Kemenkes Klaim PPKM, Kombinasi 3T, dan Pengobatan Berhasil Menekan Covid-19

Senin, 20 September 2021 - 15:36 WIB
loading...
Kemenkes Klaim PPKM,...
Juru Bicara Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengklaim PPKM, kombinasi 3T dan pengobatan berhasil tekan Covid-19. Foot/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengklaim penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), kombinasi testing, tracing, treatment (3T) serta pengobatan berhasil menekan laju Covid-19.

Terbukti, kasus Covid-19 di Tanah Air terus mengalami penurunan dan mulai terkendali. Bahkan, penanganan Covid-19 Indonesia juga diapresiasi dunia. Salah satunya dari John Hopkins University yang mengungkapkan penanganan pandemi di Indonesia salah satu terbaik di dunia.

Juru Bicara Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan proses penanganan Covid-19 sejak terjadi gelombang kedua pada Juli lalu. “Kita ketahui bahwa pada bulan Juli itu kita sempat pada posisi yang sedang tinggi-tingginya ya, kalau kita lihat pola terjadinya wave kedua kita sampaikan di Juli itu kan sangat berbeda dengan wave pertama di bulan Desember. Di mana di bulan Juli itu hanya butuh 3 Minggu saja, kemudian untuk kasus kita itu mencapai angka puncaknya lebih dari 50.000 kasus mendekati 60.000 kasus,” kata Nadia dalam keterangannya, Senin (20/9/2021).Baca juga: Bank Dunia Puji RI, Airlangga: Berkat Kerja Sama, Tonggak 100 Juta Dosis Vaksinasi Tercapai

Nadia mengatakan peningkatan kasus pada bulan Juli lalu tidak securam puncak kasus pada Desember 2020. “Kalau di Desember kita bisa lihat itu kurang lebih penting katanya tidak securam itu, hampir satu setengah bulan baru kemudian mencapai puncak. Dan puncaknya juga paling tinggi pada waktu itu pada angka di bawah 20.000 di sekitar 16.000 kasus. Nah jadi peningkatan ini yang hampir 4 kali lipat dibandingkan dengan mengisi Juli ini yang merupakan sesuatu lonjakan yang sangat luar biasa,” katanya.Baca juga: Kemlu: 5.921 WNI Terkonfirmasi Covid-19 di Luar Negeri, 244 Meninggal

Kemudian, kata Nadia, pemerintah menarik rem darurat pada Juli dengan melaksanakan PPKM. “Nah, kemudian kita tahu di Juli kita melakukan PPKM, artinya kita menarik rem darurat untuk kemudian sangat membatasi mobilitas masyarakat. Dan kemudian kita ketahui berupaya untuk meningkatkan 3T kita, testing, tracing dan treatment. Kemudian kita mencoba menguatkan di hilir untuk pengobatannya,” katanya.

Nadia mengatakan dari kebijakan PPKM itu, terlihat penurunan kasus mulai terjadi sejak 15 Juli hingga lebih dari 58%. ”Dari 3 Juli kita melakukan PPKM dan penurunan kasus itu kira-kira di minggu keempat dari Juli, dan ini terus turun sampai dengan September ini. Artinya dengan pelaksanaan PPKM tersebut dan kombinasi 3T serta penguatan pengobatan di hilir tadi ini kita bisa langsung menekan laju penularan dan segera mengendalikan kondisi tersebut,” paparnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Ribuan Pekerja Rokok...
Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan Kemenkes
Asosiasi Minta Rancangan...
Asosiasi Minta Rancangan Aturan Peringatan Kesehatan Tak Bertentangan dengan UU Hak Kekayaan Intelektual
UU Kesehatan Digugat...
UU Kesehatan Digugat Dharma Pongrekun, Kemenkes: Aturan Disusun Perhatikan Hak Warga Negara
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Kemenkes Siapkan Penjelasan dan Dokumen Pendukung
6 Juta Pekerja Rokok...
6 Juta Pekerja Rokok Terancam di PHK, Wamenaker: Kebijakan Harus Berpihak pada Rakyat
Poltekkes Kemenkes Jakarta...
Poltekkes Kemenkes Jakarta II Gandeng Daegu Health College, Resmikan Dental Work Station Modern
Wamenkes Pantau Langsung...
Wamenkes Pantau Langsung Skrining Kesehatan Gratis Mitra Driver Gojek
Dilaporkan soal Dugaan...
Dilaporkan soal Dugaan Gelar Palsu, Kemenkes: Menkes Budi Tak Pernah Cantumkan Gelar dalam Administrasinya
Rekomendasi
5 Fakta Timnas Spanyol...
5 Fakta Timnas Spanyol Mandul Lawan Cape Verde di Piala Dunia 2026
Beda Jauh dengan GPS,...
Beda Jauh dengan GPS, Kenapa AirTag dan Smart Tag Sering Telat Update Lokasi?
BMW iX xDrive45, Kemewahan...
BMW iX xDrive45, Kemewahan Sunyi Seharga Rp2,6 Miliar
Berita Terkini
Akui Program Pemerintah...
Akui Program Pemerintah Banyak Kekurangan, Wapres Gibran: Kita Perbaiki Bersama
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
BGN Evaluasi Insentif...
BGN Evaluasi Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari
Istana Wapres Sebut...
Istana Wapres Sebut Tidak Ada Kesepakatan soal Tenggat Waktu Realisasikan Tuntutan Mahasiswa
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
BGN Pastikan Anggaran...
BGN Pastikan Anggaran MBG Dikurangi, Ini Alasannya
Infografis
Waspada, Kasus COVID-19...
Waspada, Kasus COVID-19 Meningkat 2 Kali Lipat di Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved