Geopolitik Indonesia dan Pesan Soekarno

Senin, 13 September 2021 - 18:32 WIB
loading...
Geopolitik Indonesia dan Pesan Soekarno
Monumen Bung Karno di Lemhannas. Dalam pidato peresmian Lemhannas tahun 1965, Soekarno menegaskan pertahanan nasional hanya dapat dilaksanakan secara sempurna bila suatu bangsa mendasarkan pertahanan nasional atas pengetahuan geopolitik. Foto/Dok MPI
A A A
JAKARTA - Geopolitik Indonesia penting untuk diketahui masyarakat. Geopolitik dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) bermakna ilmu tentang pengaruh faktor geografi terhadap ketatanegaraan. Bisa diartikan pula sebagai kebijaksanaan negara atau bangsa sesuai dengan posisi geografisnya

Geopolitik merupakan sebuah pemahaman yang memaparkan dasar pertimbangan dalam alternatif kebijakan nasional. Hal tersebut tertuang dalam sebuah jurnal Saintikomyang ditulis oleh Ahmad Calam dan Sabirin, serta diproduksi pada 2009. Sementara itu, prinsip yang ada dalam geopolitik berkembang menjadi wawasan nusantara.

Hal senada juga diinformasikan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) , dalam publikasi resminya di tahun 2017. Geopolitik sangat dibutuhkan untuk membangun ketahanan kondisi.

Wawasan nusantara memiliki arti cara pandang dan sikap bangsa Indonesia terkait beragamnya lingkungan yang bernilai strategis. Wawasan nusantara selalu mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa, serta kesatuan wilayah guna menjalankan kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat dalam mencapai tujuan nasional.

Awal Mula Geopolitik Indonesia
Presiden Pertama RI Soekarno rupanya menjadi orang pertama yang meletakkan dasar geopolitik Indonesia. Masih berlandaskan informasi yang diberikan Lemhannas, ketika itu Soekarno sangat memahami posisi Indonesia yang berada di antara dua benua dan dua samudera akan sedikit banyak berdampak pada keberlangsungan Indonesia.

Pengamatan Soekarno tersebut, kelak dianggap berbagai pihak sebagai suatu hal yang bagus. Sebab, posisi Indonesia yang cukup strategis ini bisa dimanfaatkan di kancah internasional. Dalam pidatonya pada Mei 1965, Soekarno menyinggung sebuah bangsa tidak dapat dibangun dan sebuah negara yang kuat tidak dapat tercipta apabila pengetahuan geopolitiknya minim.

Baca juga: Biografi Soekarno: Masa Kecil, Perjuangannya, Hingga Sederet Penghargaan

Dikutip dari www.kemhan.go.id, dalam pidato peresmian Lemhannas RI tahun 1965, Soekarno menegaskan bahwa pertahanan nasional hanya dapat dilaksanakan secara sempurna bila suatu bangsa mendasarkan pertahanan nasional atas pengetahuan geopolitik.

Konteks geopolitik Indonesia adalah mempertahankan negeri ini sebagai satu kesatuan, dengan berinteraksi dengan negara lain dan memakmurkan rakyatnya dengan sumber daya yang dimiliki. Di pidatonya, Soekarno juga menyebut hasil dari pengetahuan geopolitik Indonesia adalah Pancasila.

*Diolah dari berbagai sumber
(zik)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1493 seconds (11.210#12.26)