alexametrics

Gubernur Lemhanas Tegaskan Pancasila Jadi Falsafah Hadapi Pandemi Covid-19

loading...
Gubernur Lemhanas Tegaskan Pancasila Jadi Falsafah Hadapi Pandemi Covid-19
Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional, Letjen TNI (Purn.) Agus Widjojo mengatakan Pancasila menjadi falsafah bangsa untuk menghadapi pandemi Covid-19. Foto/SINDOnew/binti mufarida
A+ A-
JAKARTA - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional, Letjen TNI (Purn.) Agus Widjojo mengatakan Pancasila menjadi falsafah bangsa untuk menghadapi pandemi Covid-19. Hal ini sesuai dengan para founding fathers yang menyepakati Pancasila sebagai dasar falsafah dan ideologi bangsa.

Pancasila, kata Agus selain mengatur substansi nilai-nilai yang menyatukan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Juga secara sadar mencari kesepakatan untuk menemukan kaidah yang merespons ciri masyarakat Indonesia yang berkarakteristik komposisi mayoritas-minoritas serta Kebhinekaan. (Baca juga: Update Corona 1 Juni 2020: 26.940 Orang Positif, 7.637 Sembuh, dan 1.641 Meninggal Dunia)

“Kedua aspek yang terkandung di dalam Pancasila terasa menjadi kaidah pemerintah dalam keadaan darurat menghadapi pandemi Covid-19 saat ini. Kita akan dapat mengatasi pandemi Covid-19 hanya apabila kita dapat mengejawantahkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila,” kata Agus dalam video conferencenya di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha BNPB Jakarta, Senin (1/6/2020).



Agus juga megatakan pandemi Covid-19 ini tidak saja menyerang Indonesia tetapi telah menyerang berbagai negara di dunia. Tidak terkecuali, negara-negara besar, negara-negara industri maju maupun negara-negara dengan sistem politik yang beragam. “Mulai dari sosialis Vietnam, komunis di Cina hingga demokrasi liberal di Amerika Serikat,” katanya. (Baca juga: Jumlah Pasien Positif Corona Belum Ada Tanda-Tanda Menurun)

Keadaan ini, kata Agus, menunjukkan suatu bangsa dituntut untuk menunjukkan nilai-nilai terbaik dari ideologi kebangsaannya untuk dapat mengatasi tantangan pandemi Covid-9. Keadaan ini mengandung semua nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam Pancasila yaitu efektivitas pemerintahan yang berpadu dengan kepercayaan dan kepatuhan rakyatnya terhadap semua ketentuan yang diterbitkan pemerintah.

“Kesadaran pada masyarakat untuk menghubungkan kepentingan perorangan dengan kepentingan masyarakat dengan menjauhi sikap mementingkan diri sendiri, yang hanya memikirkan kepentingan diri sendiri,” kata Agus.

Hal ini, ungkap Agus juga dapat dicontohkan pada putusan pemerintah untuk tetap di rumah, tidak mudik dan menghadiri kerumunan. Ketentuan seperti itu bukan saja untuk mencegah diri sendiri agar tidak tertular tetapi juga untuk memutus rantai penularan terhadap orang lain. “Merupakan cerminan dari nilai terdalam yang ada dalam kearifan lokal kita termasuk yang terkandung dalam Pancasila yaitu gotong royong atau kebersamaan,” jelasnya.

Perwujudan dari nilai-nilai yang terkandung dalam kearifan lokal, tambah Agus bukan saja menunjukkan bahwa semua bisa melaksanakan gotong-royong yang merupakan perwujudan dari kearifan lokal dan nilai yang terdalam dari Pancasila. Tetapi dalam penyelenggaraan fungsi pemerintahan mewujudkan ketahanan nasional.

“Dimana ketahanan nasional adalah upaya untuk mendayagunakan seluruh potensi dan aset bangsa guna mengatasi ancaman gangguan hambatan dan tantangan. Hanya apabila ketahanan nasional diwujudkan melalui sumbangan masing-masing perseorangan dapat segera memulihkan kondisi dari ancaman pandemi Covid-19,” tegas Agus.
(cip)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak