonesia...
Kemitraan Indonesia dan Korsel Makin Strategis, Kemlu RI Soroti Peran Middle Power di Indo-Pasifik
Rekomendasi
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
Berita Terkini
25 Wilayah Indonesia...
25 Wilayah Indonesia Berpotensi Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Mindanao Filipina
Hari Ini Presiden Akan...
Hari Ini Presiden Akan Menerima Surat Kepercayaan dari Dubes Negara Sahabat
BNPP Raih Peningkatan...
BNPP Raih Peningkatan Signifikan Capaian Reformasi Birokrasi 2025 dari Kemenpan RB
Brigjen TNI Marinir...
Brigjen TNI Marinir Rino Rianto Resmi Jabat Dandenjaka, Pimpin Pasukan Elite TNI AL
7 Brigjen Pol Dimutasi...
7 Brigjen Pol Dimutasi oleh Kapolri pada Awal Mei Dalam Rangka Pensiun
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved