Wabah Tembakau Versus Wabah Corona

Minggu, 31 Mei 2020 - 22:38 WIB
loading...
Wabah Tembakau Versus...
Harus ada new normal dalam masalah rokok di tengah masyarakat. New normal yang sejati adalah menjadikan hidup tanpa rokok, atau minimal tobacco distancing. Ilustrasi/SINDOnews
A A A
Tulus Abadi
Ketua Pengurus Harian YLKI

SELURUH dunia kini tengah dikepung oleh virus Corona atau Covid-19, tak terkecuali Indonesia. Seolah dunia berhenti berputar oleh virus yang berasal dari Wuhan ini. Warga dunia seperti tunggang langgang menyelamatkan diri dari serangan virus corona, yang kini telah memakan korban 300 ribuan meninggal dunia. Dan lebih dari 2.5 juta manusia terkonfirmasi positif mengidap Covid-19.

Namun warga dunia tampak lebih sepi oleh adanya wabah yang lebih dahsyat, yakni wabah konsumsi tembakau. Bagaimana tidak lebih dahsyat jika korban meninggal dunia akibat tembakau mencapai lebih dari lima jutaan per tahunnya.

Di Indonesia tak kurang dari 200 ribuan orang Indonesia meninggal akibat wabah tembakau ini. Namun ironisnya respons terhadap wabah yang satu ini jauh dari memadai, bahkan masih adem ayem saja. Baik negaranya, dan juga masyarakatnya.

Pertanyaannya, kenapa respon terhadap kurang memadai terjadap fenomenda wabah tembakau. Penyebabnya, pertama, tembakau dengan rokoknya masih dianggap hal yang normal. Aktivitas merokok pun dianggap normal saja, bahkan keren. Tak merokok dianggapnya norak. Di kalangan remaja, tak merokok dianggap kampungan alias ndeso.

Kedua, sosialisasi produk rokok pun begitu gencar dan masif, baik sosialisasi langsung seperti iklan dan atau promosi rokok. Atau promosi secara terselubung seperti melalui kegiatan CSR, bahkan CSR di dunia pendidikan. Sosialisasi produk prokok sejatinya hal yang tidak lazim dan primitif. Hanya Indonesia yang masih melegalkan hal yang semacam ini.

Ketiga, pengendalian tembakau yang masih memble, baik di level regulasi dan atau kebijakan. Sebagai contoh, hingga detik ini pemerintah Indonesia belum melakukan ratifikasi/aksesi FCTC (Framework Conbention on Tobacco Control). Padahal FCTC sudah menjadi hukum internasional sejak 2003, dan Indonesia merupakan inisiator FCFC. Ini merupakan hal yang memalukan dari sisi konvensi dan fatsun internasional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ribuan Pekerja Rokok...
Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan Kemenkes
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
PP 20/2026: Menambah...
PP 20/2026: Menambah Penerimaan Negara atau Menambah Beban UMKM?
Ujian Kapasitas Negara,...
Ujian Kapasitas Negara, Bukan Sekadar Kasus Korupsi
Menata Demokrasi Produktif...
Menata Demokrasi Produktif untuk Kesejahteraan Lintas Generasi
Tembakau Alternatif...
Tembakau Alternatif Bantu Beralih dari Kebiasaan Merokok
Tritura Petani Tembakau...
Tritura Petani Tembakau Madura: Negara Harus Mendapatkan Manfaat
Pembatasan Nikotin dan...
Pembatasan Nikotin dan Tar Ancam Nasib Petani Tembakau serta Cengkih Temanggung
Rekomendasi
4 Amalan Hari Jumat...
4 Amalan Hari Jumat yang Jarang Diketahui, Pahalanya Dahsyat!
Menebak Taktik Andoni...
Menebak Taktik Andoni Iraola di Liverpool: Pressing Agresif hingga Sepak Bola Chaos
Insiden di Blok M, Kuasa...
Insiden di Blok M, Kuasa Hukum Selebgram MIA Beri Klarifikasi
Berita Terkini
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
3 Pati dan Pamen Dimutasi...
3 Pati dan Pamen Dimutasi Kapolri ke Kortastipidkor, Ada Irjen hingga Kombes Pol
7 Terdakwa Kasus Suap...
7 Terdakwa Kasus Suap Sertifikasi K3 Kemnaker Dihukum 4 hingga 6,5 Tahun Penjara
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Infografis
WHO: Wabah Cacar Monyet...
WHO: Wabah Cacar Monyet tidak akan Menjadi Pandemi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved