Asa Ekonomi Bangkit dari Pandemi

Senin, 16 Agustus 2021 - 13:02 WIB
loading...
A A A
Digitalisasi idealnya bisa memangkas rantai pasok, tapi perhatian terhadap pengembangan digital di pemasaran produk pertanian tampaknya kurang jadi perhatian. Beberapa pemain startup di pertanian berguguran, kekurangan modal, sulit mendapat pinjaman bank, atau secara bisnis tidak mampu bersaing.

Refleksi Kemerdekaan Indonesia harusnya menyadarkan arah tujuan pembangunan sejak perebutan pabrik-pabrik peninggalan Belanda. Bukan sekadar nasionalisasi. Cita-cita pendiri Republik, khususnya Mohammad Hatta telah memiliki imajinasi jangka panjang untuk transformasi menuju ekonomi berbasis industri yang kuat.

Dalam konteks kemerdekaan Indonesia yang ke-76, maka perjuangan dan perubahan haruslah dimaknai sebagai upaya memulihkan agenda industrialisasi. Bukan saling membenturkan antara digitalisasi dan industrialisasi. Namun, industri yang memproduksi barang harusnya didukung oleh perangkat digital agar produk industri lokal Indonesia semakin dominan. Beberapa studi menunjukkan bahwa hanya 26% produk lokal yang dijual secara online. Sisanya adalah barang-barang impor yang masuk lewat skema cross border, maupun impor lewat pedagang atau seller. Kondisi ini selain menguras devisa, juga membuat deindustrialisasi semakin berjalan.

Porsi industri manufaktur terus turun menjadi kisaran 19% dari saat reformasi mencapai 26%. Hilangnya potensi industri dari perekonomian menciptakan bencana yang tak kalah serius dari pandemi, yakni hilangnya kesempatan kerja di sektor formal. Memang ojek online maupun e-commerce menciptakan peluang kerja, tapi sebagian besar adalah pekerja informal tanpa perlindungan hak pekerja yang memadai. Bahkan lebih buruk lagi, posisinya bukan pekerja melainkan kemitraan dalam kerangka sharing economy.

Problem lain terkait perubahan selama pandemi adalah ketimpangan makin melebar. Bukan saja karena kelas atas lebih baik dalam memitigasi risiko penurunan nilai aset, dan orang miskin makin terjepit karena pandemi. Tapi sekali lagi, digitalisasi bak pisau bermata dua. Data Bank Dunia menyebut, masyarakat Indonesia yang memanfaatkan e-commerce lebih sebagai pembeli ketimbang penjual terutama di desil terbawah. Sebanyak 24% kelas paling atas yang manfaatkan e-commerce sebagai penjual. Sementara hanya 1% kelompok pendapatan paling bawah yang menjadi penjual barang secara online. Gap antara kelas atas yang memiliki akses digital tinggi sehingga bisa lakukan work from home, menjadi content creator dan desainer dibanding kelas bawah yang masih terkendala jaringan internet. Gap itu harus dipersempit.

Asa untuk bangkit dari pandemi membutuhkan dua hal mendasar, yakni mendorong pemulihan ke sektor yang produktif seperti industri manufaktur dan pertanian serta meningkatkan konektivitas antara pengembangan digital dengan industri lokal. Kebangkitan bukan sekadar ekonomi bisa tumbuh tinggi, tapi juga berkualitas. Waktu-waktu krusial ini sangat berharga untuk terus melakukan refleksi, agar mimpi pendiri bangsa yang menginginkan Indonesia lepas dari ketertinggalan makin cepat terwujud. Selamat HUT ke-76 Indonesia!
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pesta Elite, Resesi...
Pesta Elite, Resesi Sulit
Jokowi: Indonesia Salah...
Jokowi: Indonesia Salah Satu Negara Terbaik Atasi Covid-19 dan Dampak Ekonominya
SDGs Kesehatan dan Litbang
SDGs Kesehatan dan Litbang
Pemuda Perindo Tekankan...
Pemuda Perindo Tekankan Peran Milenial dalam Sektor Pertanian Perkotaan
Mendeteksi Sinyal Pemulihan...
Mendeteksi Sinyal Pemulihan Ekonomi
Merawat Optimisme Tahun...
Merawat Optimisme Tahun 2023
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
1 Miliar Barel Minyak...
1 Miliar Barel Minyak Terguncang Selat Hormuz, Dunia Terancam Resesi
Rekomendasi
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Mesir vs Iran: Misi...
Mesir vs Iran: Misi Bersejarah Tim Melli Berlanjut atau Berakhir?
MSIN Putuskan Tak Bagi...
MSIN Putuskan Tak Bagi Dividen, Fokus Perkuat Platform Digital
Berita Terkini
Pengadilan Negeri Jakarta...
Pengadilan Negeri Jakarta Timur Larang Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Mensesneg Jelaskan Maksud...
Mensesneg Jelaskan Maksud Prabowo terkait 4 Kali Kalah Pemilu Tak Ganggu Pemegang Mandat
Salam Prabowo Disampaikan...
Salam Prabowo Disampaikan Jumhur, Raja Charles Beri Pujian untuk Indonesia
Prabowo Singgung Pihak...
Prabowo Singgung Pihak Bikin Gaduh usai Pemilu: Kapan Kita Mau Menuju Kesejahteraan untuk Rakyat?
Ajukan Kasasi, Kuasa...
Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Harap MA Vonis Bebas Kerry Anak Riza Chalid
Jokowi Pede PSI Masuk...
Jokowi Pede PSI Masuk Parlemen Senayan di Pemilu 2029
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved